
Satu minggu kemudian ....
Vanya sudah bergabung di lokasi shooting. Kondisinya sudah pulih total, Ferdy dan keluarganya sudah kembali ke Jerman. Ferdy beberapa kali membujuk adiknya untuk pulang tapi tetap tidak berhasil. Vanya bersikukuh untuk tetap tinggal untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Di rumah keluarga Herlambang
Abimanyu bersenandung ria turun dari tangga rumah nya "Selamat pagi semua nya." Sapa nya dengan sumringah.
"Pagi sayang, kamu terlihat bahagia sekali." Balas mama Vania. Abimanyu tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih. "Kapan kamu membawa calon mantunya mama?" Tanya mama Vania.
"Tunggu ada waktu luang, Ma. Aku juga sedang sibuk selalu lembur di kantor." Balas Abimanyu menyeruput tehnya.
Abimanyu dan Resha berpamitan kepada kedua orang tuanya. Resha masih terfikir dengan laki - laki tampan yang selalu bersama Vanya . Ingin bertanya tapi malu, takut Abimanyu meledeknya. Jadilah rasa penasaran itu tersimpan rapi dibenaknya.
"Kenapa wajahmu begitu?" Abimanyu melihat gelagat adiknya yang gelisah.
"Gak kenapa - kenapa, Kak !"
Abimanyu kembali melihat layar tabletnya. Tanpa terasa keduanya sampai di kampus. Resha turun dari mobil dan sejenak matanya menangkap sosok seseorang yang tak asing baginya.
"Gila ! Kenapa di mana - mana ada dia ? aku pasti berhalusinasi. Gak mungkin, 'kan ? dia ke kampus." Gumam Resha mengerjap matanya berulang ulang.
"Kenapa?" tanya Abimanyu sambil melihat arah pandangan Resha.
Mata Abimanyu berbinar. Melihat wanita yang dirindukannya berdiri di samping dosen muda yang tampan. Tak jauh dari sana juga ada Alan. Resha masih pada pandangannya sampai tidak menyadari jika Abimanyu sudah keluar menemui kekasihnya. Abimanyu merangkul mesra gadisnya .
Vanya terkejut ada lengan kekar melingkar manja di pinggangnya.
"Kamu disini ?"
"Seperti yang kamu liat sayang, ada kepentingan apa kamu disini. Hm?" Tanya Abimanyu sambil menyelipkan anak rambut di telinga Vanya.
Dosen tampan itu hanya tersenyum masam melihat kemesraan didepannya.
Alan menghampiri wanita yang masih berdiri di tempatnya itu. "Nona kamu masih mau berdiri disitu, kemarilah disini ada Nona Muda."
"Jadi ini bukan mimpi dia benar disini ?" Gumam Resha.
"Maksud kamu ?" Ucap Alan bingung
"Lupakan, ayo antar aku menyapa kak Anya." Pinta Resha .
Alan dan Resha menghampiri kakak nya dan Vanya. "Kak apa kabar?" Sapa Resha
"Baik sayang !" Jawab Vanya
"Ada kepentingan apa kamu disini." Tanya Abimanyu mengulang dua kali.
"Ini Dosen sastra di kampus Resha ingin bertemu denganku, karena jalannya searah ke lokasi. Jadi, aku yang mampir ke sini." Jawab Vanya.
"Ada keperluan apa Pak Dosen ? Anda ingin bertemu dengan calon istri saya." Ucap Abimanyu lagi - lagi mengunakan kata pamungkasnya menyebut calon istri
"Begini Pak Abi anak didik saya ingin bertemu dengan Nona Vanya hanya untuk meminta motivasi secara langsung." jawab Dosen itu
"Bilang saja anda yang ingin bertemu." Gerutu Abimanyu kesal.
"Abi !"
"I-iya sayang ayo aku antar ke lokasi." Balas Abimanyu. Ia tak ingin Vanya berlama - lama dengan dosen itu.
"Maaf Pak saya permisi dulu karena hari dan jam nya sudah ditentukan, saya pikir gak ada yang dibahas lagi." Ucap Vanya tersenyum
"Iya Nona terimakasih atas waktunya."
Abimanyu dan Vanya berjalan menuju parkiran "Aku pergi sama Alan aja. Nanti kamu terlambat , Echa kakak berangkat dulu."
"Gak mau harus sama aku, gak ada penolakan." Abimanyu membuka pintu mobil.
"Pemaksaan !"
"Kamu kenapa sayang?"
"Gak ! Ayo berangkat, Alan kembalilah kamu ke kantor cabang dulu. Aku akan menyusul nanti." Titah Vanya.
"Siap Nona." Balas Alan yang juga memasuki mobilnya, sejenak dia melirik wanita yang berdiri di luar mobil sebelum meninggalkan kampus itu.
