Tetap Kamu

Tetap Kamu
Laki laki jatuh cinta


__ADS_3

Akhir - akhir ini Azam berangkat pagi ke rumah sakit, seakan ada magnet yang menyedotnya untuk cepat datang lebih awal selain tugas mulia yang diembannya.


Beberapa minggu ini Azam pindah ke Mansion Vanya. Mama Sintia pulang ke kampung halamannya karena sang nenek sakit keras. Nenek bersikukuh tidak mau ikut ke kota X dengan alasan tidak ingin meninggalkan rumah peninggalan Almarhum suaminya.


"Akhir - akhir ini, Lo bangun pagi sekali, Zam ! Ada apa?" Tanya Vanya dimeja makan .


"Gak ada apa - apa, nanti kalau sudah waktunya gue cerita sama Lo."


"Oke lah ! Besok weekend gue sama Alan mau jalan ke Mall, Lo ikut ga?" Vanya bertanya sambil melanjutkan sarapannya.


"Enggak, Van. Udah ada Janji." Balas Azam sambil menyeruput tehnya.


"Gue berangkat duluan ya."


"Iya hati - hati ! Lan jagain Adik gue."


"Siap tuan." Balas Alan tersenyum.


Kali ini penampilan Alan berbeda dari hari kemarin atas paksaan Vanya. Alan memakai pakaian kantor. Tidak lagi memakai pakaian serba hitam ala Bodyguard itu. Begitu tiba di kantor Alan menjadi pusat perhatian karyawan wanita. Alan merasa risih dengan tatapan itu.


"Apa perlu aku buatkan jalan khusus untukmu."


Alan terkekeh "Tidak perlu, Nona." Jawabnya dengan senyum yang masih mengembang.


...----------------...


Abimanyu masih berkutat pada setumpuk pekerjaannya ,di daun pintu terdengar suara ketukan. Tanpa melihat Abimanyu menyahut.


"Masuk !"


"Permisi Tuan ada paket untuk anda." Ujar Sekretaris menyerahkan amplop cokelat.


"Terimakasih."


"Permisi Tuan" Sekretaris meninggalkan ruangan Abimanyu.


"Rom, buka amplop itu !"


"Baik Pak." Romi mengambil amplop dari atas meja Abimanyu dan membukanya.


"Apa isinya."


"I-isinya foto Nona Muda Vanya bersama laki - laki" Ujar Romi terbata. Ia sedikit takut menyampaikan informasi itu.


"Laki - laki ?" Ujar Abimanyu menajamkan alisnya.


Romi menyerahkan foto itu dengan tangan gemetar. Abimanyu mengamati foto itu sesaat kemudian tawanya pecah.


"Ada yang ingin memfitnah kekasihku, kamu tahu, Rom ? Laki - laki yang ada difoto itu adalah Alan bodyguard Anya."


"Syukurlah, Pak." Romi mengusap dadanya lega.


"Cari tahu siapa yang mengirim foto itu?"


"Baik Pak."


...----------------...


Di rumah sakit Azam sedang gencar gencarnya mengeluarkan jurus - jurus pendekatan pada dokter baru di rumah sakitnya.


"Shella !"


"Iya, ada yang bisa aku bantu ?"


"Besok Weekend ada acara ?" Tanya Azam dengan tatapan penuh harapan.


"Sepertinya kosong."


"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" Azam tersenyum malu. Iris matanya menatap lekat wajah cantik dokter kandungan ini.


"Oke, aku mau."


"Besok aku jemput, mana ponsel mu ?" Azam mengulurkan tangannya.


Shella memberikan ponselnya. Setelah bertukar nomor ponsel mereka kembali bekerja. Azam melangkah dengan perasaan senang. Pendekatan yang ia lakukan pelan-pelan membuahkan hasil. Meski mereka saling bertemu. Namun, belum pernah berkomunikasi melalu ponsel.


...--------------...


"Bagaimana, Rom. Sudah ketemu siapa yang mengirim foto itu?"


