
Lanjut lagi...
×TETAPLAH BERSAMAKU×
PART 6
Laksh masih menatap Ragini dengan senyumannya, alisnya tertarik. Lalu perlahan Laksh menceritakan apa yg terjadi di malam itu
#Flashback On..
"Lihatlah dia sudah sangat mabuk, aku tak tega meninggalkannya disini" lirih Ratan sambil menatap Ragini yg masih tertidur di sofanya.
"Lalu bagaimana? Antarkan saja dirinya pulang" ucap Laksh.
"Hmmm tidak Laksh jika aku mengantarkannya pulang nanti dia beranggapan jika aku masih peduli dengannya dan itu akan membuat dia untuk terus memaksaku agar segera menikahinya" jawab Ratan.
"Maksudmu? Bukankah dia masih menjadi kekasihmu?" tanya Laksh heran.
"Entahlah (sambil menaikkan bahunya) sebenernya sejak setahun yg lalu aku merasa hubungan aku dan Ragini hampa, waktu itu aku ingin mengatakan semua kepadanya, tapi aku tak tega jika perkataanku nanti akan melukai hatinya, kau lihatlah Laksh (melirik dan menjuk ke arah Ragini) dia sekarang menjadi seperti itu karna dia terluka atas perkataanku tadi, dan dia tiba tiba langsung berubah menjadi sangat sangar dan brutal, aku pun kaget atas perubahan sikapnya itu, padahal aku sebenernya sudah memikirkan nya, aku sudah memikirkan jika hari ini cepat atau lambat insiden ini akan terjadi, tp aku td benar benar sangat takut, aku sangat gemetaran menghadapi sikap nya itu, jadi bagaimana aku bisa menikahinya. Mungkin dengan insiden ini Ragini akan dapat melupakan aku dan melanjutkan hidupnya. Jika dia ingin segera menikah, aku berdoa dewa akan mengirimkan pria yg benar benar pantas untuk dirinya. Kasian Ragini dia selama ini bertahan dengan ku tp semua hanya sia sia" jelas Ratan panjang lebar.
Laksh sedari tadi hanya mendengarkan curhatan temannya itu, sambil sesekali melirik ke arah Ragini. Ada benarnya jg pemikiran Ratan.
Jika Ragini menikah dengan Ratan entah apa yg akan terjadi selanjutnya, pasti mereka tidak akan pernah bahagia, karena sebenarnya Ratan sudah tidak mencintainya lagi. Laksh merasa iba dengan gadis itu.
"Maksudmu apa? Lalu bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Ragini" tanya Laksh
Ratan mengambil sesuatu dari kantong celananya.
"Berikan ini Laksh kepadanya, aku rasa ini keputusan yg tepat, aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya" jawab Ratan dengan pasti.
"Kau ingin mengakhiri hubunganmu hanya dengan surat ini?" tanya Laksh heran dengan sikap temannya yg ternyata masih pengecut tidak ingin bertemu langsung dengan Ragini untuk mengatakan kepadanya, Ratan mengangguk.
__ADS_1
Laksh menghela nafas dan dia menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan pikiran pria di hadapannya ini. Mengakhiri sebuah hubungan hanya dengan surat.
'Astaga'
"Laksh bisakah kau membantumu?" pinta Ratan sambil merangkul bahu Laksh.
"Kau ingin meminta bantuan apa?"
"Tolong antarkan Ragini pulang, aku akan memberikan mu alamatnya, tolong jaga dia Laksh" pinta Ratan sedikit memohon.
"Ku mohon" lirihnya dengan wajah yg memelas.
"Kau ini seperti anak kecil saja, seakan akan kau akan pergi jauh dari sini" kesal Laksh.
"Ya Laksh aku memang akan pergi jauh dari sini, aku akan ke Rajasthan, aku ingin menemui bibi ku disana" jawabnya.
"Menemui bibimu atau melarikan diri dari Ragini?" tebak Laksh.
Ratan menunduk "Jaga dia Laksh ku mohon" pinta Ratan kembali.
'Dasar pria bodoh! Pengecut! Pecundang'
Cuma itu batin Laksh sembari menggendong Ragini.
#Flashback Off..
Ragini yg sedari tadi mendengarkan cerita Laksh seketika matanya memerah. Matanya berkaca kaca sejak Laksh menceritakan semua kepadanya.
Laksh lalu mengambil sesuatu dari tasnya. Sebuah surat yg semalam Ratan titipkan kepadanya sebelum Ratan pergi. Laksh memberikan surat itu kepada Ragini. Ragini mengambil surat itu dan langsung menangis sejadi jadinya..
"Hhuuuwwwwaaaaa"
__ADS_1
Laksh mengernyitkan alisnya, seolah bingung lalu perlahan Laksh menghampiri Ragini dan menepuk bahunya agar Ragini tenang. Namun Ragini masih saja menangis dengan histeris, membuat Laksh menjadi bingung.
"Huuuwwaaaa"
"Hei Ragini kau kenapa? Apa kau tersentuh dengan kalimat yg di tuliskan Ratan di surat itu? Coba sini berikan surat itu padaku, aku penasaran apa isinya" Laksh langsung merebut surat itu dari Ragini.
Mata Laksh terbelalak ketika membaca isi surat itu.
"RAGINI AKU INGIN KITA PUTUS"
'Astaga si bodoh itu cuma menuliskan kalimat itu. Dasar bodoh' batin Laksh.
"Hahahaha" Laksh tertawa sangat geli
Ragini langsung menatap tajam ke arah Laksh, pandangan nya seolah mengisyaratkan kepada Laksh jika ia tidak suka di tertawakan.
"Maaf, maaf, maafkan aku Ragini sungguh, aku pikir si bodoh itu akan mengirimkan kata kata puitis kepadamu sebelum mengakhiri hubungan nya, ternyata dia hanya mampu menuliskan kata itu, dasar bodoh, Ratan kau ini bodoh sekali" ucap Laksh dengan terbahak, sesekali ia memegangi perutnya karena sangat geli, Laksh tidak bisa berhenti tertawa membuat Ragini sangat geram.
Perlahan Ragini menghampiri Laksh. Ragini langsung memukul Laksh.
"Hei mengapa kau tertawa? Kau pikir ada yg lucu hah?" Ragini marah.
"Maaf Ragini, aaaww sakit Ragini" Laksh langsung menghindari Ragini.
"Sini kau, jangan kau pikir kau bisa lari dariku, aku akan mengejarmu" Ragini terus mengejar Laksh.
Sampai Ragini tersandung karena heels nya. Pada saat Ragini akan jatuh Laksh yg melihatnya reflek langsung menangkap Ragini. Padangan mata keduanya tak bisa di hindarkan. Hati Ragini seolah berdetak dengan kencang. Laksh tersenyum dengan manis.
'Ya Dewa perasaan apa ini?' batin Ragini.
Tiba tiba pintu terbuka, lalu....
__ADS_1
"LAKSH" suara lantang itu terasa menggema di ruang praktek Laksh.
Jangan lupa tinggalkan like..