Tetap Kamu

Tetap Kamu
Bertemu kembali


__ADS_3

Vanya menggeliat manja di kasurnya. Kenyamanan di kasur king size nya membuat dirinya enggan untuk bangun. Ponsel Vanya bergetar di atas nakas dengan mata sedikit terpejam dia menggeser tombol hijau di ponsel nya.


"Halo." Jawab Vanya dengan suara serak nya.


"Ada kegiatan sosial di rumah sakit jam satu siang."


"Jam 1 siang."


"Iya."


"Iya jemput gue," Jawab Vanya


Vanya bangun dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena sebentar lagi Azam akan datang menjemput. Usai membersihkan diri Vanya menikmati sarapan paginya.


"Nona ada Tuan Azam di depan."


"Baiklah suruh dia kemari untuk ikut sarapan."


Maid memanggil Azam, tak lama Azam bergabung dimeja makan bersama Vanya.


"Gue harus apa ? Ikut ke rumah sakit." Tanya Vanya


"Hari ini gue kunjungan ke bangsal anak khusus kanker. Jadi, buat menghibur mereka gue butuh Lo buat mendongeng."


"Oke dengan senang hati." Balas Vanya senang.


...----------------...


Usai sarapan Vanya dan Azam pergi ke rumah sakit. Vanya keluar dari mobil bersama Azam.


Mata pegawai rumah sakit tidak berkedip memandang Vanya yang begitu cantik. Sambil bersenda gurau Azam dan Vanya begitu terlihat bahagia, tak memungkiri hal ini membuat para hati jomblowati meronta tak terima . Azam mengajak pasien mengobrol dan menanyakan keluhan mereka, sementara Vanya berdiri manis di samping Azam.


"Apa kabar sayang ?" Tanya mama Sintia yang baru sampai di rumah sakit.


"Ma... Kabar Vanya baik, mama sendiri gimana? Maaf belum sempat ke rumah mama." Ucap Vanya memeluk penuh rindu pada mama Sintia.


"Kabar mama sangat baik dan sehat Baiklah sayang , kalian lanjutkan ya mama ada yang diurus sebentar." Mama Sintia meninggalkan Azam dan Vanya.


Kini giliran Vanya duduk di kursi membacakan dongeng untuk pasien khusus kanker itu. Vanya begitu tersentuh sungguh besar semangat para anak - anak itu untuk sembuh. Dia pun berfikir untuk menjadi donatur di rumah sakit milik Azam.


Vanya berniat membantu Azam membangun ruangan baru untuk pasien penyandang kanker khusus dewasa. Karena menurutnya rumah sakit milik Azam lumayan besar


Usai dari sana Vanya dan Azam pergi ke ruangan Azam menemui mama Sintia. Mereka saling bercerita dengan penuh kehangatan. Semua itu tak lepas dari pantauan seseorang yaitu dokter Vera.


Sedih dirasakannya saat laki - laki yang dicintainya ini ternyata sudah punya wanita lain, dan Nyonya Sintia tampaknya sangat menyukai wanita itu. Yang tak lain adalah Vanya sedang bercengkrama di dalam ruangan Azam.


" Ma, Vanya pamit dulu , ada pertemuan di gedung Q." Pamit Vanya


"Iya sayang hati - hati ! Azam antar Vanya, jam kerja kamu sudah habis, 'kan ? Hati - hati jangan sampai lecet putri kesayangan mama." Mama Sintia membelai sayang rambut panjang Vanya.


" Iya Ma." Azam mencium pipi mama Sintia sebelum keluar


Di dinding Dokter Vera menepuk - nepuk dadanya yang terasa sesak .


"Sesakit inikah ? mencintai seseorang dalam diam." Gumam Dokter Vera.


...----------------...


Di Kantor...

__ADS_1


Abimanyu sedang fokus bekerja bersama asistennya Romi. Terdengar suara ketukan di pintu.


"Masuk." Titah Abimanyu


"Tuan, ada Nona Resha di depan."


"Hm, suruh masuk." Jawab Abimanyu datar


"Kak ! Echa datang menagih janji kakak hari ini." Resha masuk ke dalam ruangan Abimanyu.


"Janji ?" Tanya Abimanyu sambil menatap adiknya.


"Iya janji Kakak, menemani Echa ke acara pertemuan dengan penulis novel yang terkenal itu, Echa sudah membeli novel terbarunya." Ujar Resha


"Baiklah, ayo berangkat sekarang. Romi kamu gantikan saya terlebih dulu disini, saya ada urusan sedikit." Ujar Abi menyiapkan tasnya


Abimanyu dan Resha meninggalkan kantornya dan sekarang mereka menuju gedung Q tempat acara tersebut.


...----------------...


Abimanyu dan Resha masuk di dalam gedung Q. Ternyata mereka mendapatkan antrian yang cukup panjang. Abimanyu dan Resha ikut berbaris di antrian panjang itu.


Di atas panggung penulis terkenal dan cantik sudah duduk manis di kursinya untuk melayani penggemarnya yang meminta tanda tangan dan foto bersamanya.


