Tetap Kamu

Tetap Kamu
Perpisahan kelas 12


__ADS_3

Ferdy sudah mendarat di tanah air, untuk menghadiri perpisahan Vanya dan sekaligus menjemputnya untuk pergi ke Jerman .


Sedih ? Itu dirasakan Vanya saat harus berpisah dengan teman - temannya untuk melanjutkan pendidikannya.


Walau awal nya berat rasa nya. Tapi Azam dan Shishi harus bisa memahami bagaimana pun juga jika ada pertemuan pasti ada perpisahan .


Demi mimpi dan cita - cita. Mereka harus meneguhkan hati , agar semuanya berjalan sempurna. Dimana pertemuan itu akan terjadi lagi nanti di belahan dunia mana? tidak ada yang tahu .


Vanya berdiri cantik menunggu sang kakak. Terlihat di pintu keluar bandara seorang laki - laki begitu tampan dengan memakai pakaian kasual dan kacamata hitamnya menarik koper dengan gagah .


"Kak ! Di sini." Panggil Vanya melambaikan tangannya


Ferdy mengenali suara khas milik adiknya. "Anya kamu sudah lama ?" Ia memeluk Vanya penuh kerinduan


" Enggak juga, Kak ! Bagaimana kabar Kakak dan Kakek di sana?" Vanya melepaskan pelukannya


"Baik. Kami berdua juga sehat , Kakek sangat merindukanmu dan kamu sendiri bagaimana?" Ferdy melangkah sambil menjawab.


"Sehat, Kak. Anya juga merindukan kakek, ayo kita pulang !" Ajak Vanya


" Iya. Kakak juga lelah" Balas Ferdy sambil masuk ke mobil.


Mobil Vanya melaju dengan kecepatan rata-rata. Sambil bercerita dan saling ledek tanpa terasa mereka sudah sampai di Mansion Vanya. Para Bodyguard dan Maid berjejer rapi di depan pintu masuk untuk menyambut Ferdy dan Vanya .


"Selamat datang tuan muda, nona muda." Sapa Bodyguard dan Maid


"Terimakasih sudah menyambutku." Ferdy tersenyum hangat. Para Bodyguard dan Maid membungkukkan badan dan kembali ke tempatnya masing - masing


"Kakak istirahat dulu. Nanti kita makan bersama, Anya akan mengundang Azam dan Shishi serta Rian juga."


"Shishi ?"


"Iya. Kenapa ? Kakak gak suka. Baiklah Anya batalkan saja mengundangnya." Goda Vanya.


"Ja—jangan di batalkan ! Undang saja dia kakak akan istirahat dulu nanti baru bersiap." Jawab Ferdy terbata wajahnya sedikit memerah


"Baiklah. Kakak istirahatlah, nanti Anya panggil jika sudah siap." Vanya sambil meninggalkan kamar Ferdy.


...----------------...


Di tempat lain Azam dan Shishi senang mendapat undangan makan bersama di Mansion Vanya. Begitu juga Rian sudah seperti kupu - kupu berterbangan saking senangnya mendapat pesan makan bersama dari Vanya.


"Lo kenapa senyum - senyum begitu?" Tanya Abimanyu yang baru keluar dari kamar mandinya.


" Bi. Seperti nya gue balik dulu ya, gue ada urusan sedikit." Rian meraih jaket dan kunci mobilnya


Abimanyu hanya mengangguk dan tak berniat bertanya lagi. Begitulah dirinya tidak terlalu ingin tahu urusan orang lain.Tapi andai dia tau urusan mendadak Rian adalah makan bersama di rumah Vanya !


Apa kabar hati Abimanyu ?


Pasti ia tidak tinggal diam dan akan mencari cara agar bisa nempel pada Rian . Walau di sana, dia hanya akan jadi pendengar setia karena rasa gengsi yang tinggi dia tak ingin memperlihatkan jika dirinya sudah menyukai Vanya.

__ADS_1


...----------------...


Detik, menit dan jam telah berlalu kini mereka tengah santai di ruang keluarga. Usai makan bersama .


