Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Ch. 50 Sindiran pedas


__ADS_3

“Emang kamu fikir Deian itu type yang setia? alah minggu lalu saja aku lihat dia gandeng wanita lain. Mungkin teman kita itu tidak bisa memuasin nafsunya Deian kali ya” Timpal Elka menyindir Dwi begitu getir dengan suara tawa yang menggelegar. Dwi benar-benar emosi saat itu juga, Reyna juga ikutan emosi.


Dwi bangkit dari kursinya dan menggebrak meja yang ditempati ketiga wanita iblis yang bermulut besar itu. Dengan ganas Dwi menatap mereka tajam


“Kalau ngomong itu dijaga! Jangan asal ngomong. Kalian fikir aku itu wanita apaan?” bentak Dwi geram ingin sekali menampar Elka


“berani sekali dirimu menggebrak meja dihadapanku” kata Elka tersenyum sinis sembari berdiri


“Ya, aku berani. Kamu fikir aku tidak berani dengan wanita yang gak ada otak sama sekali seperti dirimu? Cuihh! Dasar wanita bermulut besar. Kasihan sekali dirimu, selalu saja ingin diperhatikan oleh orang-orang sekitarmu. Kamu bermasalahnya dengan Cycan sahabatku. Tapi kamu juga ikut melampiaskannya padaku, hanya gara-gara cintamu bertepuk sebelah tangan kamu berubah jadi monster begini. Sungguh kasihan sekali dirimu” Sindir Dwi begitu pedas. Elka begitu murka


“Oh iya satu lagi. Seharusnya kalian ngaca dicermin. Biar kalian sadar secantik apa sih wajah kalian itu. Dan Jangan sampai kamu Elka ditolak lagi dengan pria yang kamu suka saat ini, begitu juga dengan dua sahabatmu ini yang cantiknya tak seberapa, ya mungkin seperti taik kukulah yah” ucap Dwi berapi-api dan bergegas meninggalkan kafe tidak lupa mengajak adiknya keluar.


Ketiga wanita iblis begitu kesal atas perkataan Dwi yang begitu lantang dan pedas gurih dengan mereka wkwkwk menyakitkan banget yalah sampai dibilang cantiknya tak seberapa dan Elka dikatai tak ada otak hehe


“Wah kakak hebat. Rere salut dengan keberanian kakak” Reyna berdecak kagum sembari memukul-mukul bahu Dwi yang sedang mengemudi


“Iya salut ya salut, tapi gak mukul-mukul sekeras ini juya kali, Re. Ntar aku tinju pula nanti hidungmu itu biar jadi rata itu muka” melirik Dwi tajam


“Yap yap yap Bos” jawab Reyna mantap


Dwi merasa lega seketika saat ia mengeluarkan semua kata-katanya yang ada dalam hati. Meskipun kata-katanya tidak baik, namun itu salah satu cara ampuh untuk membuat ketiga iblis itu diam seketika, diam seribu bahasa. Yah paling tidak mereka bisa sadar dengan sikap mereka.


Dwi tertawa dalam hati saat melihat ekspresi wajah ketiga wanita iblis itu. Benar-benar menyedihkan. Mereka pasti sedang mengaca diri sekarang. Haha ******!

__ADS_1


*****


“Masa kau dibilang gak ada otak? Yang benar saja Elka gak ada otak. Elkakan hanya bodoh doang” kata Anggi keblablasan hingga tidak sadar bahwa kata-katanya membuat Elka makin murka


“Dasar teman bodoh! Kau itu malah lebih ngehina Elka lagi" celoteh Retha menyenggol siku Anggi


“Iya maap. Maaf ya Elka”


“sudah diam! Kalian malah nambah aku jadi bete!” Elka mengambil tasnya dan beranjak dari kursinya


“Mau kemana?” tanya anggi heran


“Pulang!” Sahut Elka dengan nada marah


“Ih Elka gitu aja marah” ledek Anggi “macam bocah ingusan saja”


“Kamu sih buat Elka tambah marah. Jadi gini nih jadinya” kata Retha menyudutkan Anggi.


“Kan aku gak salah ngomong. Itu-kan berdasarkan fakta”


“sesekali jangan buat masalah begitu lagi. Lagipula bukan hanya dia yang disindir oleh Dwi, tapi kita berdua juga” Tukas Retha kesal pada Anggi


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Plizzz beri jejak dong readerss😚😍


(Like, komen, Vote dan jadikan ❤ Anda)


.


.

__ADS_1


.


Thank you so much 😉


__ADS_2