
"Hufg... Akhirnya selesai juga" Riswan meletakkan kopernya di samping tempat tidurnya lalu berjalan ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit di kamar mandi Riswan kembali ke kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi, lalu mengambil kopernya dan berjalan ke lantai dasar.
"Selamat pagi Mama, selamat pagi papa!" Ucap Riswan kepada kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang keluarga menunggunya.
"Selamat pagi sayang! Ayo duduk di sini dulu nak! Kata Rima kepada anaknya sembari menepuk-nepuk sofa di sampingnya.
Riswan berjalan ke samping mamanya lalu duduk seraya memeluk mamanya dari samping dengan manja.
"Pa, lihatlah anakmu ini! Sudah besar begini tapi masih saja manja, aku jadi takut jika dia harus pergi nanti mala merepotkan Elis di sana." Kata Rima mengadu pada suaminya.
Riko hanya tersenyum melihat kelakuan istri dan anaknya.
"Biarlah kali ini dia bermanja-manja ma, aku yakin dia tidak akan berani berbuat seperti itu pada Elis." Kata Riko walaupun dia tahu bahwa Elis sangat memanjakan anaknya itu.
Riswan memperbaiki duduknya lalu menatap papanya dengan serius.
"Pa, kalau Riswan sudah pergi tolong jangan tinggalkan mama sendirian di rumah ya, Riswan takut terjadi apa-apa pada mama kalau hanya sendiri di rumah." Ucap Riswan dengan sungguh-sungguh.
Seketika suasana jadi hening, sampai Riko mengeluarkan suaranya.
"Papa akan berusaha sebisa mungkin untuk selalu menemani mama kamu di rumah, tapi papa tidak bisa menjamin apabila tiba-tiba papa mendapat panggilan keluar kota." Ucap Riko sedikit ragu takut membuat anaknya kecewa.
__ADS_1
"Mama tidak apa-apa kok, kan ada Bibi Ina sekali-kali kalau papa kamu lagi keluar kota, mama akan mengajaknya ke sini." Kata Rima sambil tersenyum, dia tidak ingin terjadi konflik antara anaknya dan suaminya.
"Tapi ma..."
"Tidak apa-apa sayang, mama baik-baik saja kok." Katanya sambil menatap putranya dengan penuh kasih sayang.
"Atau gini deh, papa akan sekali-kali ngajak mama kamu ikut keluar kota, apabila papa perginya cukup lama." Ucap Riko, dia juga merasa tidak tenang apabila harus meninggalkan istrinya seorang diri.
"Kamu serius?" Tanya Rima dengan mata berbinar-binar karena selama ini suaminya sudah jarang mengajaknya untuk bepergian.
"Iya sayang."
"Ide yang bagus pa, sekalian mama juga jalan-jalan soalnya mama kan selama ini di rumah aja pasti mama juga bosan." Kata Riswan menyetujui ide papanya.
"Sayang ini udah jam sembilan, ayo berangkat nanti kamu ketinggalan pesawat." Ucap Rima.
"Astaga! Ayo ma, pa!" Kata Riswan lalu bangkit dari duduknya.
Ya, semalam papa sudah janji akan mengantar Riswan ke bandara begitupun dengan mamanya.
Setelah sampai di bandara Riswan pamit pada kedua orang tuanya.
"Ma Riswan berangkat dulu ya! Doakan semoga Riswan sukses di tanah orang." Ucap Riswan sambil memeluk mamanya.
__ADS_1
"Iya sayang, mama pasti akan selalu mendoakan kamu nak." Kata Rima dengan mata berkaca-kaca.
"Ma, jangan bersedih begitu dong nanti Riswan ikut sedih."
"Hehe, maafin mama ya! Maklumlah inikan pertama kalinya mama berpisah sama kamu."
"Iya ma, Riswan mengerti."
Riswan tahu betul ini adalah pertama kalinya dia harus berpisah dengan mamanya, Riswan pernah berjanji untuk selalu berada di sisi mamanya. Namun kali ini dia harus mengingkari semua itu demi masa depannya, apalagi mamanya sendiri yang menginginkan dia pergi supaya kelak dia benar-benar bisa mandiri dan menjadi orang yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang akan dihadapinya.
"Kamu baik-baik di sana ya! Ingat jangan merepotkan Tante Elis."
"Ok mama sayang." Ucap Riswan, lalu keluar dari mobil.
"Pa, Riswan pergi dulu ya!" Riswan mendekati papanya.
"Iya nak, kamu hati-hati ya!"
"Satu pesan papa buat kamu, jangan biarkan dirimu dipermainkan oleh dunia tapi taklukkan lah mereka dan raihlah impianmu dengan kerja kerasmu jangan mengharapkan orang lain untuk meraih mimpimu, tapi satu hal yang pasti kamu perlu orang lain untuk mewujudkan impianmu. Ingat! Jangan sombong dan tinggi hati karena itu akan membuat kamu jatuh terpuruk sedalam-dalamnya." Ucap Riko lalu memeluk anaknya.
"Iya pa, terima kasih aku akan selalu mengingat pesan papa dan mama." Kata Riswan lalu berjalan meninggalkan kedua orang tuanya.
Jangan biarkan dirimu dipermainkan oleh dunia tapi taklukkan lah mereka dan raihlah impianmu dengan kerja kerasmu jangan mengharapkan orang lain untuk meraih mimpimu, tapi satu hal yang pasti kamu perlu orang lain untuk mewujudkan impianmu. Ingat! Jangan sombong dan tinggi hati karena itu akan membuat kamu jatuh terpuruk sedalam-dalamnya.
__ADS_1