Tetap Kamu

Tetap Kamu
Status Baru


__ADS_3

Pagi hari Vanya dipaksa bangun oleh Shishi untuk dirias, walau pernikahan ini belum disertai resepsi tapi ShiShi ingin Vanya terlihat berbeda dihari bahagianya. Semua orang sudah berkumpul di kediaman Ferdy di Jerman, para kolega Bisnisnya juga telah datang menghadiri undangannya.


Di kamar lain Abimanyu dibantu mama Vania, dan Resha menyiapkan dirinya, terselip kesedihan dalam hatinya karena di hari bahagianya bukan berdiri kokoh di samping ratunya, malah sebaliknya dia hanya duduk di kursi roda. Sesekali dipukulnya kedua lutut yang mati rasa dengan kedua tangan kekarnya.


" Jangan nyiksa diri Lo !" Rian menghentikan tangan Abimanyu.


" Gue ngerasa gak pantas buat Anya !" Balas Abimanyu sedih .


" Gak pantas dari mana? Lo pilihannya, Bi ! Vanya bahagia sama Lo, gak ada keterpaksaan dari dia hidup sama Lo, kalau Lo nyerah gue siap jadi pangerannya." Ucap Rian sekaligus membuat Abimanyu kesal


Abimanyu menatap wajah Rian dengan geram


Sempat sempatnya dia berfikir menggantikan ku


"Sudah siap ! Kalau belum gue batalin nih" Ucap Azam dari balik daun pintu.


" Teman durhaka Lo semua."


Rian dan Azam membawa Abimanyu ke ruang tengah tempat pelaksanaan pernikahan. Abimanyu merasa percaya dirinya hilang saat semua mata memandang kearahnya, tak sedikit dia mendengar dengan langsung cibiran kecil dari para ibu - ibu undangan yang memiliki putra yang masih lajang.


" Sungguh gak pantas !"


" Mungkin gak ada kaca di rumahnya"


"Lihatlah, kasian nona muda Wiguna menikahi pria cacat sepertinya"


"Percuma tampan jika tidak berdaya"


Nyali Abimanyu menciut setelah mendengarkan bisik - bisik para ibu - ibu itu. Ada keraguan dalam dirinya. Haruskah? melanjutkan pernikahan ini.


"Jangan dengerin kata orang, yang menjalani hidup adalah Lo dan Vanya." Ucap Azam membuyarkan keraguan Abimanyu.


Abimanyu dipindahkan ke kursi di depan tempat pelaksanaan pernikahan, sementara menunggu Vanya turun. Ferdy datang menguatkan Abimanyu dan berbicara apa tidak ada yang mendengar hanya kepala Abimanyu yang mengangguk.


"Maaf untuk semua yang hadir disini saya minta perhatiannya sebentar. Sebelum anda menerima undangan dan hadir disini mungkin tepatnya kalian sudah tahu. Apa aturannya bila masuk kedalam lingkungan keluarga Wiguna ? Saya harap kalian mematuhinya." Ucap Asisten Ferdy.


Para tamu undangan jadi membisu mereka baru menyadari jika saat ini mereka dilingkungan berbeda , lingkungan yang penuh aturan dan tidak sembarang orang yang bisa hadir sebagai undangan.


Abimanyu tersenyum begitu juga dengan kedua orang tuanya, dengan cepat Ferdy meminta Asistennya membungkam mulut-mulut yang mencibir.


Dari lantai atas Vanya turun dengan begitu cantik dan manis menggunakan kebaya pengantin , diapit oleh mama Indah dan mama Sintia yang menyempatkan diri untuk ikut menghadiri pernikahan wanita yang sudah seperti putrinya itu.


Abimanyu tersenyum bahagia wanita yang di idam - idamkan jadi pendamping hidupnya kini beberapa menit lagi akan resmi menjadi miliknya.


"Kamu cantik sayang " Puji Abimanyu


Vanya menunduk malu dan merona.


Ferdy langsung menikahkan Vanya dan Abimanyu. Acara sakral itu terlaksana dengan khidmad


Rian ikut bahagia walau hatinya sedih saat melihat wanita yang belum sepenuhnya lepas dari hatinya menikahi sahabatnya. Rian bukan sosok egois menciptakan luka untuk Abimanyu dan akhirnya membuat jarak untuk Vanya dan dirinya. Ia menerima semuanya dengan lapang dada berharap suatu hari nanti bertemu dengan Vanya yang lain.


Azam mengusap sudut matanya yang berair dengan penuh bahagia saat melihat wanita yang sudah dianggapnya adik itu menyandang status sebagai seorang istri. Hal yang sama juga dirasakan oleh Alan saat menyaksikan ikrar suci pernikahan Nona muda yang sudah seperti kakak untuknya, doa - doa terbaik dia panjatkan untuk kebaikan rumah tangga yang baru terbentuk itu.


Romi dengan terharu menyaksikan atasannya menikah dalam keadaan yang lumpuh. Lelaki tegap dan tegas itu kini mengucap janji suci bersama wanita pujaannya. Kondisi Romi juga sama duduk di kursi roda

__ADS_1


" Selamat sayang, kamu sudah menjadi istri, bersikap baik dan patuhilah suamimu" Ucap mama Sintia


Vanya mengangguk dan tersenyum


" Terimakasih, ma."


Tiga jam sudah berlalu kini tamu undangan sudah mulai sepi, Ferdy meminta seluruh keluarga berkumpul diruang tengah, dia mulai mengucap selamat pada adiknya dan membekalinya petuah yang baik untuk adik nya , siapa lagi kalau buka dirinya yang menggantikan kedua orang tua mereka, Ferdy mengusap air mata yang meleleh di pipinya saat menyerahkan tanggung jawabnya pada Abimanyu.


