
Cycan menarik kursi dan duduk. Ia tidak mau perkataan Kygu itu membenarkannya. Ia langsung mencoba semua jenis makanan yang ada diatas meja dengan beraninya ia menaikkan kaki kanannya dikursi. Kygu menatap gadis itu dengan kepala menggeleng-geleng, ia merasa Cycan tidak memiliki tata krama sebagai layaknya perempuan.
“Turunkan kakimu atau aku akan mematahkannya?” tegur Kygu sembari mengancam
Cycan berdeham mengiyakan dengan rada kesal dan menurunkan kakinya. Ia melanjutkan makannya dan Kygu melihatnya begitu lahap sekali.
“Kamu tidak makan?” tanya Cycan melirik Kygu yang tidak makan sama sekali. Kygu berdeham kecil dan tersenyum tulus
Aneh. Kenapa dia tersenyum begitu tulus sekali? Kenapa dia terlihat baik hari ini? Yah meskipun agak dikit menyebalkan juga sih. Tapi hari ini beda sekali. Atau jangan-jangan dia-
“Kenapa berhenti makan?” heran Kygu
“Jangan-jangan kamu tidak makan karena makanan ini sudah kamu racuni ya?” kata Cycan curiga
“Otak kamu itu isinya apa sih? Ular? Atau biawak? Macam-macam saja pikiranmu.” Sahut Kygu berdecak kesal lalu mengambil piring Cycan dan mencicipinya
“hei itu makananku. Sini”
“sudah, biar aku saja yang makan”
“tidak. Itu makananku” Cycan merebut paksa dan berhasi mengambilnya dari Kygu. Kygu hanya tertawa kecil dengan tingkah lucu Cycan
“Terimakasih sudah menolongku semalam” ucap Kygu ketika ruang itu hening
Cycan tersedak mendengar ucapan terimakasih dari Kygu. Kygu segera memberi gelas berisi air putih pada Cycan. Cycan meneguknya.
“kamu tak apa-apa?” tanya Kygu dengan nada cemas. Cycan menatap Kygu tak berkedip. Cycan hanya mengeleng kepala pelan.
“makanya kalau makan itu hati-hati” ucap Kygu lirih
__ADS_1
“oh”
“Terimakasih juga sudah menolongku dari nenek Alya” kata Kygu lagi hingga membuat Cycan tersedak lagi.
Uhuk-uhuk batuk Cycan. Kygu segera mengelus-ngelus punggung Cycan lembut. Cycan benar-benar tidak menyangka Kygu akan seperhatian ini padanya. Dia juga sudah dua kali mungucap terimakasih pada Cycan, ini mustahil seklai mendengarnya dari mulut seorang Kygu.
“Kamu memang benar-benar gadis bukan penurut” kata Kygu kembali duduk setelah yakin Cycan sudah membaik. “baru saja dibilang hati-hati, sudah melanggar. Bahaya kalau kamu ini salah satu anggota pemain bola, bakal kena skors terus” Kygu tak berhenti berceloteh
Usai makan, Cycan mengangkat piring kewestafel. Kygu mencoba menghentikannya, namun Cycan memaksa untuk membersihkan piring-piring. Kygu tidak menjadi penonton, ia juga membantu Cycan mencuci piring.
“Kamu baru saja selesai makan. Setidaknya kamu istrahat saja dulu, biar aku nanti yang beresin ini semua” kata Kygu yang memecahkan keheningan meskipun daritadi hanya suara piring dan percikan air yang terdengar.
“Aku sudah biasa melakukan ini. Makan dan bekerja tanpa ada jeda. Kamu tidak usah pedulikan aku” kata Cycan tersenyum pada Kygu. Entah mengapa ia merasa senang saja melihat Kygu yang baik padanya. Kygu hanya diam tak menanggapi.
“Kamu sebaiknya duduk saja, aku akan mengerjakannya sendiri” kata Cycan lagi mencoba mencegah Kygu membantunya mencuci piring kotor
“Tidak apa-apa. Aku juga sudah biasa melakukannya. Kamu tidak usah pedulikan aku” sahut Kygu yang sengaja mengucapkan kata-kata yang sama dengan Cycan. Cycan pun memandang Kygu seketika, begitupun Kygu sebaliknya hingga mata keduanya beradu pandang diselingi tawa.
“hei aku bukan beo, Aku Kygu pria tampan” gerutu Kygu diikuti tawa
*****
Setiba Nenek Alya dirumah, ia masih saja memikirkan cucunya yang berbeda dari biasanya. Hari ini Kygu kelihatan aneh menurutnya. Dan ia berpikir bahwa Kygu menyembunyikan sesuatu padanya. Diapartement Kygu ia juga sempat melihat ada sepatu wanita dekat pintu Kygu. Sepatu itu terlihat tidak begitu mahal, yah bisa dibilang barang murahan. Dan sepatu itu betul bukan milik Helone, tidak mungkin gadis semodis dirinya memakai yang murahan begitu. Apalagi sepatu yang sudah begitu lecek dan buruk untuk dilihat.
Apa Kygu menyimpan wanita diapartementnya? Apa ia sudah mulai bermain **** dengan wanita malam? Ah tidak mungkin. Rekygu Alfardo tidak sehina dan serendah itu, bagaimana mungkin bisa? Mustahil sekali bila hal ini benar-benar terjadi. Kygu adalah pria baik-baik.
Nenek Alya begitu penasaran hingga menelepon Helone langsung. Panggilan tersambung.
“Selamat siang, nenek sayang” sapa Helone begitu bersahabat pada nenek Alya
__ADS_1
“Iya, Helone. Bagaimana hubunganmu dengan Kygu?”
“Baik-baik saja nenek, ada apa ya?” heran Helone. Ia menduga pasti ada sesuatu yang membuat nenek Alya menelepon dirinya. Ya mungkin gadis itu, siapa lagi kalau bukan sipengacau itu. Pikir Helone
“Apakah kamu ada menginap diapartement Kygu, nak?” Tanyanya spontan. Helone terbahak dari balik ponsel
“Nenek seperti tidak kenal Kygu saja. Sejak kapanlah ia memberi izin kita menginap ditempatnya. Apa ada seseorang yang berada bersama Kygu” Sahut Helone dengan suara rendah
“Oh tidak, Nak” sahut nenek Alya cepat, “Nenek hanya bertanya saja. Karena nenek ingin sekali kalau kamu bisa sering-sering mengunjunginya” saran nenek Alya pada Helone. Karena ia tahu bukanlah Helone yang berada diapartement Kygu semalaman.
“hehehe iya nek”
Nenek Alya menutup telepon. Nenek Alya menyuruh beberapa orang untuk mematai-matai pergerakan Kygu dan bersama siapakah cucunya itu, ia tidak mau Kygu jatuh cinta pada orang yang salah.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading dears😚😚😚