
×TETAPLAH BERSAMAKU×
PART 11
"Hei Ragini mengapa kau menangis (memegang pipi Ragini dan menghapus airmata Ragini) maafkan aku, aku tau aku kelewatan pada mu" lanjut Laksh.
Ragini masih terisak, Laksh mendekap tubuh Ragini ke dada bidangnya. Entah mengapa Ragini sangat nyaman di dekap oleh Laksh seperti ini. Rasanya sangat nyaman dan tenang. Harum aroma tubuhnya membuat Ragini semakin ingin mengeratkan pelukannya.
"Sudah kau jangan menangis yah, aku td benar benar bercanda, sungguh" ucap Laksh sembari menenangkan Ragini.
Iya tadi perkara Laksh melamar Ragini hanyalah sebuah candaan Laksh saja.
#Flashback on
Laksh masih bersimpuh di hadapan Ragini. Namun Ragini masih menatap bingung ke arah Laksh, bingung apa yg akan dia jawab.
"Ragini jawablah, aku benar benar sangat pegal berjongkok seperti ini, lutut ku terasa sangat sakit" keluh Laksh menatap tajam Ragini.
"A-ku, a-a-ku" Ragini gugup entah apa yg harus dia jawab, ia memang ingin sekali menikah, tp bukan dengan Laksh. Dia bahkan belum benar benar mengenal Laksh. Lalu suara tawa dari Laksh memecahkan kegundahan Ragini.
"Hahahaha Ragini ekspresimu itu sangatlah lucu, aku sangat suka (berdiri dan mencubit pipi Ragini) kau benar benar 'ngebet' banget ingin menikah yah? Hahahaha" goda Laksh dengan tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Ragini mendengus kesal dan berlari meninggalkan Laksh. Ragini saat ini benar benar tidak dapat mengontrol emosinya. Padahal sudah ia tahan semenjak tadi namun butiran airmata itu mengalir dengan derasnya. Laksh tidak tega lalu mengejar Ragini.
#Flashback off
Ragini masih menangis lalu perlahan mendongakkan kepalanya, ia langsung menampar Laksh.
"Aawww sakit (memegangi pipinya) Ragini kau kan tau luka lebamku belum sembuh benar, aww kau melukaiku sekali lagi" rintihnya.
"Maaf, maafkan aku Laksh tadi tanganku nakal dia sangat 'gatal' sekali ingin menamparmu hahahaha" ucap Ragini tertawa.
Laksh melihatnya kesal sambil memegangi pipinya.
"Ragini kau harus mengganti rugi kepadaku, nampaknya tulang rahang pipi kanan ku geser, aku harus segera di operasi jika tidak nanti akan berakibat fatal, aku benar benar merasakannya" keluh Laksh.
Laksh tersenyum melihatnya, lalu Laksh kembali tertawa melihat ekspresi Ragini. Sungguh sangat menggemaskan.
Mereka lalu berjalan ke arah kontrakan Ragini. Ragini mengetuk pintu tapi tidak ada seorang pun yg keluar dari sana, ia melirik jam tangannya, sudah pukul jam 12 malam, pantas mereka tidak membuka pintunya. Ragini paham betul jika teman temannya amat sangat 'kebluk' jika tidur.
Laksh yg kasiian melihat Ragini lalu mengajak Ragini untuk menginap di apartement nya. Ragini menyetujuinya dengan catatan Laksh berjanji untuk tidak menyentuhnya. Lagi pula kenapa dia yg menjadi galak. Bukankah harusnya Laksh? Ragini kan menumpang di apartement Laksh.
'Koplak Memang'
__ADS_1
Ragini berjalan menyusuri apartement Laksh. Matanya menatap kagum dengan apa yg dia lihat. Perabotan rumah yg tersusun rapi dengan warna soft membuat apartemennya terkesan elegant dan mewah. Ragini salut akan selera design interior Laksh.
Mata Ragini kini tertuju pada sebuah sofa di ruang tengah. Laksh yg sudah berlalu duluan dengan alasan ia ingin membersihkan dirinya agar badannya segar.
Sementara Ragini langsung berlari menuju sofa empuk berwarna putih itu. Dan Ragini langsung merebahkan tubuhnya di sofa itu. Ragini memejamkan matanya seoalah ia nyaman merebahkan dirinya di sofa itu.
Saat Ragini tengah asik berbaring Laksh keluar dengan pakaian tidurnya dan masih menggunakan handuk untuk mengeringkan kepalanya. Mata Laksh terbelalak saat melihat Ragini tidur di sofanya tanpa membersihkan badannya terlebih dahulu. Laksh langsung berlari menuju ke arah Ragini. Laksh kesal langsung melemparkan handuk yg tadi ia pakai kepada Ragini.
Ragini terbangun lalu berdiri di hadapan Laksh seolah tidak terima dengan apa yg Laksh lakukan kepadanya.
"Hei kau, tidak sopan melempar handuk basah ini kepadaku, aku sedang merebahkan diriku td" ucap Ragini setengah berteriak.
"Hei kau yg 'jorok' tidak bisakah kau membersihkan dirimu dahulu lalu merebahkan dirimu di sofa putihku, lihat ini (menunjuk) pasti sofaku yg bersih ini terkontaminasi akan bau keringatmu" jawab Laksh kesal.
"Apa kau bilang hah?" Ragini melotot ke arah Laksh.
"Sudah bersihkan dirimu sana, atau kau ingin jika aku yg membersihkan dirimu hah? Apa Kau memaksaku untuk membantu membersihkan tubuhmu?" ucap Laksh menggoda seraya tersenyum miring dan mengedipkan matanya.
Ragini melongo, dia langsung berlari ke arah kamar mandi. Dia mengunci rapat rapat pintu kamar mandinya. Memastikan jika Laksh tidak akan bisa menerobos masuk ke dalam.
'Dasar pria mesum' gumamnya.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like..