Tetap Kamu

Tetap Kamu
Di usir


__ADS_3

Vanya sedang duduk di kursi taman depan sekolah menunggu dua sahabatnya.


"Van ! Vanya !" Teriak Shishi sambil berlari.


"Lo kenapa habis dikejar hantu?" Tanya Vanya bingung tidak biasa nya seorang Shishi yang anggun berlarian


"Lebih dari itu, Van ! Tadi pagi mama Azam telpon gue. Katanya tadi malam Azam jatuh dari motor selepas pulang dari rumah Abi." Jawab Shishi dengan nafas masih tersengal.


"Beneran ? Habis ngantar gue dia langsung pulang ke rumah. Memangnya jatuh dimana?" Tanya Vanya penasaran


"Jalan dekat rumahnya, karena menghindar dari kucing mau nyebrang, sekarang dirawat di rumah sakit karena lukanya lumayan banyak." Jelas Shishi


"Terus rencana Lo gimana?"


"Mau jenguklah." Jawab Shishi sambil menenggak minuman botolnya .


...----------------...


Bel masuk kelas telah berbunyi nyaring. Siswa siswi telah memasuki kelas masing - masing. Begitu juga dengan kelas 11 IPA 1 mereka sudah duduk manis di dalam kelas.


"Anak - anak kalian pasti sudah tahu informasi tentang ketua kelas kita Azam yang sedang sakit di rumah sakit. Nah, Ibu berencana kita akan menjenguknya sepulang sekolah nanti, tapi hanya sebagian sisanya pulang ke rumah masing - masing." Ujar Ibu Vivin


"Iya, Bu ! Jadi siapa saja yang ikut?" Tanya Shishi


"Kamu, Vanya, Abi dan Rian."


"Maaf, Bu. Bisa saya digantikan dengan yang lain aja ?" Tanya Vanya


"Gak Vanya, kamu wakil ketua kelas tapi sebelumnya kita beli buah tangan dulu." Ujar Ibu Vivin


"Hari ini saja, Bu ! Saya gak ikut boleh ya." Vanya memohon.


"Keputusan Ibu tetap Vanya." Jawab Bu Vivin tegas. Vanya menghela nafas kasar


"Kejadian itu tidak mungkin terulang lagi, Vanya." Shishi menguatkan Vanya


"Semoga saja, gue gak bisa liat Azam bertengkar dengan mamanya gara - gara gue." Vanya menunduk melihat ke atas meja.


"Kenapa dia jadi melow begitu? Yang sakit'kan sahabatnya. Kok, dia enggan gitu mau jenguk." Gumam Rian


"Gue juga malas sebenarnya ikut, tapi Bu Vivin menentukan duluan mau gimana lagi." Sambung Abimanyu


"Kenapa Lo malas ikut?" Tanya Riyan


"Karena apa lagi ? Ya, karena ada cewek aneh itulah." Ujar Abimanyu kesal


"Segitu gak sukanya Lo sama dia?" Tanya Rian


"Iya jijik gue, kalau bisa tuh ! Mukanya gak usah nongol depan gue." Jawab Abimanyu


Vanya menundukkan kepalanya dimeja.


Segitu jijiknya Lo sama gue, Bi. Ya ampun hati jangan khianati gue dong jangan baperan sama orang yang salah.

__ADS_1


"Van, Lo kenapa sakit ? Kita ke UKS yuk !" Ujar Shishi


"Gak Shi, gue sehat mau molor aja sebentar, kangen pacar khayalan gue." Jawab Vanya santai.


Shishi hanya tersenyum ada - ada saja kelakuan Vanya pikirnya. Para siswa belajar dengan tertib sampai tiba Bel pulang Bu Vivin minta muridnya menunggu di parkiran.


...----------------...


"Van, Lo ikut gue ya."


"Iya Shi." Jawab Vanya tersenyum


Abimanyu dan Rian juga menunggu di sana. Tidak lama Manda juga datang ikut bergabung. Abimanyu melihat Vanya dengan tatapan tak suka


"Hei tampan, gak usah ngeliatin gue. Nanti Lo jatuh cinta sama gue bahaya susah move on loh !" Ujar Vanya tersenyum


"Bisa gak mulut Lo diam ?! Hal yang paling gue hindari saat ini adalah Lo, jangan dekat dan ngomong sama gue !" Ucap Abimanyu kesal


"Lo yakin? Jangan kangen gue ya." Balas Vanya sambil membuka mobil Shishi


"Jaga omongan Lo ya miskin." Sarkasme Manda tersenyum sinis. Tangan nya menahan lengan Vanya saat akan masuk ke dalam mobil.


