Tetap Kamu

Tetap Kamu
Nonton bareng


__ADS_3

Serpihan kaca dan kertas berhamburan dimana - mana menjadi saksi betapa lukanya hati laki - laki yang memendam cinta bertahun tahun pada nona Wiguna, berbagai macam cara sudah dilakukan nya agar bisa hidup bersama wanita pujaan nya.


Cinta yang tumbuh semenjak bangku SMP masih hidup dan mekar walau bertahun lamanya, mimpi yang disusun demi kebahagian miliknya kini hancur berkeping, secuil saja tak terbalas penantian panjang nya. Bahkan wanita yang di akui calon pengantinnya itu telah menjadi istri orang lain.


Hanya satu harapan lagi yang ditempuh akan disusun nya dengan rapi sebelum benar - benar dilakukan nya.


Menangis hanya memenangkan sebentar kembali lagi pada fakta serasa diremas lagi hati dan jiwanya.


"Kamu akan jadi milikku." Dia tersenyum mendekap bingkai foto milik Vanya.


...----------------...


Tiga bulan sudah pesta pernikahan Vanya dan Abimanyu berlalu, bulan madu juga sudah mereka jalani dibelahan bumi saat itu. Mereka kembali beraktivitas seperti semula.


Hampir setiap hari Abimanyu mengajak istrinya ke kantor dengan beragam alasan. Menolak pun, percuma karena Abimanyu akan menggendong paksa istrinya kedalam mobil.


Vanya merasa jenuh setiap hari, dia kembali menulis Novel melanjutkan yang tertunda.


"Ehm, sibuk Tuan." Sapa Riyan tiba tiba membuka pintu ruang kerja Abimanyu.


"Gak sopan Lo, harus nya ketuk pintu dulu." Balas Abimanyu memasang wajah kesal.


" Besok - besok deh ketuk pintu, dimana Vanya ?" Tanya Rian mendaratkan tubuhnya di sofa


" Didalam kamar mungkin tidur"


"Besok jadwal tayangnya, ajak Vanya kita nonton bareng." Ujar Riyan.


"Iya, nanti gue kasih tahu" Balas Abimanyu memberikan minuman kaleng.


Usai bertamu, Rian kembali kekantor milik nya, saat ini cinta yang tumbuh untuk Vanya perlahan mulai layu dan kelopak bunga cintanya per-helai sudah jatuh ketanah. Rian juga tidak membuat jarak dirinya pada Abimanyu dan Vanya.


...----------------...


Senja telah berganti malam, waktunya semua orang kembali mengistirahatkan tubuh yang lelah. Begitu juga pada Abimanyu dan Vanya.


"Sayang, aku duluan ke kamar mandi " Ucap Vanya melangkah.


"Aku ikut." Abimanyu berlari kecil.


"Gak mau kamu mandi sendiri aja" Balas Vanya membuka gagang pintu.


" Ogah ! " Abimanyu menyelip masuk.


" Kaya mobil aja selip - selipan " Gerutu Vanya.


Jadilah mandi yang hanya beberapa menit membutuhkan waktu yang lama. Usai makan malam sepasang suami istri ini bersantai diruang keluarga.


"Kakak." Sapa Resha dengan sedikit menekuk wajah nya.


"Echa kesini" Ajak Vanya.


"Dimana suamimu?" Tanya Abi


"Diluar." Jawab Resha pendek.

__ADS_1


"Kenapa ?" Vanya bertanya dengan lembut.


"Aku ingin makan kue bikinan kakak tapi kak Alan gak mau kesini katanya merepotkan kakak." Jawab Resha seperti anak kecil mengadu pada ibunya.


"Tunggu disini kakak buat kue nya, gak lama kok, Alan sini !" Ucap Vanya pada Alan yang baru masuk.


"Iya, kak." Jawab Alan sudah terbiasa memanggil kakak pada Vanya.


"Istrimu sedang hamil kemauannya harus dituruti nanti ileran loh anak mu." Ujar Vanya .


"Iya kak maaf merepotkan" Ucap Alan tersenyum.


Alan, Resha dan Abimanyu mengobrol diruang tengah sementara Vanya dibantu para asisten membuat kue yang diminta Resha.


Satu jam kemudian kue nya sudah matang Vanya menyajikan dengan teh sebagai tambahannya.


"Echa ayo dicicip kue nya" Ujar Vanya.


Resha mengangkat piring kue lalu mencium aromanya .


"Ayo sayang dimakan" Ujar Alan lembut.


"Gak ah , Kak Abi sama kak Alan aja aku sudah kenyang." Ucap Resha membuat Abimanyu melotot.


