Tetap Kamu

Tetap Kamu
Orang dari masa lalu 2


__ADS_3

Vanya lumpuh ke tanah menangis histeris, dia juga takut membuka mata nya, dia tidak ingin melihat yang seharusnya tidak di lihatnya.


" Abi...." lirih Vanya dengan masih menutup matanya tubuhnya seketika menegang dan gemetar hebat cuplikan kecelakaan Abi saat itu terbayang kembali.


" Sayang buka mata kamu, aku baik - baik aja" Abi menenangkan istrinya dari jauh.


Mendengar suara suaminya, Vanya perlahan membuka matanya, ternyata Abimanyu baik - baik saja, ia melihat kesamping, Andri terduduk di tanah karena tertembak di kaki nya , dia dihadiahkan pemimpin keamanan timah panas.


" Turunkan senjata Anda, jangan berani berbuat lebih" Ucap Pimpinan itu.


Andri tertawa terbahak lalu berdiri kembali. " Jangan mimpi ! Aku sudah menunggu saat ini sudah lama" Ucapnya memegang pundak Vanya untuk membantunya berdiri lalu membelai rambut panjang nya.


" JANGAN SENTUH ISTRIKU" Teriak Abimanyu langsung menerjang Andri dengan tendangannya. Andri terpental lalu berdiri lagi dan mengarahkan senjata kembali.


" Andri ayo kita akhiri permainan ini , selama ini aku mengawasi mu ternyata kamu masih terobsesi pada Nona Muda." Ujar Alan mengarahkan senjatanya.


Tiba - tiba dari belakang ada seseorang wanita menodongkan senjatanya di kepala Vanya . Andri membelalakkan matanya saat Vanya ditodong senjata oleh wanita yang baru datang itu


" Kamu harus mati " Bisik wanita itu.


" VERA !"


" Lepaskan istri ku !" Bentak Abimanyu.


" JANGAN SAKITI VANYA " Teriak Andri.


" Tidak akan ! dia pantas menerimanya karena dia kehidupan ku hancur ! karena dia Andri seperti orang gila." Teriak Vera. ia menarik pelatuk senjatanya tepat di kepala Vanya.


Dor !


" Sayang " !


"Azam "!


"TIDAK ! Azam kenapa kamu mengorbankan dirimu untuk nya" Teriak Vera setelah melihat Azam dan Vanya sama sama terkulai lemah di atas tanah.


Pimpinan keamanan langsung menembak kaki Vera karena berusaha melarikan diri. Andri kembali menarik pelatuk nya untuk menembak Abimanyu, dia tidak mempedulikan Vera yang juga tertembak.


Dor !


Suara tembakan menggema didalam hutan itu. Andri jatuh ketanah menahan sakit dikedua kaki nya karena Alan menembak kaki nya yang satu


"Kak Abi bawa Nona muda Dan Dokter Azam ke rumah sakit, sebentar lagi tuan Ferdy akan tiba " Ucap Alan .

__ADS_1


Abimanyu berdiri lalu memukul wajah Andri berulang kali sampai babak belur .


" Pak Abi bawa mereka ke rumah sakit , disini kami akan mengurusnya" Ujar Pimpinan keamanan .


Abimanyu mengangguk dan menggendong istrinya lalu diikuti Rian dan beberapa orang untuk membawa Azam yang tertembak dipunggung saat melindungi Vanya dari serangan Vera.


"Kita bertemu lagi setelah beberapa tahun silam, gara - gara kamu Nona muda harus dipaksa melupakan kejadian itu, dan dia juga lupa pada ku yang tumbuh bersama mereka sejak kecil, kamu tahu siapa Ferdy yang kamu keroyok bersama teman teman mu itu ?! Dia adalah kakak kandung nona muda " Ucap Alan .


Andri terkejut, Tak menyangka jika laki - laki yang hampir mati dikeroyok mereka adalah kakak kandung Vanya yang dikiranya kekasih Vanya waktu SMP. Vera tak bersuara hanya meringis menahan sakit.


"Nona Vera ternyata tuan Andri menjamin Anda hanya untuk melakukan ini lagi " Ujar pimpinan keamanan itu.


Tanpa terasa subuh sudah menampakan dirinya, Andri dan Vera serta para anak buah nya di bawa ke kantor keamanan.


Abimanyu dengan segala kepanikan nya begitu juga dengan keluarga yang lain. Menunggu didepan ruang IGD.


Dari lorong rumah sakit laki laki tampan setengah berlari dengan wajah paniknya. " Bagaimana keadaan, Anya?" Ferdy bicara sambil mengatur nafas nya.


" Masih diperiksa, Kak." Jawab Abi dengan sendu.


