Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Cinta Pandangan Pertama


__ADS_3

Melati meninggalkan ruangan papanya dengan perasaan serba salah, rasanya ia ingin cepat-cepat sampai di rumahnya dan meminta maaf kepada mamanya.


Melati melangkah tergesa-gesa sambil mencari nama pak Mamat di ponselnya.


"Halo pak jemput aku sekarang ya!"


"Baik Non." Ucap pak Mamat dari ujung telepon.


Melati mengakhiri panggilannya lalu memasukkan ponselnya ke dalam tasnya sambil terus berjalan, tiba-tiba ia menabrak seseorang di depannya membuat ponselnya terjatuh ke lantai.


"Maaf ya aku tidak sengaja." Ucap Melati sembari menatap orang yang barusan dia tabrak.


"Tidak apa-apa, ini ponsel kamu." Ucap lelaki yang ada di depannya dengan senyuman tulus sembari menyerahkan ponsel Melati.


Melati seketika menjadi gugup ketika melihat senyuman lelaki itu, tapi dia berusaha untuk menyingkirkan perasaan gugupnya itu.


"Terima kasih." Ucapnya sambil tersenyum.


Riswan merasa aneh dengan perasaannya yang tiba-tiba berdegup kencang, selama ini dia selalu di kelilingi para gadis-gadis tapi ini pertama kalinya dia merasa gugup ketika berhadapan dengan perempuan.


Ada apa dengan aku? Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini, batin Riswan.


Ponsel Melati tiba-tiba berdering.


"Non, kamu di mana? Saya sudah menunggu nona di parkiran."


"Ah maaf pak Mamat, aku akan segera ke situ." Ucap Melati lalu mengakhiri panggilannya.


"Maaf ya aku sudah harus pergi." Ucap Melati lalu bergegas pergi.


"Iya, hati-hati." Kata Riswan spontan.


Setelah kepergian Melati, Riswan tersenyum simpul sambil memikirkan gadis itu.


"Ada apa ini, kenapa aku jadi memikirkan gadis itu? Ucap Riswan pada dirinya.


"Hmmm, siapa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Vita yang tiba-tiba muncul di belakang Riswan.

__ADS_1


"Vita! Aku kangen sama kamu." Kata Riswan lalu merengkuh Vita ke dalam pelukannya.


"Ih, malu-maluin aja deh ini tempat umum tahu, coba lihat tuh orang pada ngeliatin kita." Kata Vita.


"Hehe, bodoh amat dengan mereka." Ucap Riswan lalu melepaskan pelukannya.


"Yuk, Pak Mur udah nunggu kita di parkiran." Ucap Vita lalu berjalan menuju parkiran.


"Siapa pak Mur?" Tanya Riswan penasaran.


"Supir Mama."


Tidak lama akhirnya mereka sampai di parkiran, secara tidak sengaja Riswan melihat gadis yang menabraknya tadi tapi sayang gadis itu sudah masuk ke dalam mobil.


Semoga kita bisa berjumpa lagi. Batin Riswan sembari tersenyum.


"Ngapain senyam-senyum sendiri?" Tanya Vita melihat Riswan senyum-senyum.


"Ah, tidak apa-apa." Ucap Riswan gugup.


Setelah mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang Vita yang masih penasaran akan sikap sahabatnya langsung bertanya.


"Jadi sebenarnya ada apa?" Tanyanya sambil menatap Riswan dengan wajah memelas.


"Tidak ada apa-apa kok." Ucap Riswan masih berusaha menutupi.


"Ayolah kak! Jangan buat aku mati penasaran." Kata Vita.


Akhirnya Riswan mengalah, tapi dia tidak tahu mau cerita bagaimana soalnya dia bahkan tidak sempat menanyakan nama gadis itu.


"Sebenarnya tadi aku bertemu seorang gadis tapi..." Perkataan Riswan terpotong oleh celoteh Vita.


"What? Namanya siapa? Aku penasaran dia seperti apa yang berhasil menaklukkan hati kamu." Ucap Vita bersemangat, karena ini adalah pertama kalinya dia melihat Riswan senyum-senyum sendiri karena cewek.


"Itu dia aku bahkan tidak sempat menanyakan namanya dia sudah pergi." Ucap Riswan.


"Ya kamu gimana sih, masa nggak tahu namanya?"

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi, dia sudah terlanjur pergi."


"Semoga kamu bisa ketemu lagi dengannya." Ucap Vita sambil bersandar pada bahu Riswan.


"Jadi gimana apakah kamu sudah punya pacar?" Tanya Riswan membuat Vita seketika menjadi teringat pada Vito.


"Iya kak." Ucapnya dengan lesu.


"Kamu kok nggak semangat gitu sih, kenalkan sama kakak ya! Aku penasaran cowok seperti apa yang berhasil menaklukkan hati kamu." Kata Riswan sambil tersenyum.


"Nggak bisa kak!"


"Kok gitu sih, masa aku nggak boleh kenalan sama pacar kamu sih?


"Ya nggak bisa soalnya dia sudah pergi keluar negeri."


"Ha, jadi kalian LDR-an dong?"


"Iya kak." Ucap Vita dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu yang sabar ya! sekarang ada aku, aku tidak akan membiarkan kamu merasa sedih. Kalau memang dia sayang sama kamu pasti dia akan kembali untukmu." Ucap Riswan sambil merangkul Vita.


"Iya, terima kasih kak." Ucap Vita sambil tersenyum menatap Riswan.


★★★


"Non! Ada apa kok senyum-senyum sendiri? Tanya pak Mamat pada Melati.


"Tidak apa-apa kok." Ucap Melati gugup karena tertangkap basah sedang senyum-senyum sendiri.


Kenapa aku jadi kepikiran lelaki itu? Jangan-jangan aku jatuh cinta padanya? Nggak mungkin aku bahkan tidak mengenalnya, ini adalah kali pertamanya aku bertemu dengannya. Tapi kenapa wajahnya selalu melintas di pikiran ku?


"Aisss, ini sungguh di luar dugaanku, kenapa sulit sekali melupakan lelaki itu?" Gumam Melati.


Apa mungkin ini yang disebut cinta pada pandangan pertama?


Sepertinya aku harus memberi tahu hal ini pada kedua sahabatku. Gumam Melati

__ADS_1


__ADS_2