Tetap Kamu

Tetap Kamu
pesta


__ADS_3

Sebelum kembali kerumahnya, Vanya dan Ferdy mampir sebentar ke makan kedua orang tua nya. Mereka menabur bunga segar di atas dua gundukan tanah itu, sambil mengucap untaian doa keduanya mengusap batu nisan yang bertulis nama kedua pelita hidup mereka.


"Hai Ma... Pa... apa kabar? Hari ini Anya datang bersama kakak kesayangan Anya, dia memperlakukan Anya dengan baik loh, mama tahu kakak sekarang tumbuh jadi pria tampan dan sukses ,dia juga idola kaum hawa loh ma , terimakasih Mama sudah melahirkan seorang kakak yang baik dan bertanggung jawab pada Anya, semoga Mama dan Papa selalu bahagia di sana, Anya rindu pada mama dan papa." ucap Vanya mengusap sudut matanya yang berair


"Ma ... Pa... Ferdy datang nih, Mama dan Papa bahagia di sana ya, Anya sudah besar loh hebatkan ! Ferdy bisa jaga adik kesayangan yang manja ini, hari ini Anya ulang tahun. Ferdy sudah siapkan pesta buat Anya, Ferdy terbang langsung dari Jerman bersama kakek untuk menagih janji Anya, Mama dan Papa tenang aja di sana. Ferdy akan jaga Anya seumur hidup Ferdy , terimakasih telah melahirkan adik seunik Anya, Ferdy kangen sama Mama dan Papa." ucap Ferdy juga terisak


Usai melepas rindu Ferdy dan Vanya meninggalkan tempat itu.


"Hari ini pulanglah ke mansion, saat nya kamu kembali kaya dulu lagi." Ujar Ferdy.


"Baik, Kak."


...----------------...


Di gedung, pesta ulang tahun Vanya sudah siap, tamu undangan baik dari kalangan rekan bisnis Ferdy dan teman - teman sekolah Vanya sudah mulai berdatangan.


Azam dan Shishi berangkat bersama, Azam begitu tampan dengan stelan jas hitam dan Shishi begitu cantik dalam balutan gaun berwarna putih.


Semua tamu undangan menggunakan warna pakaian yang sama memang konsep seperti itulah yang diminta pihak penyelenggara.


Abimanyu, Rian dan Manda juga sudah hadir di sana. Mereka bertemu dengan Shishi dan Azam.


"Eh, kemana teman Lo yang miskin itu. Gak di undang ya? Kasian ! Ferdy aja malu ngundang dia di pesta mewah kaya gini." Ucap Manda sinis


"Manda, urus aja urusan Lo sendiri !" Balas Shishi menarik tangan Azam dan menjauh dari Manda.


"Jika tahu Vanya gak diundang, ogah gue ke pesta kaya gini." Gumam Azam kesal.


"Iya gue juga Zam mending malming sama Vanya di rumahnya. Kak, Ferdy ngomong manis doang buktinya dia malu ngundang Vanya di pestanya." ucap Shishi juga kesal.


Rian dan Abimanyu juga menyusuri tiap orang yang ada dalam pesta itu tapi tidak menemukan orang yang mereka cari.


Kenapa gue juga ikut ikutan nyari tuh cewek, apa pentingnya coba.


Abimanyu mencoba menyangkal perasaannya.


Lo dimana Vanya ? Kenapa gak terlihat disini ? Apa mungkin Lo gak dibolehkan sama kak Ferdy hadir disini ? Jika begitu malas gue kesini Rian mengedarkan penglihatannya.


Di atas panggung sudah tersedia kue ulang tahun yang berukuran besar.


MC sudah meminta perhatian para undangan.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya, suatu kehormatan bagi saya bisa menjadi pembawa acara pesta di keluarga Wiguna yang sangat luar biasa ini. Malam ini adalah malam pesta ulang tahun cucu bungsu dari Tuan besar Arfan Wiguna kita panggilkan dia VANYA PUTRI WIGUNA." Ucap MC itu semangat, riuh tepuk tangan menggema di dalam gedung


Azam dan yang lainnya berdiri dari tempat duduk. Mereka menatap lurus ke atas panggung. Mereka ingin memastikan apa MC itu tidak salah sebut nama atau hanya namanya sama dengan Vanya yang mereka kenal. Karena selama ini yang mereka tahu nama Vanya adalah hanya Vanya putri tanpa embel - embel Wiguna


"Kalian kenapa bengong begitu ? Paling namanya doang yang sama, mana mungkin si miskin itu jadi putri Wiguna." Ucap Manda


Namun fakta berkata lain di atas panggung berdiri tegak seorang yang mereka kenal dia adalah Vanya dengan menggunakan gaun putih tanpa lengan di atas lutut dan mewah serta rambut terurai indah membuat Vanya begitu manis dan cantik.


