
Setelah Usai bersih-bersih. Cycan pamit pulang keapartementnya. Hari sudah sore. Sudah waktunya Cycan kembali.
“Kamu tidak sakit lagikan?” tanya Cycan menyentuh pipi Kygu dengan punggung tangannya.
Kygu tersenyum menatap Cycan yang sedang mencek suhu tubuhnya. Cycan dengan cepat melepas tangannya dari pipi Kygu. Ia bisa melihat Kygu tersenyum nakal padanya hingga membuat detak jantung Cycan berdebar-debar begitu kencang. Ia jadi kelihatan gugup dihadapan Kygu.
“Kenapa pipimu merah begitu?” Kygu menggoda dengan senyum nakalnya
“mana?” kata Cycan dengan mata menyipit sembari menyentuh pipinya
“ini nih disini” kata Kygu menyubit kedua pipi Cycan dengan menahan tawa gemas melihat wajah Cycan yang terlihat imut
“ihh... sakit tahu !” Cycan mendengus kesal pada Kygu. Kygu hanya tertawa senang bisa menjahili gadis judes itu.
“Aku mau pergi”
“Kemana?”
“Keneraka” sahut Cycan jutek
“Ooh yaudah pergilah. Aku tidak mau ikut kamu keneraka, kecuali kalau kesurga” Kygu mencoba menggurau berusaha mengubah suasana hati Cycan yang masih ngambek
“hmm”
__ADS_1
“atau aku gendong nih mau?” sembari menundukan punggungnya dihadapan Cycan
“ih apaan sih” kata Cycan tersipu malu dan mendorong tubuh Kygu pelan
“hei tubuh ini bisa tumbang. Jangan dorong-dorong” cekat Kygu dengan suara tawa
Hahaha Aneh. Emang pohon yang bisa tumbang. Ternyata selain tampan, dia humoris juga. Pintar banget buat suasana hati ini berubah-rubah. Hmmm dasar pria aneh! Ada waktunya baik dan ada waktunya kejam seperti singa yang siap menerkam. Cycan bicara dalam hati
Cycan pun melangkah meninggalkan apartement Kygu. Dalam hati Cycan senang bisa berdamai dengan pria yang pernah ia anggap buruk itu. Meskipun menyebalkan namun Kygu termasuk pria yang menyenangkan juga bagi Cycan. Yah ini yang kedua kalinya ia terkesan dengan seorang pria. Cycan tak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya terhadap Kygu yang tampan dan juga memiliki hati yang baik. Entahlah. Cycan hanya tersenyum sendiri dan berlari-lari kecil sangking senangnya.
*****
Dwi dan Reyna keluar rumah dan pergi disuatu kafe, karena dirumah membosankan bila kedua orangtuanya masih belum juga pulang dimalam ini.
“Kak? Apa kakak gak curiga dengan kak Deian? Masa ia sibuk mulu sih sampai gak beri khabar”
“Coba deh berpikir-“ belum lagi Reyna menyelesaikan omongannya Dwi sudah memotong pemboicaraannya
“Stop ya! Kamu jangan berpikir aneh-aneh tentang cowok aku. Urus saja pacar masing-masing” Tegur Dwi kesal
“Aku tebak pacar kakak selingkuh. Masa iya dia diajak sama kakak Wiwi malah dia bilang sedang malas nemenin kakak. Pacar apa itu? Gak seperti biasanya kak Deian mengabaikan kakak.” Lancang Reyna rewel yang masih ngotot melanjutkan obrolannya.
Yah Dwi kali ini tidak bertindak menjitak kepala adiknya, melainkan ia merenungi perkataan Reyna barusan ada benarnya. Ia hanya diam dan turun dari mobil diikuti Reyna.
__ADS_1
“Kok kakak diam aja sih? Kakak harus telusuri apa yang dilakukan Deian dibelakang kakak. Kakak gak usah galau dong” bujuk Reyna menyemangati kakaknya.
“Iya-iya adikku yang bawel” Dwi mencibir dengan seulas senyum yang terpancar.
Ternyata didalam kafe sudah ada tiga wanita iblis yang menatap Dwi begitu tajam. Dwi berpura-pura tidak melihat tiga wanita iblis itu. Ia dan adiknya duduk dekat meja ketiga wanita itu
“eh ternyata ada juga ya teman sekampus kita sesombong itu” kata Elka pada kedua sahabatnya yang menyindir Dwi
“Biasalah mungkin minder dengan ketiga bidadari cantik. Lagipula mukanya gak cantik-cantik amat” ledek Anggi dengan gelak tawa membahana bersamaan dengan Elka dan Retha
“Biasanya kemana-manakan bareng pacar. Kenapa kali ini tidak ya?” pancing Retha memanas-manasin Dwi
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dikomen sayang-sayangku😍😚
mohon dilike ya 👍 biar Author senang dan bisa lanjutin cerita 😊😊😉