Tetap Kamu

Tetap Kamu
Orang dari masa lalu


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam Abimanyu semakin gelisah, seluruh tim keamanan sudah di siapkan dan telah dikirim ke alamat terakhir Vanya.


Alan masih melacak keberadaan Vanya, tetap masih sama dipinggiran kota, besar harapan nya agar Vanya tidak berpindah tempat .


...----------------...


Villa


Di dalam kamar Villa pinggiran kota, Vanya menangis sesegukkan, diusapnya pelan perutnya yang membuncit. Vanya kembali berdiri sambil terisak ingin membuka jendela, tapi tetap sama sepertinya memang dikunci dari luar.Vanya kembali duduk di kasur lalu menyentuh kalung dilehernya .


" Semoga kalung ini bisa memberikan petunjuk pada suami ku." Gumam Vanya kembali berbaring.


"Kamu sudah bangun ?" Laki - laki itu berdiri didepan pintu.


Vanya duduk kembali dan terkejut.


"K-kau" Ucapnya terbata lalu menutup mulutnya.


"Ya maaf, aku melakukan hal seperti ini." Jawab laki - laki itu.


" Apa maksud mu menculik ku pak Andri !" Bentak Vanya.


Laki - laki yang menculik Vanya adalah Andri, laki - laki yang telah lama jatuh cinta pada Vanya .


"Aku mencintai mu Vanya, seharusnya kamu jadi pengantin ku, menjadi milikku." Jawab Andri menatap penuh cinta.


"Kamu Jahat ! Kamu memisahkan ku dari suami ku!" Teriak Vanya sambil menangis.


"Dia gak pantas buat kamu, Vanya !" Balas Andri dengan nada tak kalah tingginya.


"Lepaskan aku ! Atau kau akan menerima akibat nya" Ujar Vanya mengusap air matanya.


"Kamu salah, mungkin kemarin aku gagal membunuhnya , tapi ketika dia datang sendiri kesini, maka dia akan pulang tinggal nama." Balas Andri.


"Kau gila ! Suami ku tidak selemah itu, jadi kamu dibalik kecelakaan suami ku ?! Terimakasih karena usahamu aku menikah dengan nya." Ucap Vanya tersenyum mengejek


"Jangan sebut dia suami mu, aku yang akan menjadi suami mu dan aku bersedia menjadi ayah untuk calon anak mu." Jawab Andri dengan nada sedikit turun.


" Jangan mimpi ! Itu tidak akan terjadi." Ujar Vanya dingin.


Andri mencengkram dagu Vanya. Dengan penuh emosi. Ia tak terima atas perkataan Vanya.


" Langsung saja bunuh aku." Ucap Vanya terkekeh disela nafas nya yang berat.


Andri melepaskan tangan nya kasar lalu melangkah keluar menutup pintu dengan keras. Vanya kembali terisak dan duduk lemah di tepi kasur.


" Abi sayang kamu dimana aku takut" Ucap Vanya lirih.


...----------------...


Di mobil, Abimanyu mengawasi setiap pinggiran jalan berharap istrinya ada di sana. Mobil berhenti dipinggiran hutan dekat kota.

__ADS_1


" Apa ini lokasinya?" Tanya Abimanyu pada Alan.


" Iya kak ayo masuk perlahan, orang itu pasti menyiapkan jebakan. Dia pasti tau nona punya alat pelacak. Makanya keberadaan mereka masih bisa kita ketahui, bukan hanya Nona muda incarannya tapi Kak Abi juga akan jadi sasarannya. Waspadalah !" Ucap Alan menyiapkan keperluannya.


" Baiklah akan kupertaruhkan apapun demi anak dan istriku" Jawab Abimanyu juga menggunakan baju anti peluru dan senjata. Tim Abimanyu bekerja sama dengan tim keamanan resmi . Mereka menyusuri jalan yang menuju kearah dalam hutan.


...----------------...


Villa


Andri menenangkan diri sejenak lalu masuk kembali ke kamar Vanya.


" Bersihkan tubuh mu, aku akan bawakan makan malam untuk mu" Ucap Andri kembali menutup kamarnya.


Vanya berdiri lalu ke kamar mandi membersihkan diri, dia duduk kembali di kasur dengan berpakaian lengkap yang ada di lemari kamarnya.


Andri datang membawa makanan dan susu. "Makan lah ini sudah malam kasian bayi mu" Ujar nya duduk di sofa.


"Terimakasih." Balas Vanya datar. Ia harus mengalah saat ini


Andri tersenyum senang.