"Kenapa gak dimakan? Kakak ipar mu capek membuat nya." Ucap Abimanyu.


"Ya udah kalau gitu, bawa pulang aja buat di rumah, yuk sayang pulang." Ucap Resha berdiri membawa piring kue.


"Kenapa dibawa semua ? Kakakmu gak kebagian." Ucap Alan menyentuh tangan Resha.


"Biarlah bawa aja, bumil memang begitu mood nya berubah."ucap Vanya


"Kamu tuh ya, mana pernah aku hamil Shishi juga begitu waktu hamil Naima." Ujar Vanya kesal.


"Maaf sayang." Cicit Abimanyu.


"Kami pulang dulu." Ucap Alan Resha buru - buru karena mencium yang tidak beres.


Vanya mengantarkan Alan dan Resha ke depan pintu. Lalu melenggang begitu saja melewati Abimanyu.


...----------------...


Disinilah Vanya dan yang lainnya menonton, Abimanyu bukanlah pencinta film romantis tapi demi istri dia ikut nonton bersama. Konsentrasi ? pastinya tidak ! yang lain nya terhanyut dalam alur cerita sementara dirinya hanya menguap dan terus menguap entah suasana didalam sana membuat nya mengantuk, dan kali ini Abimanyu menguap dengan lebar pertanda ngantuk berat.


Diusapnya pelan mata yang basah karena sering menguap, di kedip - kedipkan beberapa kali saat kilatan layar menerangi tempat duduknya. Mata Abimanyu menangkap jari yang menempel di atas tangan kiri istrinya di kursi .


"Aaw." Rian menjerit kesakitan .


"Enak aja Lo, pegang - pegang tangan istri gue." Abimanyu mencubit punggung tangan Abimanyu.


"Terbawa suasana, Bi. " Jawab Rian tersenyum lebar.


"Curi kesempatan Lo, sini sayang pindah duduknya. Aku yang ditengah " Ucap Abimanyu dengan kesal.


Vanya menurut tapi matanya tidak beralih dari layar didepannya. Dirinya tak menyangka jika setelah difilmkan Novelnya begitu menyentuh hati.

__ADS_1


Abimanyu masih mengomel karena kecolongan sama Rian. Abimanyu berhenti saat Alan menepuk pundaknya.


"Apa ?" Tanya Abimanyu masih dengan perasaan dongkolnya.


"Jangan bikin keributan." Ucap Alan tanpa melihat ke Abimanyu.


"Siapa yang bikin keributan dia tuh pegang - pegang bini gue." Ucap Abimanyu.


"Sayang sudah diam ya ... sini" Vanya membujuk suaminya agar menghentikan omelan nya yang panjang kali lebar.


Vanya menyandarkan kepala nya di dada Abimanyu hal sama pun terjadi pada Alan dan Resha begitu juga Azam dan Shella lalu Manda dan Nico.


"Tega kalian." Ucap Rian melirik satu persatu pasangan didekatnya.


Setelah menonton Vanya dan yang lain nya memilih makan bersama di restoran. Abimanyu menunjukkan taringnya malam ini karena sang istri dilirik banyak laki - laki.


Rian tersenyum mengingat kejadian di dalam tadi, tanpa sengaja menggenggam tangan Vanya, ditambah lagi Abimanyu yang sangat kesal membuatnya tersenyum sediri.


"Aaw." Ringis wanita cantik didepan Rian.


"Rika.... Lo..." Ucap Rian terkejut tak mampu meneruskan kata kata nya.


"Kaki gue, Lo injak !" Ucap Rika mendorong tubuh Rian.


"Maaf."


" Lo sama Siapa ?" Tanya Rika


"Sama Abi dan Vanya kami makan di sana." Jawab Rian.


"Gue gabung ya, kangen juga sama Vanya." Ucap Rika


Rian mengangguk lalu tersenyum dan mereka sama - sama menuju meja Vanya dan yang lainnya. Rian seperti mati gaya di samping Rika.


Ya Rika adalah teman sekelas dimasa SMA mereka, dia disambut hangat oleh yang lain setiba di sana.


"Apa kabar ?" Tanya Azam


"Baik, Zam. Ini cewek Lo" Tanya Rika


"Iya namanya Shella ade nya Nico." Jawab Azam.


Shella mengangguk dan berkenalan dilanjut juga Alan dan Resha .


Anggap lah temu kangen mereka makan dan larut dalam obrolan.


...----------------...


"Sial sial sial pekerjaan ini menyita waktuku harusnya sekarang menjemputmu pengantin ku." Laki laki jangkung tampan ini mematahkan pulpen ditangan nya.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow

__ADS_1


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira


__ADS_2