Tetap Kamu

Tetap Kamu
Kejutan


__ADS_3

Senandung kecil dari bibir mungil itu terhenti tiba - tiba, saat hembusan nafas seseorang hangat menyentuh kulitnya. Vanya masih melirik ke sisi kanan dan kiri tapi para penjaga juga terkejut dengan apa yang mereka lihat, tak seorang pun yang berani mendekati nona mudanya yang mematung.


Vanya menunduk melihat dua tangan yang bertautan memeluk erat tubuhnya ada cincin yang sama dengan nya melingkar dijari manis laki - laki itu.


"Aku merindukanmu, kenapa meninggalkan ku sendirian dikamar ?" Bisik Abimanyu ditelinga Vanya.


Pemilik suara itu adalah Abimanyu laki - laki yang memeluk nya dari belakang.


"Kamu bisa berdiri ?" Vanya bertanya dengan linangan air mata. Ia memutar tubuhnya untuk menghadap si pemilik tangan.


"Iya sayang, aku udah bisa berdiri dan jalan." Jawab Abimanyu mengusap lembut air mata Vanya.


"Sejak kapan ?" Vanya menghentikan dua jempol mengusap pipi nya.


"Satu minggu yang lalu saat aku menolak kamu ikut mengantarku" Abimanyu tersenyum menatap manik mata istrinya.


"Terimakasih... aku bahagia" Vanya menenggelamkan wajahnya di pelukan sang suami.


"Kejutan untukmu, sayang." Abimanyu mengecup pucuk kepala Vanya .


Vanya dan Abimanyu tenggelam dalam bahagia, tanpa menyadari jika sebagian orang sudah jadi penonton nya.


"Apa kalian kenyang hanya berpelukan ?" Azam bersuara memecahkan keheningan.


Vanya terkejut melepaskan pelukan nya pada Abimanyu lalu melihat kebelakang, di sana sudah ada kedua mertua, adik ipar, dan sahabatnya tersenyum lebar menyaksikan kebahagiaan mereka.


"Ganggu aja Lo" Balas Abimanyu memeluk tubuh istrinya lagi.


" Udah - udah, gak ada puasnya Lo meluk Vanya." Rian memisahkan mereka lalu menggantikan posisi Abimanyu.


"Beraninya, Lo meluk bini gue" Abimanyu kesal melotot kan matanya menarik baju Rian.


"Nyicip doang, gimana rasanya dipeluk cewek." Rian terkekeh tanpa dosa


"Tuh banyak cewek dipinggir taman, peluk sana !" Abimanyu kesal menarik tangan istrinya.


"Gak usah ditanggapin, ayo semua nya kita masuk." Ajak Vanya lalu menggandeng lengan Abi dengan manja.


Keluarga besar itu duduk dimeja makan sarapan bersama atas undangan tuan Rumah. Vanya tidak bertanya mungkin pikir nya sudah direncanakan suaminya. Mereka makan dengan diselingi drama merajuk Abimanyu karena ingin makan sepiring dengan Vanya.


"Masih bocah." Cibir Alan si wajah datar ini akhirnya bisa mengeluarkan kalimatnya.


"Iri ngomong dong !" Abimanyu menjawab tanpa mengalihkan pandangan nya.


Papa Herlambang dan mama Vania memilih diam menikmati kebahagiaan putra putrinya.


Abimanyu meminta pada mama Vania untuk mengajak Vanya ke salon bersama Resha sementara para lelaki ada urusan mendadak Dia beralasan agar istrinya tidak kesepian di rumah lalu menyuruh pergi perawatan.

__ADS_1


Usai sarapan para lelaki mengatur tujuan masing masing . Kali ini Alan diminta untuk mendampingi Vanya, Resha dan Mama Vania untuk jalan jalan memanjakan mata.


...----------------...


Malam ini sedikit berbeda dari pada sebelum nya, keluarga besar Abimanyu menginap di Mansion.


Vanya menonton televisi diruang keluarga, tiba - tiba salah satu asisten rumah membawa beberapa orang tukang rias.


"Nona, orang yang akan merias anda sudah datang." Ucap Maid.


"Merias ku, siapa yang meminta kalian datang ?" Tanya Vanya kebingungan.


"Pak Abi meminta kami merias anda dan beliau juga sudah memesan gaun untuk anda." Jawab salah satu dari mereka.


Mama Vania menghampiri Vanya untuk menjawab kebingungan menantu nya "Sayang, malam ini kita menghadiri pesta pernikahan dan konsepnya para perias ini sudah tahu turuti saja ya."


Vanya mengangguk lalu membawa para perias itu masuk ke kamarnya . Hampir satu jam, selesai sudah Vanya disulap menjadi tambah cantik setelah menggunakan gaun yang dipersiapkan Abimanyu.


"Aneh yang nikahan siapa ? Sampai aku menggunakan gaun seperti ini" Gumam Vanya bercermin di kaca nya.