Vanya mendapatkan tugas dari Ferdy untuk mengurus anak cabang perusahaan mereka di kota itu. Abimanyu dan Vanya sampai ke lokasi shooting , di sana Rian sudah datang lebih dulu.
"Pak presdir kenapa ikut kesini?" Ujar Rian menghampiri mereka
"Ngantar kekasih gue lah." Balas Abimanyu menggandeng tangan Vanya.
"Ganggu aja Lo, jadi nya gue gak bisa berduaan sama Vanya." Cibir Rian
__ADS_1
"Enak aja Lo mau mojok sama cewek gue." Ujar Abimanyu mulai kesal
"Mau ya sayang sama Abang." Ucap Rian pada Vanya.
"Gak boleh, jangan panggil Anya sayang hanya gue yang boleh panggil begitu." Ujar Abimanyu tambah kesal.
"Mau ya." Rian mengedipkan matanya pada Vanya.
" Adik mau Bang." Vanya tersenyum manis
Melihat Vanya tersenyum manis Abimanyu kelabakan menutup bibir Vanya dengan telapak tangannya
"Sayang jangan senyum sama laki -laki lain, nanti dia jatuh cinta sama kamu." Ucapnya gemas dan kesal
"Dia teman kamu dan aku loh." Balas Vanya dengan polosnya .
"Sayang dia juga laki - laki." Ujar Abimanyu.
Rian menggeleng kepala dan terkekeh
Tanpa Lo tahu gue udah jatuh cinta sama Vanya jauh sebelum Lo
"Kalau gitu Rian ganti baju Lo jangan lupa pake Wig, biar gue bisa senyum sama Lo." Ujar Vanya
Mata Rian melotot.
"Hei Azizah ! Lo suruh gue jadi Riri" Ucapnya tak terima.
Vanya tertawa lepas.
"Cantik !"
"Jangan memuji cewek gue, hanya gue yang boleh." Ucap Abimanyu.
"Lebay Lo." Cibir Rian.
Abimanyu kembali ke kantor bersama sopirnya karena Romi sudah menelpon waktu pertemuannya dengan klien hampir tiba.
Di lokasi shooting Rian bekerja sambil bercanda, dia sengaja mengesampingkan perasaannya maka dia pun bisa bersikap seperti biasa pada Vanya.
...----------------...
Vanya sudah kembali dari lokasi saat ini, ia mulai bekerja di kantor cabang milik keluarganya. Ponselnya bergetar manja di atas meja, menandakan ada telpon masuk.
"Iya." Jawab Vanya fokus pada pekerjaannya.
"Aku jemput ya ,kita makan malam bersama aku sudah memberitahu Alan."
"Oke aku tunggu." Balas Vanya
Vanya dan Abimanyu sama - sama berkutat pada pekerjaan mereka masing - masing. Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore Vanya merenggangkan otot - ototnya.
"Masuk." Titah Vanya
"Nona Tuan Abimanyu menunggu anda diluar." Ujar sekretaris Vanya.
"Baiklah, suruh dia masuk kamu juga boleh pulang saya juga akan pulang." Ucap Vanya
"Baik Nona terimakasih."
Abimanyu masuk kedalam ruangan Vanya. "Sudah siap ?"
" Hm ayo" Balas Vanya. Mereka keluar dari ruangan Vanya menuju lift khusus CEO "Kita kemana ?"
"Makan dulu, setelah itu kita jalan - jalan sebentar." Abimanyu meraih tangan Vanya ke genggamannya.
Mereka meninggalkan kantor Vanya dan menuju restoran. Sampai di sana mereka selalu menjadi pusat perhatian orang bagaimana tidak Presdir tampan itu menggandeng penulis cantik yang terkenal. Abimanyu sudah memesan ruang khusus untuk mereka dengan alasan tidak mau orang lain menatap kecantikan gadisnya.
"Sayang ayo makan setelah ini kamu ganti baju aku sudah menyiapkan gaun untuk kamu." Ujar Abimanyu.
"Iya, selamat makan."
Keduanya makan dalam diam hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang meramaikan suasana.
"Selesai ?" Tanya Abimanyu di balas anggukan dari Vanya. "Ayo ku antar ganti baju" Ucapnya lagi.
"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Vanya sambil menenteng paper bag.
"Rahasia." Abimanyu tersenyum sengaja membuat Vanya penasaran.
Vanya tak ambil pusing dia masuk kedalam dan mengganti pakaiannya tak lupa mencuci mukanya dan memoles sedikit lipstik agar terlihat segar dengan rambut yang masih terikat satu dibelakang.
Dengan gaun cantik warna kuning muda membuat kulit putih nya terlihat cantik berpadu dengan gaunnya.
__ADS_1
Vanya keluar dari sana tapi tidak menemukan Abimanyu vanya mengeluarkan ponsel ingin mengubungi Abimanyu.
"Sudah selesai ?" Ucap Abimanyu mengagetkan Vanya.