"Lepasin tangan Lo, mau ketularan virus miskin gue ?" Ujar Vanya.


Manda dengan cepat melepas tangannya dan mengambil tissue basah di dalam tasnya. "Bener tuh, tangan cantik Lo di bersihin. Kalau bisa sampai rumah sakit diperiksa ke Dokter, siapa tahu alergi nyentuh kulit gue." sambung Vanya lagi langsung duduk di mobil.


Sementara Manda dan Abimanyu sangat kesal pada Vanya, lalu apa kabar dengan Rian? Dia hanya tertawa didalam mobil bersama Bu Vivin


...----------------...


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka


"Selamat sore. Bu, Azam !" Sapa Bu Vivin


"Selamat sore, Bu."


Bu Vivin masuk bersama Rian. Abimanyu, Manda dan Shishi


"Dimana Vanya, Shi ?" Tanya Azam


"Gue disini."


"STOP ! Di situ." Teriak mama Azam


Seketika Vanya menghentikan langkahnya, begitu juga dengan yang lain.


"Ma ... biarkan Vanya masuk."


"Kamu keluar dari sini ! Azam gak butuh kamu di sini. Gadis miskin seperti kamu hanya akan menjadi benalu buat anak saya." Ucap mama Azam penuh amarah.


Vanya hanya diam membisu begitu juga dengan yang lainnya, masih terkejut dengan reaksi mama Azam.

__ADS_1


"Ma... Jangan menghina Vanya, dia gak seperti yang dituduhkan mama." Azam berusaha duduk.


Air mata Shishi jatuh tanpa ijin, dia tak menyangka jika mama Azam masih belum bisa menerima persahabatan Azam dan Vanya.


"Berhenti membelanya Azam ! Gadis miskin yang tak tahu asal usul keluarganya ini hanya akan membuat masalah untuk kamu. Masih banyak orang lain yang bisa jadi teman kamu tapi bukan dengan dia. Sekarang kamu pergi ! Keberadaan mu gak diharapkan disini." Ujar mama Azam penuh emosi


Ibu Vivin angkat suara. "Maaf, Bu. Saya yang memaksa dia ikut. Padahal tadi dia sudah menolak." Wanita paruh baya itu tak enak hati pada Vanya.


"Baik Tante, saya akan pergi dari sini. Azam cepat sembuh ya, Shi gue tunggu di luar." Vanya tersenyum meninggalkan tempat itu. Sementara yang lainnya melanjutkan niat untuk menjenguk Azam.


...----------------...


Di taman rumah sakit Vanya duduk sendiri menatap kebawah sambil memainkan kakinya di rumput


"Lucu ya orang kaya, merasa paling tinggi derajatnya."


"Gue juga berasal dari orang kaya tapi orang tua gue gak gitu sifatnya." Sahut Rian langsung duduk di samping Vanya


"Lo ngagetin aja !" Ujar Vanya melirik kesal


"Lo gak apa - apa ?" Tanya Rian. Ia menatap lekat wajah Vanya mencari celah kesedihan di wajah cantik itu.


"Gue ? emang kenapa ?" Tanya balik Vanya menoleh pada Rian sambil tersenyum yakin jika dirinya baik-baik saja.


"Melihat reaksi mama nya Azam, kayanya dia benci sama Lo." Selidik Rian ingin tahu. Dia sangat penasaran tentang kejadian beberapa menit lalu.


"Biar aja, itu hak dia." Jawab Vanya santai. Ia menghela nafas panjang sembari melihat ke segala arah.


Dari jauh terlihat Bu vivin dan yang lainnya keluar dari ruangan Azam. Terlihat sekali jika Manda dan Abimanyu senang dengan perlakuan Mama Azam pada Vanya. Berbeda dengan Ibu Vivin, beliau terlihat menyesal karena memaksa Vanya untuk ikut.


"Vanya..." Panggil Shishi langsung berlari memeluk Vanya


"Gue baik- baik aja." Vanya seakan tahu pertanyaan Shishi


"Van... Maafkan Ibu tadi memaksamu ikut, gara - gara ini kamu diperlakukan tidak baik." Ujar Bu Vivin sedih.


"Dia pantas mendapatkan itu, orang miskin akan jadi benalu pada orang kaya." Celetuk Manda sinis.


"MANDA !"


"Enggak apa - apa, Bu. Besok akan membaik seperti semula." Balas Vanya tersenyum


"Baiklah ayo kita semua pulang." ucap Bu Vivin merasa lega.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira

__ADS_1


__ADS_2