Tetap Kamu

Tetap Kamu
Hukuman manis


__ADS_3

Vanya merasa bosan di rumah, tidak tahu apa yang mesti dilakukannya. Menulis novel juga tidak karena novel keduanya dalam proses penerbitan.


"Jalan - jalan sepertinya lebih baik." Gumam Vanya.


Dia bergegas mengambil tas gendongnya serta memasukkan ponsel dan dompetnya. Vanya pamit pada kepala pelayan agar tidak ada yang mencarinya jika tidak ada di rumah .


Vanya memasuki mobil sportnya tapi sebelum nya dia menelpon Shishi untuk mengajaknya.


"Halo calon Kakak ipar ! Ayo temani gue jalan - jalan. Suntuk di Mansion, gue jemput sekarang ya." Vanya mematikan telpon tanpa menunggu jawaban Shishi


Vanya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, beberapa menit kemudian dia sampai ke halaman rumah Shishi.


"Selamat malam Tante ! " Sapa Vanya kepada mama Shishi. Beliaulah yang membuka pintu untuk Vanya.


"Selamat malam, Van. Kenapa manggilnya Tante lagi ? Vanya udah janji panggil Tante dengan sebutan mama." Balas mama Shishi tersenyum


" Ma, Vanya minta ijin mau ajak Shishi jalan sebentar ya ? "


" Iya Nak. Hati - hati jangan pulang terlalu malam, sebentar mama panggilkan Shishi " Balas Tante Indah mama Shishi .


Sebelum dipanggil Shishi sudah turun terlebih dulu." Ma Shishi jalan sama Vanya dulu ya."


" Iya sayang hati- hati dijalan." Balas Tante Indah sambil mengantar Vanya dan Shishi keluar.


...----------------...


Vanya dan Shishi melajukan mobil kearah Mall, Vanya sengaja membawa Shishi jalan - jalan ke Mall, bukan untuk belanja tapi hanya jalan mengelilingi Mall


Aneh bukan ?


"Gak salah nih ? Kita ke Mall. Lo mau belanja apa ?"


"Gak ada ! Cuma jalan-jalan doang, jenuh gue di Mansion, cuci mata dulu dong liat cogan berhamburan di sini" Balas Vanya memarkirkan mobilnya


"Lo kira mereka kertas berhamburan segala."


Vanya dan Shishi mulai jalan-jalan mengelilingi Mall, mata mereka tertuju pada dua sosok manusia yang sedang berdiri memilih sepatu.


"Van, bukannya itu Abi sama Manda ya ?"


"Iya gue liat, kok. Biarkan aja kita lanjut ke sana." Vanya merangkul tangan Shishi


" Lo gak apa - apa?"

__ADS_1


"Ya Enggaklah Markonah ! Dia siapa gue ? Di sini ceritanya gue yang suka sama dia. Semua orang tahu dia benci sama gue. Mungkin, dulu karena sering gangguin dia. Ya udahlah gak usah dipikirin. Gue udah bisa menetralkan perasaan gue" Jawab Vanya panjang lebar


"Syukurlah masih ada cowok lebih baik dari dia."


Tanpa terasa Vanya dan Shishi mulai lelah setelah mengelilingi Mall sebesar itu. Vanya dan Shishi memasuki kafe yang ada di sana, mereka memesan minuman karena sudah merasa haus. Sambil menunggu minuman datang tiba - tiba dikagetkan suara seseorang yang tak asing.


"Vanya ! Shishi ! Kalian berdua ngapain disini ?" Sapa Azam yang juga masuk ketempat itu.


"Mau numpang tidur disini." Jawab Vanya acuh


"Kenapa tidur disini ? Rumah Lo digusur atau kalian tidur sambil jalan ya alias mengigau?"


" Ya ampun Asep, kita kesini tuh mau minum ! Ini tenggorokan udah kemarau panjang, setelah jalan - jalan tadi." Jelas Vanya mulai gregetan


"Gue kirain kalian berdua mimpi jalan - jalan ke Mall." Azam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Lo sama siapa kesini ?" Tanya Shishi


Sebelum Azam menjawab pelayan datang mengantar minuman Vanya dan shishi. Azam pun jadi memesan minuman lagi pada pelayan itu.


"Gue sama mama, ngantar belanja."


"Kalau gitu gue tungguin di mobil ya, Shi." Vanya buru-buru menyedot minumannya dan berdiri dari kursinya.Tiba tiba suara seseorang menghentikan Vanya.


