
Kygu baru saja pulang dari kantor sementara sekretaris Kim tidak lagi mampir diapartemen Kygu, karena Kygu menyuruhnya untuk langsung pulang kerumah, kasihan istri yang sedang menunggunya.
Kygu menekan tombol lift untuk menuju lantai tujuh tepat letak apartemennya berada. Kygu tidak sabar untuk bisa merebahkan langsung dirinya ditempat tidur, ia merasa lelah sekali hari ini. Didalam lift pun Kygu merasa pening sekali, ia memijit-mijit pelipisnya terus-menerus. Penglihatannya agak buram, semua yang dilihat terasa berputar dengan sendirinya. Tiba-tiba
Ting
Pintu lift terbuka, Kygu masih bisa melihat bahwa ada seorang perempuan yang baru saja masuk dilift yang ia berada sekarang. Tapi, ia tidak begitu jelas tahu siapa perempuan itu.
Brummm
Suara jatuhnya tubuh Kygu yang gagah tertimpah dibahu perempuan itu. Untung perempuan itu masih bisa menangkap tubuh yang kekar milik Kygu.
“Tolong aku” suara Kygu yang begitu lirih dengan mata sayu yang terlihat begitu tak berdaya. Kulitnya yang putih terlihat begitu pucat sekali.
“Kygu? Kamu kenapa?” suara panik dari Cycan yang menepuk-nepuk pipi Kygu pelan.
“Astaga. Badannya panas sekali. Sepertinya pria ini sedang sakit. Aku harus bagaimana sekarang? Apakah aku harus menolongnya? Ah iya aku harus membantunya.” gumam Cycan dengan nada cemas. Ia tak bisa berpikir selain menekan lift menuju lantai tujuh. Ia berpikir sebaiknya membawa pria itu ke apartement milik Kygu.
Ting. Pintu lift terbuka. Mereka sampai.
Cycan begitu cemas akan keadaan Kygu yang tak sadarkan diri. Ia bisa melihat raut wajah pria itu begitu tak berdaya, meskipun begitu, hal tersebut tidak kunjung mengurangi ketampanannya juga. Ia bingung harus bagaimana memindahkan tubuh kekar dan besar itu.
Cycan memberanikan diri untuk bisa memapah Kygu. Cycan berjalan terpincang-pincang karena bebannya yang begitu berat dan besar dari tubuhnya.
Astaga. Pria ini berat sekali. Makan apa sih tiap hari? Makan batukah? Ahh Cycan jangan berpikir aneh-aneh. lebih baik selesaikan dulu misimu untuk membawanya diapartemen.
Setelah sampai depan apartemen milik Kygu, Cycan merasa kebingungan sendiri. Ia tidak tahu bagaimana cara masuk kedalam, sedangkan ia tidak tahu sama sekali apa keypasswordnya. Cycan mengarahkan jari-jarinya menekan tombol angka, ia mencoba beberapa angka siapa tahu saja hasil tebakannya benar.
__ADS_1
Shit ! kenapa tidak ada yang benar juga ya? Hmm menyebalkan sekali. Cycan berdecak kesal setelah berulangkali menekan tombol yang selalu salah. Kemudian mencari cara lain. Ia melirik saku celana Kygu, ia bisa melihat ponsel milik pria itu disana. Lalu mendapat ide untuk mengambil ponsel dan memeriksanya. Ia mengeluarkan ponsel tersebut dengan hati-hati karena bisa saja ia menyentuh barang berharga Kygu yang begitu sensitif itu.
Setelah itu, Cycan dengan mudahnya memeriksa ponsel Kygu yang tidak ada password sedikit pun. Ia merasa tidak ada kode apapun didalam. Lalu Cycan merogoh saku celana Kygu lagi, kali ini ia menemukan dompet milik Kygu yang harganya tak ternilai. Dengan enggan ia membuka isinya. Disana ia bisa melihat beberapa ATM milik Kygu dan kartu penting lainnya, dan beberapa uang merah yang terlihat begitu tebal dalam dompet tersebut. Cycan tidak melihat uang receh sedikitpun disana.
Cycan mencoba tanggal lahir Kygu. Alhasil, pintu pun terbuka. Cycan tersenyum senang. Ia segera membawa Kygu kedalam dan tidak lupa mengunci pintu kembali.
Cycan merebahkan tubuh Kygu disofa ruang utama. Karena ia tidak sanggup memapah Kygu dikamarnya melewati tangga lagi, bisa-bisa mereka jatuh.
Cycan tidak tinggal diam, ia menelepon dokter untuk memeriksa keadaan Kygu. Setelah itu ia berjalan menuju dapur. Ia tidak bingung lagi dimana letak dapur Kygu, karena ia sudah pernah kedapur Kygu sebelumnya. Ia menyiapkan air hangat dan kain kecil untuk mengompres Kygu sebelum dokter tiba.
*****
“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya Cycan dengan ekspresi yang begitu mencemaskan keadaan Kygu.
“Suami anda baik-baik saja, Nona. Tidak usah takut” sahut Dokter wanita itu yang tersenyum melihat raut Cycan. Cycan yang mendengarnya bergeming tak karuan
Dokter Elin memotong perkataan Cycan
“Suami anda hanya perlu istrahat. Anda harus lebih banyak memerhatikan suami anda lagi nona. Jangan biarkan suami anda kelelahan terus. Kasihan.” Seru Dokter lagi. Cycan tidak bisa membantah Dokter yang mengatakan Kygu adalah suaminya, karena Dokter itu terus saja bicara tanpa memberi kesempatan Cycan untuk bicara. “ini obat suami anda. Jangan lupa kasih minumkan setelah ia bangun nanti”
“Baik, Dok-“
“Saya permisi dulu, Nona”
“Terimakasih, Dok. Mari saya antar”
Setelah mengantar dokter, Cycan kembali lagi menemani Kygu.
__ADS_1
Kring kring kring
Suara ponsel milik Kygu berdering. Cycan melihat layar ponsel yang ada dimeja. Disana ia bisa melihat nama yang tertera ‘Nenek Alya’.
“hmmm Angkat tidak ya?” Cycan bingung
.
.
.
.
Sebenarnya udah malas lanjutin hehe
Karena tidak banyak Viewer-nya😊
Tapi, gak apa-apa lah daripada enggak ambil kegiatan dirumah 😊
.
.
.
Jangan lupa like dan rate 5 bintang ❤
__ADS_1
Thank you😁