"Sudah, Pak. Nona Manda yang mengirimnya" Ujar Romi


"Bagus, awasi terus dia ! Jangan terlewati apapun. Tempatkan orang - orang kita di dekatnya biar kita tahu dengan siapa saja Manda mengatur rencananya itu." Ujar Abimanyu.


"Siap, Pak. Sebentar lagi makanan anda akan datang."


"Iya." Abimanyu meraih ponsel nya untuk menelpon. Ia dengan sabar menunggu jawaban dari panggilannya


"Ada apa ?"


"Sayang jangan melewati makan siang mu." Abimanyu tersenyum


"Kamu juga jangan melewati makan siang mu."


"Sore, aku ke Mansion mu ada yang ingin aku ceritakan." Pinta Abimanyu secara tidak langsung ingin mengatakan dia akan menjemput kekasihnya itu.

__ADS_1


"Iya. Gak usah jemput kita bertemu di Mansion."


Abimanyu mematikan telpon. Lalu menyandarkan tubuhnya di dinding kursi. Laki-laki ini menatap bingkai foto kekasihnya itu di atas meja kerjanya. "Kapan kamu bisa memanggilku sayang." Gumamnya pelan.


"Pak ini makan siang anda."


"Iya, ayo makan bersama." Abimanyu meraih kotak makanan yang di taruh Romi di atas meja.


...----------------...


Sore hari Vanya dan Alan kembali ke Mansion, begitu juga dengan Abimanyu. Dia pulang langsung mampir ke Mansion Vanya.


"Sayang ..." Panggil Abimanyu saat Vanya akan masuk ke dalam.


"Hai ayo masuk, tunggu disini aku mandi dulu. sebentar lagi bibi akan mengantarkan minuman."


"Ikut sayang."


"Hei Asep ! Matanya mau bintitan ya, mau ngintip orang mandi." Ucap Vanya memicingkan matanya.


"Jangan dong sayang. Ya udah deh, aku tunggu di sini aja."


Hampir lima belas menit Vanya turun menemui Abimanyu, matanya terpesona dengan penampilan Vanya yang hanya memakai baju rumahan mirip daster tidur itu.


"Sayang kamu cantik sekali pakai daster gini, gak kaya emak - emak." puji Abimanyu.


"Aku memang belum emak - emak, gimana sih kamu." Vanya mengerucutkan bibirnya.


"Setelah melahirkan anak kita, baru kamu jadi emak - emak."


"Kepalamu itu ya gak pernah disentil jadinya mikir kejauhan." Ujar Vanya kesal


Abimanyu terkekeh, dua puluh menit kemudian Alan juga bergabung. Wajahnya sudah segar setelah mandi. Mereka saling mengobrol dan bercanda. Tak lama Azam juga datang dengan wajah lelahnya. Dia langsung duduk bergabung bersama Vanya, Alan dan Abimanyu.


"Lo nginap sini?" Tanya Abimanyu.


"Gue pindah kesini nyokap pulang kampung lama. Kesepian gue di sana." Balas Azam bersandar di dinding sofa.


"Alasan, bilang aja Lo takut sendiri di rumah." Cibir Abimanyu.


"Sorry ya, gue gak penakut !" Balas Azam tak terima


"Mandi sana kita makan malam." Titah Vanya. Azam mengangguk dan masuk ke kamarnya.


"Kamu mau mandi ? Di mobil ada baju gantikan ? Ambil sana biar cepat makan malam, jangan lupa hubungi tante Vania." Titah Vanya.


"Iya sayang." Abimanyu keluar mengambil baju gantinya.


Vanya mengantarkan Abimanyu ke kamar milik nya untuk membersihkan diri. Sampai di sana bukannya mandi, Abimanyu malah menjatuhkan tubuhnya di kasur Vanya.


Abimanyu membuka matanya dan tersenyum. "Kamu memanggilku dengan apa tadi ?" Tanyanya duduk di atas kasur


"Sayang !"


Abimanyu meraih tubuh Vanya dalam pelukan nya "Biarkan seperti ini sebentar, aku merindukan mu," ucapnya memejamkan mata menghirup begitu dalam aroma tubuh gadisnya.