Setelah tiga puluh menit kini giliran Resha yang naik ".Kak ayo naik !" Ajak Resha pada Abimanyu yang hanya fokus pada ponselnya.


Laki-laki itu malas menjadi pusat perhatian orang - orang jika menampakkan wajahnya terlalu jelas.


"Kamu saja, kakak tunggu disini." Balas Abimanyu tanpa melihat Resha


"Kakak yakin? Ya sudah jangan nyesel." Resha melangkah meninggalkan Abimanyu.


Grep...


Abimanyu berlari naik ke atas panggung. Tiba-tiba ia memeluk seorang wanita yang tengah berkonsentrasi menghadapi penggemarnya.


"Anda siapa? Jangan buat keributan disini."


"Biarkan seperti ini sebentar." Abimanyu belum mau melepaskan pelukannya.


Deg ... deg...deg....


Jantung Vanya berdetak dua kali lebih cepat. Suara ini begitu familiar di telinganya. Dua Bodyguard datang ingin menarik Abimanyu. Tapi Vanya memberi kode dan mereka hanya berdiri pada tempatnya.


"Jangan pergi lagi, jangan tinggalin gue Anya. Gue minta maaf atas kesalahan gue di masa lalu." Abimanyu melepaskan pelukannya.


Vanya menjadi gugup tak karuan para pengunjung lain tak membuang kesempatan untuk mengabadikan momen itu. Sadar pada tempatnya Abimanyu menjadi salah tingkah.


"Te—terimakasih sudah datang di acara gue."


"Maaf gue refleks tadi." Abimanyu tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" I - iya gak apa - apa, gue lanjutin ini lagi. Tinggal sedikit " Vanya tersenyum kaku. Pertemuan gak terduga hari ini membuat nya merasa canggung. Terlebih laki-laki yang menatap lekat padanya sangat berbeda dari 5 tahun lalu.


"Silahkan. Gue ke sini bersama Resha. Dia sangat tergila-gila sama novel Lo." Abimanyu masih merasa mimpi bisa bertemu gadis pujaan hatinya itu." Resha, dia temen kakak waktu SMA." Ucapnya memperkenal Vanya pada adiknya.


"Halo, Kak ! Aku Resha adiknya. Kak Abimanyu. Seneng bisa bertemu langsung sama Kakak. Aku mengoleksi semua novel karya kakak loh." Papar Resha dengan antusias.


"Terimakasih. Seneng juga kenalan sama kamu." Vanya tersenyum manis dan ramah.

__ADS_1


Resha mengambil ponsel Abimanyu dan menggunakan nya untuk mengambil foto mereka. Tak lupa ia juga mencuri foto Vanya dan Abimanyu. Foto candid itu nampak bagus karena natural dan wajah Abimanyu terlihat bahagia.


" Gak sia- sia gue paksa. Kak Abi kesini, lihatlah senyum yang 5 tahun hilang itu sudah mulai kembali " Ujar Resha berkaca kaca.


Abimanyu dan Resha berpamitan pada Vanya , tapi sebelumnya Abimanyu sudah meminta pengunjung untuk tidak mempublikasikan momen yang baru saja terjadi.


Vanya melanjutkan acaranya dengan perasaan tak karuan, dia masih terkejut dengan perubahan sikap Abimanyu saat ini.


Azam yang memperhatikan dari dalam hanya terkekeh. "Dihukum cinta sendirikan Lo Abi."


Bodyguard mendekat pada Vanya.


"Anda tidak apa-apa nona muda ,maaf kami terlambat." Ucapnya penuh sesal


"Yah aku baik - baik saja." Balas Vanya lalu menenggak air mineralnya .


...----------------...


Di mobil, Abimanyu selalu tersenyum mengingat kejadian tadi. Ia tak menyangka Vanya akan kembali ke negara ini. Rindunya selama ini sedikit berkurang melihat wajah cantik itu lagi. Meski pun sikap Vanya kaku padanya.


"Cinta sungguh membuat seseorang seperti orang gila." Gumam Resha


"Terimakasih karena sudah mengajak kakak untuk ke sana." Abimanyu tersenyum bahagia


"Masih ada lagi kejutan untuk Kakak."


"Apa?" Tanya Abimanyu bersemangat


"Buka galery ponsel Kakak."


Abimanyu membuka galery ponselnya, matanya berbinar dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Melihat foto Vanya yang diambil oleh Resha


"Terimakasih," Ucap Abimanyu memeluk adik nya penuh cinta. Resha mengangguk dan tersenyum senang


Tak sia - sia usahanya memaksa Abimanyu datang ke sana. Akhirnya bertemu pada Vanya wanita yang membuatnya berubah selama 5 tahun ini. Mendengar cerita dari Rian, Abimanyu pasti hidup dalam rasa bersalah dan menyesal selama ini , ternyata Tuhan berpihak pada Resha selain pencinta novel Vanya. ternyata Vanya adalah wanita yang ada di ponsel Abimanyu. Wajah Vanya tidak berubah hanya penampilannya saja yang sedikit dewasa .


*Terimakasih sudah membaca*


selalu dukung author


👍




and vote


terimakasih 🙂


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira

__ADS_1


__ADS_2