"Susunya diminum, semua nya aman. Aku gak akan menyakiti kamu dan bayi mu, karena aku terlalu sayang sama kamu Vanya, itu susu ibu hamil yang biasa kamu minum" Ucap Andri lalu meninggalkan kamar.


Vanya mengangguk, dengan santai ia menghabiskan makanan dan susu nya. Merasa mengantuk Vanya kembali tidur setelah puas menonton televisi. " Semoga besok ada petunjuk lain " gumam nya pelan.


Andri datang kembali menengok Vanya. Diusap nya lembut rambut wanita itu. "Istirahatlah besok siang kita akan meninggalkan tempat ini" Ucap nya pelan.


Azam dan Rian juga sudah sampai di sana mereka menyiapkan diri lalu masuk kedalam hutan menyusul Alan dan Abimanyu.


Waktu sudah menunjukkan tengah malam suasana begitu sepi, tapi tidak dekat Villa6 di sana para penjaga begitu banyak berlalu lalang .


"Bagaimana ?" Tanya Abimanyu pada tim keamanan resmi.


" Kita tunggu, Pak. Beberapa saat lagi ada waktunya mereka lelah dan mengantuk saat itulah kita masuk dan ringkus mereka satu persatu. Sementara, kita istirahatkan badan sebentar disini " Ucap pimpinan mereka.


" Baiklah kalau begitu " Jawab Abimanyu menarik Nafas


Tak lama Azam dan Rian bergabung di sana dan membawakan makanan untuk Abimanyu dan Alan.


" Bagaimana ?" Tanya Azam .


"Masih dipantau, Zam." Ucap Abimanyu lesu


" Ya sudah Lo makan dulu nih" Ujar Rian membuka kotak makanan nya yang lain juga menikmati makanannya.


" Gue kira Lo penjahatnya" Ujar Abimanyu dengan wajah kacaunya.


" Kenapa gue?" Tanya Rian merasa kesal


" Lo kan tergila - gila sama bini gue." Jawab Abimanyu hanya melihat makanan lalu menutupnya kembali.

__ADS_1


" Gila Lo ya, gue gak sejahat itu " Ujar Rian tambah kesal


" Kak Abi makan dulu " Ujar Alan.


" Gak bisa makan, kalau istri gue dan bayi kami kelaparan di sana." Ujar Abimanyu Sedih.


"Nona pasti makan, aku sebenar nya bisa menebak pelaku nya tapi gak yakin" Ujar Alan santai.


" Ngapain Lo panggil Vanya nona muda lagi ?! Mau ditabok Lo ?!" Ujar Rian.


" Hari ini Saya berperan sebagai bodyguard kata author nya" Jawab Alan tersenyum .


Rian bergumam - gumam kesal hanya dia yang tau sumpah serapah apa yang dikeluarkannya. Benar dikatakan pimpinan keamanan. Para penjaga itu satu persatu mulai terlelap.


" Kita bergerak , Pak Abi dan yang lain nya jaga keselamatan kalian , dan jangan lupa strategi nya gunakan ini setelah mereka gak sadarkan diri seret mereka menjauh dari tempat ini kumpulkan jadi satu dan minta penjagaan ketat." Ujar pemimpin itu sambil membagikan handuk kecil serta cairan bius.


(Tidak untuk ditiru ya dan itu hanya ada dalam khayalan Author aja).


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam satu persatu Abimanyu dan yang lain nya melaksanakan tugasnya. Sepertinya rencana berjalan lancar.


Andri bangun lalu mengecek Vanya diliat nya masih tertidur nyenyak lalu dia turun kebawah memeriksa sekitar namun dia dikejutkan dengan hilangnya seluruh penjaganya.


"Andri " Ucap mereka bersamaan dari semak belukar .


" Benar dugaan ku, baiklah kita kembali ke beberapa tahun yang lalu Andri " Ucap Alan dengan raut wajah yang tak bisa ditebak .


Abimanyu dan yang lain menatap aneh dan ngeri melihat perubahan Alan.


Andri merasa ada yang mencurigakan lalu naik ke atas dan bergegas membangunkan Vanya beberapa menit kemudian dia turun bersama Vanya.


" Sayang "ucap Abimanyu menerobos masuk ke halaman Villa.


Andri segera menodongkan senjatanya. " Bagus kau datang kesini aku tak perlu mencari mu" Ucapnya dengan penuh emosi


" Jangan menyakiti suami ku " Ucap Vanya


" Dia harus mati Vanya, kamu hanya akan jadi milikku " Ujar Andri.


DOR...


Pelatuk senjata api itu ditarik Andri


" ABI." teriak Vanya histeris.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2