" Tunggu ! Tetap disitu." Ujar wanita itu tak lain adalah mama nya Azam Mama Sintia


Mama Sintia mendekat pada Vanya


Azam dan Shishi menjadi tegang.


"Ma, jangan memarahi Vanya kami tidak sengaja bertemu disini." Azam gelisah karena takut mamanya mempermalukan Vanya seperti waktu lalu.


"Diam, mama ingin bicara pada Vanya" Ujar Mama Sintia


Vanya mengangkat kepalanya menatap tante Sintia dengan rasa takut. Azam melihat sekitar mereka, beruntung hanya ada mereka yang ada di dalam kafe itu belum ada orang lain yang masuk.


"Vanya... Tante minta maaf atas perlakuan Tante yang buruk sama kamu, permintaan maaf ini sudah lama Tante ingin sampaikan. Tapi, Tante tidak memiliki keberanian dan Tante minta maaf bukan karena sudah tahu siapa kamu. Tapi, karena memang Tante menyadari kesalahan ini. Tante egois ! Tante akan menerimamu berteman dengan Azam, Tante minta maaf kamu boleh membalas perlakuan Tante. Atau... Menghukum tante. Dengan senang hati tante akan menerimanya untuk menebus kesalahan tante." Ucap Mama Sintia terisak dan tulus


Azam dan Shishi menghembuskan nafas lega atas pemintaan maaf tante Sintia yang benar - benar dilakukannya . Vanya merasa bahagia tante Sintia mau menerimanya berteman dengan Azam . Ketika Vanya ingin membuka mulutnya pelayan datang lagi mengantar minuman pesanan Azam.


"Tante yakin ingin Vanya hukum?"


Azam dan Shishi terkejut dan tegang kembali, aura Vanya berubah seketika seperti bukan Vanya yang mereka kenal.

__ADS_1


"Iya Tante siap dan akan menerimanya." Jawab Mama Sintia tanpa ragu


Azam mulai cemas walau bagaimana pun dia sangat menyayangi ibunya dan hukuman apa yang akan diterima ibunya ? Mengingat Vanya bukan orang sembarangan .


Nafas Azam dan Shishi tidak beraturan karena cemas. Wajah mereka terlihat pucat dan berkeringat dingin, menunggu hukuman dari Vanya untuk Mama Sintia Karena melihat dari wajahnya Vanya serius akan memberikan hukumannya pada Mama Sintia


"Baiklah Vanya akan menuntut Tante"


Tante sintia pasrah karena ini harga yang pantas dia terima atas perlakuannya pada Vanya selama ini. Azam dan Shishi sudah tak karuan tapi mereka juga tidak bisa menghentikan Vanya kerena itu adalah haknya. Vanya melanjutkan kata - katanya . " Aku akan menuntut Tante dengan memberikan kasih sayang Tante seumur hidup nanti pada Vanya, apa tante bersedia?" Ujarnya tersenyum lembut


Tante Sintia memeluk erat Vanya dengan menangis haru. Azam dan Shishi terduduk lemas di kursinya, sambil memejamkan mata Azam menghembuskan nafas kasar. Perasaannya lega karena hukuman Vanya tak seperti dia fikirkan.Tante Sintia masih terisak memeluk Vanya


"Terimakasih sayang, Tante sangat malu sama kamu yang punya hati mulia seperti ini. Tante akan menjalani hukuman tante seumur hidup, mulai sekarang panggil tante mama seperti Azam." Mama Sintia mengusap air matanya.


"Benar tante boleh begitu ?" Tanya Vanya berbinar


" Iya sayang, Shishi juga boleh panggil tante mama. Kalian bertiga anak - anak kesayangan mama."


Azam berterimakasih pada Vanya karena tidak mendendam pada ibunya, bahkan Vanya memberikan hukuman manis untuknya


Mama Sintia merasa lega dan bahagia, Vanya Azam dan Shishi menghabiskan waktu dengan melanjutkan makan malam bersama. Tawa bahagia dari mereka begitu terlihat malam ini.Tanpa mereka sadari dua orang yang tak asing sudah memperhatikan mereka sejak tadi


Lo bodoh Abi, membenci wanita berhati malaikat seperti Vanya. Dibanding Manda yang Lo bangga banggain selama ini, Vanya lebih baik seribu kali dan Lo malah berpura - pura pacaran sama cewek matre ini demi menghindarinya agar gak gangguin Lo


Abimanyu melirik Vanya dari kejauhan


*terimakasih sudah membaca*


jangan lupa kasih


👍




terimakasih 🙂


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow

__ADS_1


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira


__ADS_2