"Shishi ! Kok, nunduk terus ?" Goda Vanya sambil melirik Ferdy. "Ehm ! Kakak jangan curi curi pandang dong, teman Anya malu."


"Shi, Awas ! Ada tomat pecah di pipi Lo." Ledek Azam tersenyum jahil


"Zam, jangan goda calon nona muda , nanti tuan muda marah loh." Sambung Rian


Ferdy menjadi salah tingkah begitu juga Shishi yang tampak sangat malu terlihat dari wajahnya yang bersemu merah jambu


"Anya, Kakak pinjam temanmu dulu ya nanti kakak kembalikan lagi " Ujar Ferdy yang sudah bisa menguasai dirinya. Ia meraih tangan Shishi untuk mengajaknya keluar dari Mansion nya.


Vanya, Azam dan Rian tertawa terbahak terbahak, tak menyangka seorang Ferdy lucu juga jika sedang jatuh cinta.


...----------------...


Vanya sedang bersiap di kamarnya, berulang kali dia melihat penampilannya di kaca cermin.


Dengan dibantu para maid Vanya memoleskan make up natural begitu cantik dan anggun, dia menggunakan kebaya modern serta rambut panjangnya di buat gaya wavy atau mengombak sangat mempermanis tampilannya .


Begitu juga Ferdy tak kalah tampan hari ini. Dia menggunakan jas warna senada dengan Vanya. Jika di lihat dari penampilan saat ini merekalah raja dan ratunya.


Mereka sudah tiba di gedung aula SMA tunas Bangsa. Mereka di sambut dengan khusus oleh kepala sekolah tak lupa bodyguard mereka selalu mengekor di belakang . Banyak decak kagum dan iri para siswa terhadap Vanya saat ini .


Abimanyu dan Rian sangat mengagumi penampilan Vanya yang begitu berbeda, begitu juga Shishi dan Azam mereka telah melihat sisi lain Vanya dan Ferdy


Inikah gaya kehidupan orang yang benar - benar kaya? glamor tapi dermawan, berkedudukan tinggi tapi rendah hati. Itulah yang saat ini terlintas di pikiran Azam dan Shishi


Tibalah pada saat acara yang sebenar nya. Sebelum acara inti. Ferdy di minta memberikan sambutan selaku kepemilikan yayasan SMA Bina Bangsa.


Usai memberikan sambutan Ferdy di sambut dengan tepuk tangan meriah dari orang- orang yang hadir di aula itu.


Manda terkejut bagaimana tidak Ferdy adalah pemilik sekolah ini dan pasti menunjukkan jika Vanya pemiliknya juga.


Rasa malu dan iri bercampur aduk pada dirinya. Hingga saat ini, dia tidak bisa menikmati acara perpisahan itu.


Kini tiba giliran nya kepala sekolah mengumumkan lulusan terbaik di sekolah itu.


"Saya akan mengumumkan lulusan terbaik dengan nilai terbaik jatuh kepada ... Ananda VANYA PUTRI silahkan maju ke depan sampaikan pesan dan kesanmu." Ucap kepala sekolah. Beliau sengaja tidak menyebutkan embel - embel Wiguna atas permintaan Vanya.


Vanya maju ke depan dengan langkah anggun Abimanyu dan Rian tidak berkedip memandang Vanya dari kejauhan. Vanya menghidupkan mic dan mulai bicara.


