
Tiga hari sudah, Vanya tidak hadir ke sekolah sangat terasa ada yang kurang di kelas. Biasanya mereka akan mendengarkan ocehannya sepanjang jam sekolah. Hari ini sangat terasa sepi.
"Pagi Shi ..." Sapa Azam baru masuk ke kelas.
"Pagi, Zam." Jawab Shishi tak bersemangat
"Kok, lesu ! Lo kenapa? Sakit ? Ayo gue antar ke UKS !"
"Enggak kok, Zam ! Gue cuman jenuh aja, ada yang kurang disini berasa benar sepinya."
"Lo bener, gue kangen nih sama Vanya. Dia apa kabar ya? Sebenarnya apa yang terjadi ? Gak biasanya dia ijin lama banget." Balas Azam sambil membuka tasnya.
"Entahlah, Zam... sepulang sekolah temenin gue ke taman bunga milik Vanya ya. Selama Vanya gak ada. Mungkin, bunga - bunga di sana gak ada yang nyiram."
"Lo benar Shi. Gue bisa lupa ya sama kebun bunga tuh anak, oke deh nanti ke sana." Balas Azam setuju.
...----------------...
Ibu guru masuk ke dalam kelas memberikan pelajaran, setelah selesai dia memanggil Azam dan Shishi untuk ikut ke ruangannya.
"Azam, Shishi. Ikut saya ke kelas ada pesan dari Vanya."
"Benarkah ? Baik, Bu." Jawab Azam dan Shishi senang.
Rian mendongakkan kepalanya. "Kabar dari Vanya." Gumamnya pelan.
"Lo kenapa ? Segitu senangnya dengar ada kabar dari tuh cewek aneh." Ujar Abimanyu dengan nada tak senang.
"Iyalah gue senang ! Jujur ya gue kangen tuh sama si somplak. Kelas berasa kaya kuburan sepi !" Balas Rian.
"Apa bagusnya tuh cewek semua orang ngangenin dia." Gumam Abimanyu pelan.
...----------------...
Bel istirahat berbunyi, Azam dan Shishi bergegas keruang guru. Rian juga bergerak cepat menyusul.
"Lo kemana ?" Tanya Abimanyu.
"Nyusul Azam dan Shishi !" Teriak Rian sambil berlari meninggalkan kelas. Abimanyu kembali duduk dikelas.
Azam dan Shishi berada didalam ruang guru begitu juga Rian yang menguping luar pintu.
"Azam, Shishi. Tunggu sebentar Ibu akan menelpon Vanya, tapi maaf nomor ini tidak bisa Ibu berikan pada kalian karena itu permintaan Vanya." Ucap Ibu guru.
"Baik, Bu !" Jawab Azam dan Shishi
tut....tut....tut....
"Hallo "
__ADS_1
"Ini gue sama Shishi." Ujar Azam di ponsel yang memakai pengeras suara
"Iya, Zam, gue kangen sama kalian berdua."
"Kami juga kangen sama Lo, makanya Lo cepat pulang dong, kasian tuh kebun bunga nangis kehausan." Jawab Shishi
"Bantuin siram dong, itukan sumber penghasilan gue ! kalau mereka layu, hidup gue juga layu."
"Lebay Lo, iya ini rencananya sepulang sekolah kita ke sana." Balas Azam
"Oke, Tunggu gue dengan manis di sana. Kalau bisa Lo berdua sambut gue dengan membentangkan karpet merah."
"Iya hati - hati di sana sepi disini tanpa Lo." Tutup Azam .
...----------------...
Rian kembali ke kelas menemui Abimanyu dengan muka ditekuk.
"Lo kenapa ? Muka ditekuk kaya gitu !" Tanya Abimanyu.
"Vanya cuma kangen sama Azam dan Shishi !" Jawab Rian sambil duduk di bangkunya.
"Emang Lo berharap dia kangen sama Lo?" Tanya Abimanyu.
Rian mengangguk. "Maunya begitu." Balasnya menundukkan kepala di meja.
Abimanyu terbahak. "Aneh Lo ngarepnya sama cewek kaya begitu masih banyak kali cewek bagusan dari dia." Jawab Abimanyu sombong
...----------------...