Abimanyu hanya mampu mengucap kata "Iya" Dan mengangguk saat para tetua memberikan bekal sebagai suami yang memimpin keluarganya nanti.


Mama Vania dan Papa Herlambang menangis haru saat merestui putra dan menantunya itu bagaimana tidak laki - laki manja itu kini memikul tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga, acara sungkeman pada keluarga pun diakhiri dengan Naima yang merengek minta tidur bersama Vanya.


Mereka semua membubarkan diri dan kembali ke kamar masing - masing untuk beristirahat sebelum makan bersama, Ferdy sengaja meminta acara pernikahan adiknya malam hari. Karena ia yakin koleganya sudah pulang bekerja .


"Sayang sini, aku bantuin ganti baju " Ucap Vanya saat mereka sudah didalam kamarnya.


" Iya aku juga gerah ingin mandi "


Vanya mendorong kursi roda kedalam kamar mandi dan perlahan membantu Abimanyu turun kedalam Bathtub yang sudah berisi air .


"Terimakasih sayang"


Vanya dengan sabar dan lembut menggosok punggung Abimanyu. Memijat kepalanya menggunakan shampoo dengan perlahan agar tidak terkena kulit yang sudah mulai sembuh dijahit .


"Sayang kamu cocok jadi pegawai salon." Ucap Abimanyu.


Vanya terkekeh dan mengguyur tubuh Abimanyu lagi untuk membilas sabun . Usai mandi dan berpakaian Vanya membantu mengeringkan rambut suaminya.


Abimanyu menatap wajah cantik itu dengan bahagia. Tangannya melingkar penuh di pinggang istrinya .


" Ayo kita makan yang lain juga sudah berkumpul."


Dada Abimanyu berdegup kencang setiap menerima ciuman dadakan dari Vanya. Mereka keluar dari kamar Vanya sengaja memilih kamar lantai bawah agar memudahkan nya mengurus Abimanyu.


Dimeja makan semua sudah berkumpul. Semua menatap pada Vanya dan Abimanyu yang baru sampai


"Kenapa kalian melihat kami begitu!" Tanya Abimanyu.


" Siapa liat Lo, kita liat Vanya" Balas Rian .


Vanya memang berbeda saat di luar dan di dalam rumah. Dia sangat cantik saat memakai baju rumahan.


"Jangan liat istri gue, bintitan baru tahu rasa Lo" Ucap Abimanyu mulai kesal.


"Sudahlah ayo makan dulu, kamu mau yang mana" Tanya Vanya


Abi menunjuk semua makanan di atas meja. "Kamu yakin makan semua?" Tanya Vanya tak percaya


" Iya kita makan berdua, aku gak mau makan pakai piring sendiri " Ujar Abimanyu santai


" Ya ampun .Nak ! Bagaimana istrimu makan kalau begitu ?" Ucap mama Vania tak habis pikir.


"Aku yang suapi." Jawab Abimanyu mengambil sendok dari tangan Vanya.


" Aku bisa makan sendiri, sayang." Ujar Vanya sebenarnya malu. Abimanyu meletakkan piringnya di atas meja lalu memundurkan kursi rodanya.

__ADS_1


"Kakak mau kemana ?" Tanya Resha.


" Udah kenyang" Balas Abimanyu datar


Vanya menghela nafas membuang rasa malu nya "Baiklah Ayo kita makan bersama." Ia menarik kursi roda Abimanyu seperti posisi semula.


Abimanyu tersenyum dan mengambil piring yang ditaruh di meja tadi. Ia mulai menyuapi Vanya dan bergantian dengan dirinya.


" Dasar bocah !" Cibir Rian.


" Berapa usia mu, Nak ?" Ucap Azam geleng geleng.


"Yakin gak alergi ?" Seru Shishi


" Jangan ungkit serpihan masa lalu gue dong Shi." Ucap Abimanyu Lirih.


" Maaf Gue sengaja." Shishi tersenyum jahil.


Naima menjadi iri melihat, Abimanyu dan Vanya makan satu piring.


"Om mau." Naima membuka mulut nya.


Abimanyu tersenyum dan menyuapi Naima dengan hati - hati. Jadilah mereka makan bertiga satu piring. Mama Vania dan papa Herlambang hanya diam dan aneh juga pikir mereka kelakuan putranya.


"Om ! Tante, boleh saya mengajak Resha jalan - jalan besok pagi ? Sebelum kembali " Tanya Alan saat usai makan.


"Boleh, Nak."


Resha tersenyum senang, lampu hijau pikirnya. saling tatap bersama Alan membuat mereka menjadi fokus semua orang .


" Ehm"


Resha dan Alan terkejut dan membuat semua tertawa.


...----------------...


Seluruh keluarga sudah beristirahat dan masuk ke kamar mereka masing - masing . Dengan bujuk rayuan Ferdy dan Shishi akhirnya Naima tidur di kamarnya sendiri.


Abimanyu dan Vanya juga beristirahat . "Selamat tidur sayang" Abimanyu mengecup kening istrinya yang mulai terlelap memeluk tubuh kekarnya .


Ditempat lain....


Seorang laki - laki menghambur dan menghancurkan isi kamarnya amarahnya begitu membara saat tahu jika pujaan hatinya tidak berada di negaranya . Kesibukkan lain menyita waktu dan perhatiannya hingga dia lepas pemantauan .


"Argh ... dimana kamu Vanya ? jangan membuat aku gila, kamu hanya milikku. Hanya pengantin ku !" ucap laki - laki itu melemparkan barang barang dikamar nya.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira

__ADS_1


__ADS_2