"Mandi sana !"


Abimanyu masuk ke kamar mandi sepuluh menit kemudian. Dia sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian rumahan. Dirinya sangat tampan dengan rambut yang masih basah meninggalkan kesan begitu seksi.


"Sini aku bantu keringkan rambutmu." Ujar Vanya mengalihkan fantasi liarnya.


"Iya sayang ! Rambut mu kenapa bisa tebal begitu, selesai mandi siapa yang membantu menyisir rambutmu ?" Balas Abimanyu duduk di kasur dan memberikan handuk kecil.


"Aku sendiri, sudah diajarkan caranya sama bibi biar gampang menyisirnya."


Vanya dengan lembut dan penuh sayang mengusapkan handuk kecil di rambut Abimanyu.


"Aku gak sabar menikahi mu sayang, 1 bulan rasanya lama sekali. Maaf gak ada acara lamaran romantis. Pikirku akan membuang waktu lebih baik langsung menikah, aku takut kehilangan mu." Ujar Abimanyu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Vanya.


"Sudah kering ! Sabar sayang semua akan indah pada waktunya. Ayo kebawah kita makan malam dulu." Vanya mengecup kening Abimanyu.


Sontak membuat Abimanyu gelagapan dicium tiba - tiba keningnya. Jantungnya berdebar kencang. Tubuhnya yang dingin setelah mandi terasa panas lagi.


Mereka bergabung bersama Alan dan Azam. Mereka tidak akan memulai makan malamnya tanpa Vanya. Mereka berempat makan malam dalam diam tanpa ada suara.


"Setelah ini ada yang ingin gue ceritakan" Ujar Abimanyu menyeka mulutnya dengan tissue


Azam dan Alan mengangguk.


Vanya meminta bibi membuatkan camilan dan teh hangat. Kini mereka sudah berkumpul di ruang tengah.


"Tadi siang gue dapat kiriman foto Anya sama Alan, kalian tahu siapa pengirim nya?" Ujar Abimanyu mulai bercerita.


"Gak tahu, kita bukan detektif."


"Kalian sengaja latihan biar jawabannya sama." Ujar Abimanyu kesal


"Lo cerita setengah - setengah mana kita tahu Lo cerita aja belum selesai udah nanya kita." Ujar Azam.


"Manda yang kirim foto itu." Abimanyu meletakkan foto di atas meja.


Vanya dan Alan mengambil foto itu masing masing." Inikan foto tadi pagi. Jadi, dia ngikutin kita?" Ujar Vanya.


"Gak tahu sayang, maka dari itu kamu harus hati - hati. Dia dendam sama aku karena selalu menolaknya, dia juga gak suka sama kamu karena kamu selalu menang dari dia." Ujar Abimanyu.

__ADS_1


"Saya akan menjaga Nona Muda dengan baik, kalau perlu saya akan menempatkan orang khusus untuk Nona."


"Tidak perlu Alan itu sangat mencolok nanti malah memperburuk keadaan." Tolak Vanya.


"Saya mengerti Nona Muda." Alan kembali melihat foto di atas meja.


"Kalau di liat, Lo tampan juga ya, Lan. tapi sayang terlalu kaku dan datar." Seru Abimanyu


Alan tersenyum kaku menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Seperti dia tidak saja, lihat wajahnya berubah saat didepan Nona muda saja


"Tenang, Lan ! Biar aku yang mendidik kamu menjadi pria berkharisma." Ujar Vanya bersemangat.


Azam sedang berfikir dia takut kejadian Vera akan terulang lagi. Ia bergeming dengan candaan teman-temannya pada Alan.


" Zam Lo kenapa ?" Tanya Vanya.


"Gue mikir aja gimana caranya biar gue bisa pantau Lo terus. Jujur gue takut terjadi lagi hal buruk sama Lo."


" Zam gak usah takut. Alan akan selalu bersama gue. Bukannya ? di kalung gue ada alat pelacaknya." Ujar Vanya


Azam mengangguk dan meraih cangkir teh di atas meja.