"Azam, dimana dia?" Ferdy bertanya kembali


" Masih diruang operasi kak, untuk mengeluarkan pelurunya" Kata Abimanyu .


" Abi masalah ini biar aku yang mengurusnya, ini permasalahan beberapa tahun silam" Ucap Ferdy dengan wajah sedihnya.


" Ada apa sebenarnya kak?" Tanya Abimanyu belum mengerti.


" Andri adalah orang sama yang hampir melecehkan Vanya karena menolaknya dimasa SMP untuk menjadi kekasihnya, karena Andri mengira aku adalah kekasih Vanya dia melakukan pengeroyokan pada ku tepat didepan Vanya, kalau bukan Alan aku tidak tau apa yang terjadi pada adik ku dan diriku sendiri yang sudah tidak berdaya, Vanya mengalami trauma atas kejadian itu, dia dipaksa untuk melupakannya bahkan dia juga lupa pada Alan yang ikut tumbuh bersama kami setelah itu Aku dan Alan dibawa kakek ke Jerman dan sekolah di sana , saat libur aku pulang kesini dan berlibur disalah satu pulau kecil dan terjadi lah kecelakaan kapal tenggelam yang ikut menjadi korban adalah kedua orang tua kami, ayahnya Azam dan Adik perempuannya yang kembar, lalu ayahnya Shishi " Ferdy bercerita


Abimanyu dan yang lainnya tertegun mendengar cerita dari Ferdy.


"Semoga menantu dan cucu ku tidak apa apa" Ucap mama Vania dan papa Herlambang.


Mama Sintia yang sudah menerima kabar Azam langsung pergi ke rumah sakit. Dengan tergesa gesa.


"Bagaimana keadaan Azam ?" Mama Sintia bertanya dengan sesegukkan.


" Ma, sini duduk dulu Azam lagi di ruang operasi , maaf kejadian ini membuatnya ikut bertaruh nyawa untuk Anya." Kata Ferdy memegang kedua tangan mama Sintia.


" Bukan seperti itu Nak memang Vera saja yang tidak bersyukur, biarkan mama yang mengurus masalah Vera karena ini memang ada kaitannya dengan Azam." Ucap mama Sintia menyeka air matanya. Ferdy mengangguk dan tersenyum.


" Keluarga Nona Vanya" Panggil suster.

__ADS_1


" Saya suaminya" Abimanyu menjawab dengan cepat dan berdiri .


" Ibu sudah sadar Pak dan bisa ditengok sekarang " Balas Suster itu . Abimanyu dan Ferdy langsung menerobos masuk .


" Kamu sadar sayang , mana yang sakit ?" Abimanyu memeluk dan menghujani banyak ciuman di wajah istrinya.


" Aku gak apa-apa." Jawab Vanya tersenyum seolah memberitahukan jika diri nya memang baik - baik saja.


" Maaf, aku melepaskan mu sendiri kemarin siang " Ucap Abimanyu menyeka air matanya.


" Hei jangan nangis sayang, aku baik - baik saja" Ucap Vanya sekali lagi meyakinkan suaminya.


Ferdy memeluk adik semata wayang nya. " Maaf, kakak terlambat. Kakak akan bereskan ini sampai keakar- akarnya, Alan sudah mengurusnya ." Ucap Ferdy mencium pucuk kepala adik nya.


" Ini musibah kak, bagaimana keadaan Azam?" Vanya mengkhawatirkan nya.


" Sudah selesai operasinya dia sedang dipindahkan keruang rawat " Sahut Rian diambang pintu. "Bagaimana keadaan Lo?" Rian menatap sendu pada Vanya.


" Gak apa - apa. " Jawab Vanya tersenyum.


Mama Vania dan papa Herlambang juga mengambil bagian mereka untuk memeluk Vanya tangis haru dan syukur bercampur jadi satu


"Setelah ini kalian akan dipindahkan ke rumah sakit milik Azam agar tidak jauh dari rumah." Ucap Papa Herlambang.


Mereka mengangguk setuju, Vanya kembali manja tapi bukan pada Abimanyu, dia bermanja-manja pada kakak nya hal itu membuat Abi kebakaran jenggot .


Vanya meminta Ferdy menyuapinya makan, mengupas buah sementara pak suami menahan cemburu duduk di sofa. Mama Vania dan papan Herlambang menjenguk Azam disebelah ruangan Vanya.


Tiga jam berlalu Azam sudah sadar mencari keberadaan Vanya.


"Vanya gimana, Ma?" Azam menatap mama Sintia dengan raut wajah cemas.


"Dia baik - baik aja sayang, kamu istirahatlah karena habis ini kalian akan dipindahkan ke rumah sakit kita" Jawab Mama Sintia.


Azam mengangguk lalu kembali memejamkan matanya.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2