Tetap Kamu

Tetap Kamu
Pernikahan & Hadiah


__ADS_3

Orang - orang hilir mudik di kediaman Herlambang, semua orang sibuk mengurus pernikahan Alan dan Resha. Orang suruhan Ferdy juga sibuk mengurus pesta untuk malam harinya di hotel milik mereka.


Ya, Hari ini Alan dan Resha melangsungkan pernikahan setelah lamaran 1 bulan lalu. Papa Herlambang hanya mengundang 100 orang - orang terdekatnya saja untuk menghadiri pernikahan putrinya selebihnya akan di undang ke acara resepsinya malam hari.


Abimanyu dan Vanya juga disibukkan dengan ikut mengurus perlengkapan pernikahan seperti cincin dan gaun pengantin, walau keadaannya hanya duduk di kursi roda tapi tidak mematahkan semangat Abimanyu membantu pernikahan adiknya.


Alan sudah tampan dengan tuxedo hitamnya dan Resha menggunakan kebaya berwarna putih yang mewah.


Keduanya menghadap meja untuk mengucapkan janji suci pernikahan.


Resha bernafas lega akhirnya Alan sah menjadi suaminya tanpa kesalahan dalam pengucapan nya. Mereka berdua mendapatkan ucapan dari semua tamu setelah menikmati sajian tuan rumah akhirnya para tamu satu - persatu meninggalkan kediaman Herlambang.


Kini tinggal acara keluarga, Alan dan Resha meminta restu dan doa pada seluruh anggota keluarga.


"Selamat Nak kamu sekarang jadi istri hiduplah dalam suka dan duka bersama suamimu." Ucap Mama Vania dan papa Herlambang bergantian memeluk putrinya penuh haru.


Abimanyu dan Vanya juga mengucapkan selamat pada Alan dan Resha begitu juga dengan Ferdy dan Shishi. Diiringi dengan Azam dan Shella, walau dalam hati Azam meronta ingin cepat menikah apalah daya ratu hatinya belum siap.


Lalu apa kabar Rian? Walau ingin menikah tapi wanita yang memenjarakan hatinya sudah disegel oran lain. Kesalahannya sendiri mati sebelum berjuang hanya karena takut dibenci.


Usai acara merestui dan doa kini mereka melanjutkan makan siang bersama lalu bersiap menuju hotel tempat acara.


"Kenapa murung, sayang?" Tanya Vanya lembut walau sebenarnya dia paham kediaman suaminya.


"Maaf ... Karena pernikahan kita jauh dari mimpi mu, kita menikah dengan kondisiku begini. Aku malu sama diri aku sendiri, gak bisa memberi sedikit kebahagiaan untuk kamu, maaf aku belum bisa menjadi suami yang pantas dan baik untuk kamu, sayang " Ucap Abimanyu sedih.


"Hei, dengarkan aku. Pesta atau apapun semacamnya bisa dilaksanakan kemudian hari. Tapi merawat mu itu gak bisa ditunda dan aku gak bisa hanya lihat dengan mata ku saja saat kamu sakit, keputusan yang aku ambil saat itu atas persetujuan kakakku dan keluarga yang lainnya. Bukan hanya keputusan ku sendiri. Jadi, jangan sedih lagi aku selalu bersama mu, mendukungmu dan mereka semua akan mendukungku ." Ucap Vanya tersenyum.


"Terimakasih sayang sudah menenangkan ku." Abimanyu mencium kening Vanya dengan lembut.


"Ehm, bisa gak di skip adegan yang ini ! Sakit mata gue." Rian berdiri sambil berkacak pinggang.


"Ganggu aja Lo, ayo makan lapar." Ucap Abimanyu memegang roda kursinya.


Dua Keluarga besar ini menghabiskan makan siang dengan senda gurau.


"Bersiaplah kita ke hotel dan jangan ada yang pulang kita menginap di sana semua nya." Ujar papa Herlambang memberi instruksi.


"Siap !" Ucap mereka bersamaan .


...----------------...


Cuaca sangat memberi restu dengan pernikahan kedua sejoli yang dimabuk asmara, langit yang cerah dan terang serta cahaya bulan purnama yang menembus gelapnya bumi, kemudian bintang yang bertaburan dengan sinar yang begitu indah. Turut hadir menyaksikan sepasang pengantin yang sebentar lagi akan memadu kasih.

__ADS_1


Disini lah Alan dan Resha beserta keluarga besarnya berdiri menyambut tamu tamu mereka dengan senyum bahagia.


"Kamu lelah ?Duduklah dulu." Ucap Alan.


"Biar saja, dulu sebentar lagi sudah selesai." Balas Resha tersenyum.