"Gue udah nyuruh orang - orang gue untuk mengawasi Manda dari dekat. Jadi, kita akan tahu apa aja yang akan dia lakukan dan dengan siapa aja dia berinteraksi." Ujar Abimanyu menggenggam tangan Vanya.


"Terimakasih, sayang." Ucap Vanya tersenyum


"Itu kewajibanku menjaga mu dari orang - orang berniat jahat."


"Nona, Tuan ! saya permisi dulu beristirahat lebih awal." Pamit Alan


"Iya istirahatlah." Balas Vanya.


"Sayang, kamu pulang apa menginap ? Harinya sudah malam sebentar lagi turun hujan ?" Sambungnya lagi melihat kepada Abimanyu.


"Kalau menginap, tidur sama kamu ya."


"Gak boleh ! Kita belum menikah."


"Janji aku enggak ngapa - ngapain ?" Abimanyu memasang wajah berharap


Azam tertawa melihat wajah Abimanyu yang memohon.


"Jangan percaya, modus dia."


"Ikut campur aja Lo." Ujar Abimanyu kesal.


"Kamu tidur dikamar tamu aja."


"Jangan sayang, nanti aku tidur sambil jalan" Ujar Abimanyu manja.


Tiba - tiba hujan turun sangat lebat, Vanya jadi khawatir jika Abimanyu pulang saat cuaca kurang baik. Vanya jadi berfikir disuruh menginap Abimanyu tidak mau tidur sendiri, disuruh pulang. Hari sudah malam dan cuaca sedang buruk.


"Iya deh tidur sama aku, tapi janji jangan aneh-aneh ! Aku gak mau setelah kamu dapat mahkotaku kamu lari ke wanita lain" Ucap Vanya ceplas celpos


"Janji sayang ! Jangan ngomong kaya gitu. Aku gak akan pernah ninggalin kamu." Ujar Abimanyu senang


"Ayo tidur."


Azam tersenyum pikirnya jatuh cinta sungguh membuatnya sedikit gila.


"Kalau Abi macam - macam pencet aja Alarm di kamar Lo." Teriak Azam .


"Iya."


Vanya mengganti baju tidurnya yang serba panjang, takut Abimanyu khilaf maklumlah dia laki - laki normal,


"Ya ampun sayang , segitu amat takutnya." Ujar Abimanyu membuka laptopnya.


Vanya tersenyum. "Kamu bekerja lagi ?"


"Iya hanya sedikit, kamu tidurlah."


Vanya mengangguk, perlahan mata nya terpejam.


"Tuhan biarkan bahagia ini tetap ada dan bertambah, sungguh aku tidak sabar menjadikanmu istriku Anya, hidupku pasti berwarna ada wanita yang kucintai merecoki kamar, dapur dan rumahku. Menyiapkan keperluanku, menunggu dan mengantarkanku saat pergi bekerja. Suara tangis dan tawa anak - anakku bersamamu pasti meramaikan rumah kita. Kamu adalah rumahku sayang, aku mencintaimu... Selamat tidur, mimpikan aku" Abimanyu mengecup kening kekasihnya.


...----------------...


Azam sedang tenggelam dalam khayalannya, dimana dia akan menciptakan suasana romantis dan kata - kata mutiara untuk pernyataan cintanya hari esok. Kadang ia berkaca mempraktekan cara menyampaikannya. Kadang ia frustasi karena selalu gagal menghafal dialognya.


Di atap yang sama hanya beda ruangan. Laki - laki datar dan kaku itu berpamitan untuk istirahat, ternyata bukan untuk tidur melainkan melatih otot wajahnya agar tidak terlihat kaku. Dia berlatih senyum yang manis didepan cermin dan merubah ekspresi wajahnya agar tidak terlalu datar.


Alan juga mulai diserang Virus cinta, dirinya sering terkejut dengan perubahan yang tiba - tiba bila didepan Resha.


Benar bila laki - laki jatuh cinta bisa membuat wibawanya goyah begitu saja, apabila di depan wanita pujaan hatinya.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2