"Saya sangat bersyukur dianugerahi otak yang cerdas hingga membuat saya bisa menyelesaikan pendidikan saya dengan baik di tahap SMA ini. Pesan saya untuk adik - adik kelas yang hadir disini, mari belajar lebih giat lagi agar bisa menjadi yang terbaik ! Saya sangat bersyukur di berikan guru - guru yang baik, teman - teman yang baik. Di sini saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf saya. Jika saya pernah berbuat salah selama di sekolah ini. Dan juga di kesempatan ini, saya akan meminta maaf khusus kepada seseorang di depan kalian semua yaitu . Abimanyu Permana." Ucap Vanya menatap lekat pada Abimanyu yang tak jauh. Abimanyu merasa namanya disebut jadi tersenyum tipis "Gue Vanya putri meminta maaf sama Lo, atas sikap dan sifat gue selama ini yang membuat Lo risih dan gak nyaman dihari - hari Lo selama ini. Terimakasih Lo juga ikut mengukir cerita di hidup gue, sekali lagi gue benar- benar minta maaf. Selepas ini semua kita akan menjalankan kehidupan kita ke depan dengan tidak saling mengganggu satu sama lainnya dan terimakasih juga buat Rian dan kedua sahabat kesayangan gue Azam dan Shishi yang mau berteman sama gue dan juga melengkapi cerita hidup Vanya putri di masa Putih abu- abu." Sambung Vanya tersenyum lalu meninggalkan panggung


Tepuk tangan menggema di aula itu , acara hampir selesai Vanya mendekati Ferdy dan mengajaknya ke parkiran


"Kak ayo ! Anya sudah siap dan sudah sangat merindukan Kakek."


Ferdy mengangguk, mereka menghampiri Azam dan Shishi, Vanya berpamitan pada Azam dan Shishi serta pada kedua orang tua mereka, serta memeluk mereka satu persatu

__ADS_1


Sambil menangis sesegukkan


Vanya melangkah mendekati Rian dan memeluknya sangat lama.


"Gue pasti sangat merindukan Lo


Gue berharap kita akan bertemu lagi di lain waktu." Ujar Rian mengusap air mata di pipi Vanya dan tanpa sadar mengecup kening Vanya sangat lama.


Abimanyu melihat ke parkiran, di sana Vanya sedang berpamitan pada Rian dan yang lain nya. Dia juga sudah tahu jika hari ini. Vanya akan terbang keluar negeri. Hatinya terenyuh dan penyesalannya begitu dalam. Abimanyu berlari menemui Vanya ke parkiran


Vanya beralih memeluk kedua sahabatnya itu lagi dan kembali menangis, sisi lemah Vanya terlihat nyata disini


"Kita pasti kangen sama Lo, jangan lama - lama di negeri orang." Azam dan Shishi juga terisak


"Jangan kangen gue." Canda Vanya di sela - sela tangisnya


"Ayo Anya penerbangan kita sebentar lagi. Mama indah tunggu Ferdy akan datang lagi untuk melamar Shishi." Ucap Ferdy tanpa ragu.


Shishi tersenyum lembut dia juga berhamburan ke pelukan Ferdy. "Kakak hati - hati ! Jaga kesehatan dan jaga juga sahabat kesayangan aku."


"Iya kamu juga sayang ,tunggu aku disini. Jangan nakal." Ferdy mengecup kening Shishi. Mereka sudah resmi berpacaran semenjak semalam.


" Anya... Anya... Tunggu ! Please jangan tinggalin gue ..." Teriak Abimanyu sambil berlari. Itulah pertama kalinya dia menyebut nama Vanya.


Mobil Vanya dan Ferdy meninggalkan gerbang sekolah Azam dan Shishi juga pulang kerumahnya masing masing


Abimanyu terduduk lemas dengan nafas tersengal dia mengutuk kebodohannya. "Anya... Maafin gue. Gue jahat ! Egois ! Angkuh. Gue salah selama ini mandang Lo hanya sebelah mata. Jujur gue kangen Lo yang dulu. Karena gengsi gue juga enggak mau mengalah sama Lo, Anya gue suka sama Lo." Ucap Abimanyu menitikkan air mata penyesalan sambil menatap kosong di gerbang sekolah. Karena mobil Vanya sudah menjauh di kejar pun percuma


Rian memejamkan matanya mendengar pengakuan Abimanyu. Di balik tembok tubuhnya bersandar lemah. Bibirnya tersenyum pahit. Di balik sikap dingin dan kasar Abimanyu ternyata dia juga menyukai Vanya.


* Terimakasih sudah membaca*


jangan lupa dukung author


berikan 👇


👍




and vote


terimakasih 🙂


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow

__ADS_1


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira


__ADS_2