Tetap Kamu

Tetap Kamu
Alan Junior


__ADS_3

Kediaman Alan.


Sore hari sedikit mendung dan nyaman untuk bersantai di depan televisi, weekend hanya dihabiskan Alan dan Resha di rumah saja. Usai menjenguk Vanya waktu itu, Resha dilarang Abimanyu ke rumah sakit karena kondisinya hamil besar .


Vanya juga sudah sehat dan kembali ke rumah namun saat ini, Abimanyu memutuskan sementara tinggal di rumah orang tua nya karena hanya masakan mama Vania saja yang bisa masuk dalam perut istrinya.


Abimanyu juga mulai ketat pada Vanya tidak boleh ini dan itu tanpa ijinnya sehingga terbentur pendapat dengan sang mama.


Resha minta dibuatkan camilan kepada asisten rumah nya, sambil menunggunya masak Resha bermaksud untuk tiduran dikamar.


" Aaaahhh" Resha mengusap perutnya.


Alan langsung berlari dari kamar mandi setelah mendengarkan rintihan istrinya. "Ada apa sayang ? Yang mana sakit katakan ?" Ucap nya cemas.


Wajah Resha sudah berkeringat dingin dan pucat, berulang kali ia merintih karena perutnya kontraksi dan rasanya semakin sakit.


" Kak sepertinya aku mau lahiran " Jawab Resha tersengal.


" Ayo ke rumah sakit." Ucap Alan menarik tas di samping lemari yang sudah di persiapkan jauh hari.


" Iya kak rasanya semakin sakit " Ujar Resha.


Alan mengangguk lalu membantu Resha perlahan, seperti biasa Alan walau cemas tapi masih bisa tenang.


"Bi... " Panggil Alan pada Art.


"Iya tuan." Jawab bibi tergopoh-gopoh dari dapur.


" Hubungi mama dan papa, istriku akan melahirkan." Titah Alan .


Resha semakin letih keringat dingin semakin banyak bercucuran, rintihan pelan pun terdengar dari mulutnya.

__ADS_1


"Sakit sekali, Kak." Ucap Resha berpegang pada lengan suaminya.


"Iya sayang sabar sebentar lagi kita sampai." Ucap Alan


Dia dapat merasakan, betapa sakitnya sekarang istrinya terasa genggaman Resha yang begitu kuat . Mobil memasuki halaman rumah sakit milik Azam, para perawat dan dokter sudah bersiap karena sebelumnya sudah dihubungi papa Herlambang saat asisten rumah memberitahunya.


Resha di bawa keruang bersalin, Alan masih setia menenteng tas dan menggenggam tangan istrinya. Papa Herlambang dan mama Vania juga sampai di sana lalu mencari ruang bersalin sesuai petunjuk tempat informasi didepan .


"Alan bagaimana ?" Tanya papa Herlambang


"Masih diperiksa, Pa." Jawab Alan dengan wajah cemas.


"Sabarlah Nak sebentar lagi kamu akan jadi Ayah." Ucap Mama Vania menyemangati menantunya.


Alan mengangguk dan tersenyum semangat empat lima.


" Suami ibu Resha " Panggil suster


"Ibu Resha segera melahirkan pembukaannya sudah lengkap, bapak bisa ikut kedalaman menemani istrinya." Ucap Suster.


Alan melihat kepada mama dan papa mertuanya, seolah minta izin dari mereka


"Masuklah Nak jangan takut semua akan baik - baik saja" Ucap mama Vania


Alan mengangguk dan masuk ke dalam ruang bersalin, dia pun bisa menyaksikan bagaimana perjuangan seorang ibu yang melahirkan anaknya ke dunia


Perlahan air mata Alan meleleh di pipinya, cuplikan sang ibu yang melahirkannya, membuat perasaannya menjadi tak karuan. Padahal dirinya tidak tahu seperti apa proses kelahirannya. Tapi melihat perjuangan istrinya, Alan yakin sepertu itu lah gambarannya.


Alan adalah anak sebatang kara ibunya meninggal saat melahirkannya dan ayah nya meninggal karena sakit yang di deritanya, sampai pada akhirnya kakek Vanya dan Ferdy mengadopsinya dari panti asuhan untuk menjadi teman Ferdy, Alan diambil oleh kakek saat berusia 16 tahun dia disekolahkan dan di didik oleh kakek ditempat yang sama dengan Ferdy .


" Kamu bisa sayang, bayi kita akan segera lahir " Ucap Alan mengecup kening Resha.

__ADS_1


Dalam 3 kali dorongan suara seorang bayi memenuhi ruangan itu, bayi Alan dan Resha terlahir ke dunia. Senyum bahagia terbingkai di wajah keduanya. Dengan penuh kesabaran, mereka menunggu sang bayi di bersihkan.


"Selamat, Pak. Bayi anda laki - laki berat badan normal 2,5 kg dan panjangnya 50cm. Sehat dan lengkap" Ucap Dokter setelah bayi itu dibersihkan.


Alan menggendong bayi nya penuh haru. "Selamat datang putra papa, terimakasih sayang sudah melahirkan putra kita" Alan mencium dua orang kesayangan nya itu. Resha menangis bahagia saat menatap wajah mungil bayinya. "Aku perlihatkan dulu dengan mereka dilua. " Ucap Alan . Resha mengangguk laly mencium pipi mulus putranya.


Resha masih dibersihkan dan dirawat didalam ruangan bersalin, dengan senyum mengembang Alan menggendong putra nya keluar.


"Cucu ku, dia mirip dengan ibunya " Ucap Papa Herlambang haru.


Mama Vania mengambil cucunya dari gendongan Alan. " Selamat datang cucu oma." Ucapbya Lalu mencium wajah cucunya.


" Hai keponakan tampan jangan galak kaya oma ya nanti." Ucap Abimanyu mengusap pipi bayi itu lembut.


"Sini, Ma. Anya gendong" Ucap Vanya mengambil alih bayi kecil itu .


"Jadi anak yang baik, berbakti dan sayang pada keluarga ya, Nak." Ucap Vanya.


Resha sudah dipindahkan keruang inap mereka semua berkumpul diruang itu, di sana ada Azam dan Shella. Rian, Manda dan Nico .


" Siapa nama nya ?" Tanya Manda.


"ARLES HERLAMBANG." jawab papa Herlambang.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2