Tak kalah darinya laki - laki tampan disampingnya menggunakan tuxedo hitam membuat aura ketampanannya berkali lipat.


Azam. Shishi, Abimanyu dan Rian menatap kagum pada Vanya. Mata Abimanyu dan Rian tak berkedip melihat penampilan tak biasa dari Vanya.


"Tidak mungkin ! " Manda tidak percaya


"Kita gak mimpikan ! Zam ?" Tanya Shishi


"Enggak Shi ini nyata."


MC mempersilahkan Kakek memperkenalkan cucu bungsunya pada semua orang.


"Saya akan memperkenalkan cucu bungsu saya pada kalian semua, dia adalah Vanya Putri Wiguna adik kandung dari Ferdy Wiguna cucu sulung saya. Selama ini cucu saya Anya tidak ingin jika dirinya dan kehidupannya di ekspos setelah putra dan menantu saya meninggal beberapa tahun lalu, dia memilih hidup terpisah untuk menenangkan dirinya." Ucap Kakek Arfan


Sontak membuat teman sekelas Vanya berbisik bisik mereka tak menyangka Vanya yang selalu dihina dan direndahkan oleh orang lain ternyata cucu dari orang ternama di kota ini.


"Selamat ulang tahun Nona muda, saatnya meniup lilin dan memotong kue." Ucap MC


"Baiklah terimakasih tapi sebelumnya saya ingin mengundang dua orang yang spesial dalam hidup saya untuk naik ke panggung bersama saya, Azam. Shishi ! Naiklah ke panggung gue tahu kalian ada disini." Ucap Vanya.


Azam dan Shishi masih tak percaya nama mereka disebutkan untuk naik ke panggung


"Ayo naik sana kelamaan Vanya menunggu." Ujar Riyan


Azam dan Shishi melangkah naik ke panggung diiringi tepuk tangan para tamu membuat mereka begitu gugup. Setelah mereka berdiri di sana Vanya meniup lilinnya dan memotong kue, potongan kue pertamanya diberikan pada Kakek dan yang kedua diberikan pada Ferdy selanjutnya Azam dan Shishi.


"Sebelumnya gue minta maaf sama Lo berdua, karena menyembunyikan identitas gue. Apa kalian masih mau bersahabat dengan orang yang sudah berbohong ini ?" Tanya Vanya harap-harap cemas.


Azam dan Shishi tersenyum


"Siapa pun Lo, kami tetap sahabat kesayangan Lo kita tetap bersahabat !" Jawab Azam.


"Baiklah terimakasih sudah datang ke pesta ulang tahun Adik kesayangan saya, silahkan nikmati pestanya !" Ucap Ferdy tersenyum. Shishi sedikit risih karena Ferdy selalu curi-curi pandang padanya

__ADS_1


"Kalau suka tembak aja keburu di ambil orang loh." Goda Vanya


Ferdy jadi salah tingkah dan malu.


"Kakak akan menemui rekan bisnis kakak dulu." Ucapnya langsung meninggalkan tempat itu. Shishi merona malu.


"Gue senang, Kok. kalau Lo jadi Kakak ipar gue. Umur Lo sama Kakak gue beda 4 tahun doang." Goda Vanya lagi


"Calon Nyonya besar nih." Ledek Azam


"Apaan sih Lo ! Jangan aneh - aneh deh." Ujar Shishi malu.


Vanya dan Azam terkekeh berhasil menggoda Shishi. Mereka bertiga menemui teman sekelas mereka di sana


"Selamat ulang tahun, Van." Rian tersenyum


"Terimakasih cogan nomor dua." Balas Vanya senang


Rian senang sekali Vanya memanggilnya dengan sebutan itu lagi. Abimanyu ingin sekali mengucapkan selamat pada Vanya, tapi gengsinya terlalu tinggi karena dia terang terangan menunjukkan ketidak sukanya pada Vanya beberapa bulan lalu.


"Nikmati sajiannya, nanti kalian bisa main ke mansion gue. Tapi sebelumnya maaf jika sedikit ribet nanti." Ujar Vanya


"Manda kemana?" Tanya Azam karena tidak melihat Manda dari tadi.


"Eh iya kemana tuh anak ? jangan-jangan pulang !" Ujar Rian


"Kalau gitu gue susul dia dulu ya." Ujar Abimanyu berlari keluar


"Abi gimana sih ?! cewek sendiri gak diperhatiin." Ujar Shishi


Semua orang menikmati pesta malam ini begitu juga Rian , Azam dan Shishi .


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira

__ADS_1


__ADS_2