Tiga puluh menit kemudian, Alan mengajak mereka berangkat ketempat yang dimaksud, tanpa bertanya Vanya juga masuk kedalam mobil Alan. Hampir empat puluh menit tibalah mereka di hotel tempat acara, Vanya digandeng Alan melangkah masuk dan sudah ada Azam yang menunggu didepan .


"Lo nyambut gue ?" Tanya Vanya tersenyum


"Iya Nona muda" Jawab Azam .


Blab


Tiba - tiba lampu mati dan berganti lampu satu yang menyorot ke arah Vanya. Dia melihat sekelilingnya menjadi gelap gulita, sunyi hanya cahaya yang menerangi dirinya saja yang ada.


"Alan , Azam ! dimana kalian ?" Vanya bersuara ketakutan. Nihil tak ada jawaban "Jangan buat gue takut !" Vanya mulai panik. Namun dari arah depan terdengar seseorang menghidupkan mikrofon


"Cinta, merasa bahagia ketika bertemu. Sayang, kau menumbuhkan rasa itu di hati ku. Rindu, saat kita tidak bertemu. Istriku, terimakasih sudah nemenin aku dalam suka maupun duka, dari sebelum nikah sampai kita mejadi satu dalam janji suci ini. Terimakasih, udah nerima dan lengkapi kekurangan aku, merawat ku dengan baik. Malam ini jangan takut saat kegelapan datang dan jangan pernah merasa sendiri di tengah sepi, karena aku akan ada selalu bersama mu dan di hati mu. Selamanya aku mencintaimu wahai penghuni hati ku. Selamat datang di pesta pernikahan kita, sayang." Abimanyu mengakhiri kalimatnya diiringi linangan air mata bahagia Vanya.


Tak tak tak


Lampu secara berurutan hidup menerangi tempat itu. Nampak lah orang orang tersayang berdiri di sana.


Dengan gagah nya Ferdy menyambangi adik kesayangan nya itu dan membawanya pada Abimanyu.


"Kalian mengatur ini semua ?" Vanya mengusap pipinya.


"Iya sayang, ini pesta pernikahan mu" Jawab Ferdy memeluk adiknya.


Mereka berdua melangkah diiringi tepuk tangan tamu undangan. Rian menyambut tangan Vanya dari atas untuk mengantarnya di pelaminan.


" Ayo Ratuku, singgasana kita sudah menanti." Ucap Rian tersenyum dan mendapati plototan yang punya istri .

__ADS_1


Keluarga, teman dan tamu sudah mengucapkan selamat satu persatu mereka ikut bahagia dalam pesta ini, dan bersyukur Abimanyu telah kembali berdiri.


Dari kejauhan nampak sepasang manusia melangkah mendekati pelaminan dengan tangan saling menggenggam mesra senyum bahagia menghiasi bibir keduanya .


"Selamat untuk kalian berdua semoga bahagia selalu." Ucap Nico dan Manda bersamaan


"Kalian bersama?" Tanya Vanya senang


" Tunggu undangan nya" Balas Manda memeluk Vanya lalu berbisik "Gue mau peluk Si Abi, liat wajahnya kaya bekicot karena cemburu." Vanya mengangguk dan tersenyum lalu menerima uluran Nico.


"Jangan lama - lama pegang tangannya, Lo juga ngapain peluk - peluk istri gue." Ucap Abimanyu pada Nico dan Manda.


"Jangan cemburu ! Gue kangen sama Lo " Ucap Manda.


Abimanyu melotot bisa - bisanya Manda memeluknya dihadapan Nico dan Vanya


" Lepasin Manda ! Sayang, kamu gak marah dia meluk aku." Ucap Abimanyu melepaskan pelukan Manda sambil menoleh ke istrinya.


"Enggak, cuma gantinya tidur diluar malam ini." Jawab Vanya cuek


"Jangan sayang, berbulan - bulan aku nungguin malam ini, waktu nya kita bikin Abi Junior" Balas Abimanyu memasang wajah sedih.


Vanya merona bercampur malu, gila pikirnya si Abimanyu membicarakan hal intim seperti itu didepan Nico dan Manda.


Nico dan Manda tertawa lalu pamit bergabung dengan yang lain nya.


"Sayang, tidur sama kamu ya " Abimanyu merengek.


"Nanti aku pikir - pikir dulu" Vanya tiba tiba gugup. Padahal mereka memang tidur bersama sejak menikah.


"Jangan di pikir lagi sayang , dia yang peluk aku."


" Iya - iya sudah diam" Ujar Vanya menutupi kegugupannya.


Menggemaskan kamu gugup begitu sayang.


Batin Abimanyu.


Dari kejauhan seseorang yang ikut hadir di sana menatap dengan sorot mata yang tajam kepada sepasang pengantin itu.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2