Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Keluarga Yang Hangat


__ADS_3

Melati:


Hai guys! Apa kabar semuanya?


Vita Handoyo:


Baik, tumben ada apa nih?


Melati:


Gimana sih rasanya kalau jatuh cinta?


Vita Handoyo:


Hmmm, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih.


Melati:


Aku tidak tahu ini jatuh cinta atau bukan tapi aku susah banget menghilangkan dia dari ingatanku.


Viola:


Akhirnya teman kita benar-benar jatuh cinta.


Vita Handoyo:


Iya nih, siapa sih cowok yang beruntung itu?


Melati:


Hehe, aku nggak tahu siapa namanya, cuma ketemu sesaat tadi.


Viola:


Ha! Serius nih?


Vita Handoyo:


Sepertinya ini cinta pandangan pertama, semoga kalian bisa bertemu kembali ya.


Melati:


Iya, terima kasih teman-teman.

__ADS_1


Ufgh... Semoga aja aku masih bisa bertemu dengan pria itu, gumam Melati penuh harap*.


★★★


"Ayo turun! Kita sudah sampai nih." Ucap Vita pada Riswan ketika mereka sudah sampai di rumah Vita.


Riswan melangkah keluar dari mobil lalu memandang sekeliling rumah.


"Vit, ini rumah kamu ya? Modelnya hampir sama dengan rumah lama kamu." Kata Riswan ketika melihat rumah Vita yang sangat mirip dengan rumah lama mereka hanya saja warna catnya yang berbeda dan ukurannya yang lebih besar.


"Ya, itu ide papa. Masuk yuk kamu pasti capek dan perlu istirahat." Ucap Vita.


Ketika sampai di dalam rumah Riswan celingak-celinguk mencari keberadaan orang tua Vita, tapi tidak melihat mereka sama sekali di dalam rumah.


"Vit? Om dan Tante di mana?" Tanyanya.


"Biasalah jam gini papa masih di kantor, mama harusnya sudah pulang tapi katanya mampir dulu ke rumah temannya." Ucap Vita.


"Sini aku tunjukin kamar kamu." Kata Vita sambil menaiki tangga ke lantai dua. Melihat itu Riswan hanya ikut mengekor dari belakang.


"Nah ini kamar kamu, semoga kamu suka ya." Ucap Vita.


"Wah ini sangat bagus, terima kasih ya." Ucap Riswan sangat senang melihat kamarnya yang telah di desain sedemikian rupa dengan cat warna biru.


"Iya sama-sama. Trus yang di samping kamar kamu, itu kamar aku kalau kamu ada apa-apa masuk aja." Kata Vita sambil tersenyum.


★★★


Vita duduk di tepi kasurnya sambil menatap sebuah foto yang ada di tangannya, tanpa terasa air mata di pipinya mengalir.


"Vito, sebenarnya ada apa? Sudah dua minggu tepat kamu nggak ada kabar kayak gini, nggak kangen apa sama aku?" Gumamnya sambil terisak.


Vita meletakkan foto yang dipegangnya ke atas meja lalu bangkit berdiri mengambil handuknya dan berjalan lunglai ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama kemudian dia selesai mandi, ketika hendak duduk di kasurnya tiba-tiba pintunya di ketuk oleh seseorang.


"Masuk aja nggak di kunci kok." Kata Vita sedikit berteriak.


Ceklek! Pintu terbuka dari luar. Riswan berjalan dengan semangat ke arah Vita, dia tertegun ketika melihat sahabatnya itu sedang murung.


"Vit, kamu kenapa kok murung gitu?" Tanyanya khawatir.


"Nggak apa-apa." Ucapnya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa tapi muka kamu murung gitu, aku tahu kamu pasti ada apa-apa kan?" Kata Riswan lalu duduk di samping Vita.


Riswan mengedarkan pandangannya melihat isi kamar Vita, karena Vita masih diam tidak menjawab pertanyaannya. Tiba-tiba dia melihat foto Vita dengan seorang pria di atas meja belajar Vita. Di foto itu Vita tersenyum bahagia dengan mata berbinar-binar begitupun dengan cowok yang ada di sampingnya dia tersenyum bahagia sambil merangkul Vita.


Apa mungkin ini yang membuat Vita murung gitu ya? Gumam Riswan sambil memperhatikan pria yang ada di foto itu.


"Vit ini siapa?" Tanya Riswan sambil memandang foto itu setelah dia mengambil dari meja.


"Itu Vito, pacar aku tapi sejak dia berangkat ke luar negeri kami hanya sempat komunikasi satu kali ketika dia baru sampai dan setelah itu dia tidak pernah lagi menghubungi aku." Ucap Vita sedih.


"Sudah nggak usah sedih gitu ah mungkin dia lagi sibuk ngurus keperluannya di sana." Kata Riswan sambil mengelus-elus rambut Vita


"Iya, harusnya aku ngerti itu." Kata Vita.


"Ya udah kita turun yuk Tante dan Om udah nunggu kita di bawah." Kata Riswan kemudian.


Vita dan Riswan akhirnya turun ke bawah dari tangga mereka bisa melihat kedua orang tua Vita sudah nunggu di meja makan.


"Selamat malam Tante, selamat malam Om!" Ucap Riswan sopan.


"Selamat malam sayang silahkan duduk." Kata Elis.


"Ih mama pilih kasih Riswan disuruh duduk tapi anaknya sendiri tidak." Kata Vita dengan muka yang dibuat-buat sedih.


"Kamu kayak tidak tahu aja mau duduk di mana sih." Ucap mamanya.


"Mama kamu gimana kabar?" Tanya Elis pada Riswan.


"Mama baik-baik saja Tante." Jawab Riswan.


"Jadi sekarang manggilnya Tante ya? Kita belum lama berpisah kamu sudah lupa cara memanggil aku kayak gimana." Ucap Elis pura-pura sedih, Ivan yang melihat kelakuan istrinya hanya geleng-geleng kepala dia paham betul masuk dari perkataan istrinya, dulu Riswan selalu memanggilnya mama tapi tiba-tiba dia memanggilnya Tante pasti dia merasa risih.


"Maaf ma, maksud Riswan mama baik-baik saja." Ucap Riswan sebenarnya dia juga merasa risih ketika memanggil Elis Tante karena biasanya dia memanggilnya mama.


"Nah itu baru anak pintar." Kata Elis senang.


"Ih, mama kayak anak kecil aja, sepertinya aku akan di nomor duakan sekarang anak kesayangan mama sudah datang." Ucap Vita sambil terkekeh.


"Tenang saja ada papa di sini kok." Ucap Ivan bangga.


"Ah papa sama saja, papa lebih sayang kak Riswan buktinya papa nggak pernah bawa aku ke perusahaan papa, tapi hampir tiap hari papa membawa ngajak kak Riswan."


"Haha, kamu pintar sekali ya sekarang menyalahkan papa, sedangkan papa dulu bersusah payah ngajak kamu tapi kamu tidak mau. Papa bahkan masih mengingat dulu kamu pernah bersembunyi dua hari di rumah Tante Rima gara-gara tidak mau kalau papa paksa kamu pergi ke perusahaan papa." Ucap Ivan.

__ADS_1


"Iya-iya Vita mengaku kalah, sekarang makan yuk perut Vita sudah minta di isi." Ucap Vita kemudian.


Makan malam berlangsung dengan sangat tenang, Riswan merasa sangat bahagia karena tidak ada penolakan sama sekali dari keluarga Vita untuknya. Walaupun dia tahu betul kalau kedua orang tua Vita juga sangat menyayanginya sama seperti mereka menyayangi Vita.


__ADS_2