Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Gadis Malang


__ADS_3

×TETAPLAH BERSAMAKU×


PART 3


'Siapa dia?' batin Ragini.


Ragini bingung dengan kehadiran seorang pria di apartemen Ratan. Ragini merasa tidak mengenal pria itu. Ragini mengenal semua teman Ratan, Ratan selalu memperkenalkan Ragini kepada semua teman temannya.


Lalu siapa pria yg sekarang berdiri di hadapannya?


Ia nampak asing dengan kehadiran pria ini. Ragini terus memperhatikan pria di hadapannya dari atas sampai bawah.


Eiitsss tunggu....


Tanpa aba aba pria itu langsung berjalan melewati Ragini dengan santainya, Ragini jengkel langsung bergegas mengikuti kemana arah pria itu akan pergi.


"Nona temanku bilang disini sedang ada pesta, apa aku terlambat datang jadi pestanya sudah usai? Ah aku menyesal karena tidak cepat cepat kesini" keluhnya.


Ragini masih bingung dengan yg ucapkan pria itu. Pesta? Temannya? Siapa temannya yg memberitahukan kalau disini sedang ada pesta?


Seingat Ragini dia sama sekali tidak mengatakan kepada siapapun tentang kejutan ini.


Lalu siapa temannya yg memberitahukan jika disini ada pesta? Apakah Ratan?


Ragini terus bertanya di dalam hatinya. Lalu dia langsung menghampiri pria itu yg sedang duduk dengan santainya sambil menuang wine di gelas yg sebenarnya Ragini akan berikan untuk menghabiskan malamnya bersama Ratan.


"Heh siapa kau? Berani beraninya kau main seenaknya saja masuk apartement org tanpa ijin lalu kau juga seenaknya untuk meminum apa yg seharusnya bukan jadi milikmu, siapa kau? Aku tidak mengenalmu, cepat pergi dari sini!" usir Ragini.

__ADS_1


Ragini dengan cepat menarik tangan pria itu sampai pria itu kini berdiri di hadapannya, dengan cepat Ragini berusaha untuk mendorong pria itu agar dia mau pergi dari apartemen ini.


"Hei apa yg kau lakukan? Aku disini di undang temanku, kau tau aku baru tiba dari Mumbai dan temanku mengatakan jika disini sedang ada pesta, maka dari itu akau kesini. Temanku bilang kekasihnya melamar dia, maka dari itu aku buru-buru kesini untuk menghadiri pestanya, lagi pula siapa wanita bodoh itu yg mau menikah dengan si bodoh dan si cengeng Ratan? Benar benar gadis yg malang dia akan membuat hidupnya sia-sia jika menikahi si bodoh Ratan itu, udah cengeng manja lagi" laksh terkekeh.


Ragini geram. Dia sangat tidak suka pria ini menghina Ratan, bukan, bukan menghina Ratan saja bahkan menghina dirinya juga.


Ragini mengepalkan tangannya yg sudah bersiap untuk menonjok pria di hadapannya itu. Namun dia urungkan karena pria itu tiba tiba mendekat kepadanya dan menatap dirinya sangat dekat, bahkan ragini bisa merasakan hembusan nafasnya.


Deggg....


Entah mengapa hati Ragini berdebar saat di tatap seperti itu, Ragini tertunduk malu entah mengapa pipinya menjadi bersemu merah.


Dan dia menjadi lemah dan mengurungkan niatnya untuk memukul pria itu. Pria itu tersenyum melihat tingkah Ragini.


"Hei nona mengapa kau menunduk? Ohh aku tau jangan bilang jika kau kekasih si Ratan bodoh itu?" tanya pria itu dan masih menatap lekat Ragini.


Seketika Ragini mendongakkan kepalanya. Ia langsung mendorong pria itu agar menjauh darinya.


"Hei nona maaf, aku tidak bermaksud untuk mengatakan seperti itu. Hmmmm bagaimana jika kita duduk dan minum wine disana, setidaknya itu akan mengurangi emosi mu itu" ajak pria itu.


Pria itu langsung menarik tangan Ragini dan membimbingnya ke sofa, lalu ia mengambil 2 gelas wine yg td sudah ia tuangkan.


"Ini minumlah, aku benar benar minta maaf kepadamu, aku heran mengapa kau ingin menikah dengan Ratan, yg aku tau Ratan tidak pernah memikirkan tentang pernikahan. Yg ada di pikirannya hanya kebebasan dan menikmati hidupnya, ngurus hidupnya aja tidak becus bagaimana nanti ia mengurus keluarganya" jelas pria itu panjang lebar.


Ragini menganggukkan kepala, ternyata ada benarnya omongan pria ini, Ratan memang masih suka seenaknya dan jg masih seperti anak kecil.


"Kau sudah berapa lama menjalani hubungan dengannya?" tanya pria itu lagi.

__ADS_1


"3 tahun" jawab Ragini singkat.


"Wah lama sekali yah, ternyata kau hebat mampu bertahan selama itu dengannya, aku salut padamu nona. Oh iya aku sampai lupa menanyakan siapa namamu, aku Laksh, kau?"


"Ragini"


Ragini dan Laksh pun saling berjabat tangan.


Tanpa terasa mereka mengobrol sampai Ragini mabuk karena terlalu banyak minum. Dan memang ini rencana awalnya.


Iyah tadi di kamar mandi Ratan menelpon Laksh untuk membebaskannya dari Ragini.


Laksh seorang dokter ahli psikologi jadi dia mampu menenangkan dan menjadi tempat curhat lawan bicaranya, maka dari itu Ratan meminta bantuan Laksh.


Dan benar Ragini sangat nyaman berbicara dengan Laksh mengenai hubungannya dengan Ratan.


Setelah Ragini tertidur, Laksh langsung menghampiri kamar mandi dan mengetuk pintu perlahan.


"Hei bodoh cepat keluar dari sana, dia sudah tidur, ayo cepat!"


Lalu ckreekk, Ratan membuka pintu kamar mandi itu.


"Apakah sudah aman? Apakah dia sudah tertidur karena mabuk?" Ratan melirik keberadaan Ragini.


"Kau memang yg terbaik Laksh, tidak salah aku meminta bantuanmu" Ratan tersenyum dengan bahagia karna dirinya kini bisa terbebas dari "ruangan" itu.


Namun Laksh masih menatap ke arah Ragini, dia merasa iba kepada Ragini.

__ADS_1


'Dasar gadis yg malang' batinnya.


To be continued....


__ADS_2