Diparkiran Azam dan Shishi memasuki mobil nya masing - masing, mereka membelah kerumunan kendaraan di jalanan. Sampailah mereka di kebun bunga milik Vanya di sebelah rumahnya.
"Ayo, Zam. Alirkan airnya." Shishi memegang ujung selang.
"Sebentar, Shi. Kita cek dulu siapa tahu ada bunga nya yang layu." Jawab Azam.
"Ayo."
Mereka berdua mengelilingi kebun bunga milik Vanya yang tak berapa besarnya, sampailah mereka di samping tembok yang juga bergantungan bunga segar. Tanpa sengaja Shishi menyentuh salah satu pot bunga yang unik, tiba - tiba tembok itu bergeser
Srek....
Membentuk gerbang.
Shishi dan Azam terkejut bukan main, mata mereka terbelalak melihat pemandangan di depan mereka. Berulang kali mereka mengucek - ngucek matanya tapi tetap penglihatan mereka tetap sama.
Di sana ada hamparan bunga yang begitu luas lengkap dengan berbagai jenis bunga hidup dan segar, di sana ada juga bangku santai. Kursi ayunan, kolam ikan kecil dan pendopo untuk bersantai.
"Gila ! Ini nyata, Zam." Pekik Shishi yang masih terhipnotis dengan keindahan di sana.
__ADS_1
"Iya, Shi. Ini nyata, gue gak nyangka tuh anak punya kebun bunga luas kaya begini." Jawab Azam juga yang masih kagum.
Kebun bunga milik Vanya tidak ada yang tahu termasuk kedua sahabatnya, kebun yang dipagar keliling oleh tembok yang usang namun kokoh. Bagi yang melihatnya akan mengira itu hanya tembok pembatas biasa.
"Jadi, dia selama ini menanam ini, pantas betah di rumah." Ucap Azam
"Kita nongkrong di sini dulu ya, Zam. Ayo ambil foto gue!" Shishi memberikan ponselnya.
Azam dan Shishi bergiliran mengambil foto, setelah puas bermain - main di sana. Mereka ingat tujuan utama untuk menyiram bunga bunga Vanya.
"Ayo, Zam ! Kita siram bunganya dan kasih makan ikannya juga. Itu ada toples makanannya." Shishi sambil mendekati kolam.
"Iya Shi, tapi... Selang airnya pendek gimana nyiram sampai sini?" Azam kebingungan
"Iya juga sih, Zam. Apa mungkin nyiramnya pakai ember ?"
"Hei Markonah ! kalau pakai ember dua hari juga gak selesai !" Azam mulai kesal
"Iya juga ya."
Mereka berdua saling berfikir dan mencari sesuatu yang bisa membantu untuk menyiram kebun bunga Vanya.
Shishi menaburkan makanan ikan di kolam, ikannya kerucupan di permukaan air menyambar makanannya. Gadis itu girang tanpa sadar menyentuh tombol di samping kolam.
sling....
Sesuatu keluar dari sela - sela pembatas kebun bunga. Di beberapa tempat benda itu naik keatas dan kepalanya membentuk shower serta menyemburkan air seperti hujan.
"Wah keren !" Ucap Shishi kesenangan.
"Gila ! Kaya di film ya, Shi." Azam kagum
"Iya, Zam. Jadi pengen mandi." Shishi berbinar
"Jangan, nanti bunganya malu liat Lo. Tapi, dimana dapat cara nyiram bunga ini Shi ?" Tanya Azam penasaran
"Ini, Zam. Ada tombolnya, kaya sudah di desain khusus ya." Jawab Shishi
"Ya iya lah, Vanya Genius jadi dia bisa mikir apa aja."
Serasa sudah cukup Azam dan Shishi mematikan air dan menutup kembali tembok itu dengan menyentuh pot yang sama, tak lupa mereka juga menyiram kebun bunga di samping rumah Vanya sebelum meninggalkan tempat itu.
Ditempat lain seorang wanita cantik sedang tertawa puas melihat wajah bingung dua sahabatnya melalui Cctv yang ada di kebun.
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
__ADS_1
IG. iyien_02
FB. Iyien Rira