Tepat jam 10 malam tamu undangan sudah sepi, tamu berjubel sejak jam 7 itu pulang dengan hati bahagia karena bisa berinteraksi secara langsung dengan tuan muda Ferdy Wiguna.


Selesai acara semua orang tertidur dengan hati bahagia dan tubuh yang lelah. Tidur semalam suntuk sudah memulihkan tenaga mereka semua, suksesnya acara membayar titik keringat mereka dihari - hari sebelumnya.


Pagi hari dua keluarga ini kembali berkumpul sarapan bersama di restoran hotel.


"Alan , Resha. Papa dan mama punya hadiah untuk kalian berdua." Ucap papa Herlambang dan mama Vania


Lalu menyodorkan kunci


"Ini kunci apa, Ma?" Tanya Resha


" Itu kunci butik sayang, butik impianmu." Jawab Mama Vania


"Terimakasih, Ma" Ucap Resah senang.


"Ada lagi ucap." Abimanyu lalu memberikan dua tiket bulan madu.


"Ya, dua hari lagi kalian berangkat , kalian bisa pakai Jet ku." Sambung Vanya.


"Terimakasih Nona muda." Ucap Alan


"Terimakasih kak Abi, kak Anya." Ucap Resha yang sudah terharu.


"Aku dan istriku juga akan memberikan hadiah untukmu." Ucap Ferdy lalu menyodorkan sebuah map merah dan terdapat dokumen di dalam nya.


"Ini apa tuan muda?" Tanya Alan tak mengerti


"Dokumen perusahaan atas nama mu, aku memberikan cabang perusahaan yang Anya pegang pada mu, sekarang kamu bukan lagi Bodyguard atau asisten. Tapi, CEO di perusahaan mu sendiri. Kembangkan lah supaya lebih besar, aku percaya padamu pasti mampu jangan segan minta tolong pada ku jika terjadi sesuatu kamu tetap keluarga ku." Ucap Ferdy panjang lebar


"Tuan , Nona muda." Ucap Alan yang berkaca kaca


Vanya mengangguk dan tersenyum. Alan tak mampu mengeluarkan kata - kata lagi hanya isak haru yang terdengar saat dirinya memeluk Ferdy.


" Terimakasih Nona" Ucap Alan di sisa isak nya memeluk Vanya.


Abimanyu gelagapan. "Jangan peluk istriku, ciuman yang kemarin aja aku gak dikasih sekarang meluk dia." Keluar juga laki-laki ini.

__ADS_1


"Iri mu belum habis, Tuan?" Alan mengusap sisa air matanya.


"Aku juga akan memberi hadiah untuk istriku tercinta." Ucap Alan tersenyum kembali.


"Hadiah ?" Balas Resha sumringah.


Alan meraih tangan Resha dan menaruh kunci di telapak tangan nya.


"Rumah untuk kita setelah bulan madu baru kita ke sana." Ucapnya tersenyum. Resha mengangguk setuju.


Sementara, Abimanyu masih menekuk wajahnya kesal.


Cup


Vanya mengecup bibir Abimanyu .


"Udah jangan ngambek, ayo kita pulang biarkan mereka menghabiskan waktu bersama" Ucap Vanya.


Akhir tinggal lah hanya Alan dan Resha di sana, yang lain sudah kembali ke rumah masing masing termasuk Rian, Azam dan Shella yang sudah pulang sejak bangun tidur.


...----------------...


Tanpa terasa waktu begitu cepat bergulir, dua bulan sudah usai pernikahan Resha, hari - hari dilalui dengan penuh warna baik canda tawa dan tangis tak luput juga sebuah hubungan disentuh oleh cemburu dan pertengkaran kecil tapi rantai cinta itu sudah terikat mati jadi tak mudah tergoyahkan.


Mendapat gelar istri maka segalanya juga berubah walau memiliki asisten rumah tangga tapi tidak membatasi nona muda ini mengurus keperluan rumah tangganya.


Tangan kekar milik pria yang manja itu masing menggenggam lembut jemari istrinya seakan takut dicuri kedua tangan memegang satu tangan Vanya yang mungil


Dengan lembut Vanya memindahkan satu persatu tangan yang menempel padanya, saking nyenyak nya Abimanyu tak merasakan jika istri tercinta sudah tidak ada di sana.


Usai mencuci muka Vanya lalu turun menemui para Asisten rumah tangga mengecek kelengkapan bahan - bahan di dapur, setelah itu dilihatnya taman bunga miliknya didepan Mansion agak layu, memang atas perintahnya para asisten rumah tidak ada yang berani menyentuh nya


Dibantu dengan beberapa pengawal Vanya membersihkan dan membuang tanaman yang mulai layu.


Sambil bersenandung ria Vanya menyirami bunga - bunga menggunakan slang air, saat fokus menyiram bunganya tiba tiba dua lengan memeluknya dari belakang .


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2