Mata mereka bertemu saling menatap kagum, Abimanyu terlihat sangat tampan saat memakai pakaian kasual walau warna tak senada tapi masih sangat cocok dipasangkan.
"Ya ampun produk dalam Negeri tampan amat." Ucap Vanya
Abimanyu terkekeh menggenggam tangan Vanya. Mereka pergi ketempat yang dimaksud Abimanyu. Selama satu jam mereka menempuh perjalanan sampailah mereka di sana Vanya ditutup matanya sama sapu tangan oleh Abimanyu.
"Kenapa ditutup aku gak bisa lihat." Ujar Vanya menolak
"Biarkan mataku mejadi matamu untuk melihat." Ucap Abimanyu mengikat sapu tangan itu kebelakang
"Mana bisa matamu jadi mataku, tengkorak kepala kita aja pisah."
"Maksudku biar aku yang menuntun mu sambil jalan, susah benar diajak romantisan." Ujar Abimanyu
Vanya tertawa sambil meraba - meraba. Dia di tuntun Abimanyu, sampailah mereka ditepi danau tak luas tapi indah. Abimanyu melepaskan tutup mata Vanya.
Mata Vanya terbuka perlahan dan mulai menyapu sekitarnya, di hadapannya terdapat danau membentang dan ada dermaga panjang sampai ke tengah danau, air danau yang dihiasi banyak lampu lampion yang mengapung sangat cantik terlihat. Muda mudi di sana saling mengobrol di bangku dan pinggiran dermaga bersama pasangan masing - masing, di atas daratan banyak ruko - ruko kecil yang berjejer menjual segala macam keperluan orang -orang di sana
Banyak pohon bambu menjulang tinggi tapi tidak menyeramkan karena pohon - pohon itu dihiasi Twinkling lights. Membuatnya mirip kunang - kunang
Semakin lama Vanya mengamati semakin ia takjub dengan keindahan malam itu, Vanya tersadar para muda mudi yang dilihat nya tadi kini sudah sepi hanya ada dia dan Abimanyu.
"Kemana mereka?"
"Pulang, Mungkin." Jawab Abimanyu sekenanya.
Abimanyu meraih kedua tangan Vanya dan mengecup punggungnya. Dia menatap Vanya dengan serius.
"Sayang ... Malam ini di dekat danau ini, aku ingin kamu mengenang dan mengingat cerita tentang kita berdua. Aku ingin menjadi satu - satunya milikmu, pemilik hatimu. Jika aku melakukan kesalahan tegur aku tapi jangan tinggalkan aku, aku gila jika harus berpisah denganmu. Kamu tulang rusukku, aku mencintaimu sayang ,sekali lagi aku memintamu jadi kekasihku. Maukah? kamu jadi kekasihku ?" Ucap Abimanyu.
Terima....
Terima...
Terima....
Teriak semua orang yang tadi sempat menghilang mereka berdiri di pinggiran danau menyaksikan ungkapan cinta Abimanyu.
Vanya tersenyum dengan lelehan butiran bening yang seksi berselancar indah di pipinya. "Aku mau menjadi kekasihmu, aku akan menjadi penyempurna tulang rusukmu." Jawabnya tersenyum.
"Terimakasih sayang." Abimanyu memeluk Vanya. "Mata ini jangan menangisi kesedihan. Hanya boleh untuk kebahagiaan dan bibir ini jangan pernah mengucap kata putus untukku." Ucap Abimanyu lagi.
Duar... duar....duar....
Kembang api menghiasi malam itu menambahi ke cantikan sinar bintang malam ciptaan Tuhan.
Vanya tersenyum bahagia melihat ke atas langit yang penuh warna
Terimakasih atas kebahagiaan ini Tuhan, semoga tidak cepat terenggut kebahagiaan malam ini
Kalung cantik melingkar indah dileher Vanya yang sudah didesain khusus dengan bantuan Alan melengkapi alat pelacak di dalamnya.
"Kamu suka?"
"Aku suka terimakasih." Vanya memegang liontin kalung yang berinisial A itu .
Abimanyu meraih tengkuk Vanya dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Bernafas sayang." Ucap Abimanyu.
"Kamu yang menyerang ku tanpa aba - aba." Gerutu Vanya yang tersengal
"Ayo ulangi."
Abimanyu kembali menyesap bibir ranum itu mereka saling membalas ciuman dibawah langit yang berhiaskan cahaya kembang api .
Kepulangan Abimanyu mengantar Vanya ke lokasi Shooting langsung mengurus persiapan malam ini .Sesuai janjinya dia mengungkapkan cinta yang sebenarnya ketika Vanya keluar dari rumah sakit.
Ditempat sudut yang berbeda dua orang saling emosi tak terima dengan kebahagiaan dua insan yang sedang bahagia di sana.
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
IG. iyien_02
FB. Iyien Rira
__ADS_1