Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Berkunjung ke perusahaan


__ADS_3

Suara berisik yang berasal dari ponsel Vita membuatnya mengerang dan mengambil ponsel yang berada di samping ranjangnya.


" Huem, siapa sih yang berani mengusik ketenanganku di pagi hari seperti ini? " Vita berdecak kesal.


" Vito! " Dadanya berdegup kencang ketika melihat nama Vito di layar ponselnya, entah darimana asalnya perasaan rindu pada pria itu tiba-tiba muncul dalam benak Vita.


" Hai Vit! Kamu apa kabar? " Kata Vito dari sebrang sana dengan suara yang ceria.


Ada apa dengan perasaanku, kenapa tiba-tiba aku seperti ini gumam Vita ketika menyadari dadanya terus berdegup dengan kencang.


" Hai To! Aku baik-baik saja. " Berusaha mengendalikan suaranya agar tidak terdengar gugup. " Kamu gimana? "


" Aku baik-baik saja, kamu kapan pulang? " Tanya Vito. " Mungkin tiga hari lagi baru aku kembali. "


" Masih lama ya? Padahal aku udah kangen banget. " Vito tidak menyadari apa yang baru saja diucapkannya.


Wajah Vita seketika memanas mendengar perkataan Vito. " Ya udah kalau gitu kamu baik-baik di sana ya. " Vito mengakhiri panggilan nya.


Apa katanya? Dia kangen padaku.


Tanpa sadar Vita menyunggingkan senyuman yang sangat manis.

__ADS_1


Ada apa denganku kenapa aku begitu bahagia mendengar perkataan Vito? Apakah aku benar-benar mencintainya?.


Tanpa Vita sadari ada sepasang mata sedang memperhatikan tingkahnya dari depan pintu kamar.


" Hmmm, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih. " Goda Riswan membuat pipi Vita semerawut. " Apaan sih kak? Ngapain pula kamu pagi-pagi sudah ada di sini? " Vita berusaha mengalihkan pembicaraan. " Kamu lupa ya? Tadi malam kan kamu yang merengek-rengek minta diantar pulang. " Riswan kesal. " Oh iya, aku hampir saja lupa. " Kata Vita setelah berpikir cukup lama.


Ya semalam setelah makan malam, Vita merengek-rengek minta diantar pulang oleh Riswan walaupun rumah mereka jaraknya sangat dekat. Awalnya Riswan sudah menolak tapi seperti biasa Vita akan mengadu pada Tante Rima kalau keinginannya di tolak oleh Riswan.


" Tante! Lihatlah Riswan sama sekali tidak mempedulikan aku bahkan mengantarku saja ke rumah dia tidak mau. Lebih baik Vita tidak usah lagi datang ke sini. " Vita mengadu dengan wajah dibuat-buat sedih.


" Wan! Kamu jangan seperti itu pada adikmu, sana antar dia pulang! " Kata Tante Rima membuat Vita tersenyum mengejek pada Riswan. Riswan bukannya tidak mau mengantar Vita pulang, hanya saja ada kesenangan tersendiri baginya ketika menggoda adiknya itu.


" Jadi semalam kakak nginap di sini? " Beranjak dari kasurnya mengambil handuk. " Ya nggaklah, aku langsung pulang tadi malam setelah kamu tidur. " Kata Riswan. " Ya udah aku mandi dulu, ntar kita berangkat jam delapan. " Vita berjalan ke kamar mandi dengan handuk di lehernya.


Vita memang tidak pernah pergi ke perusahaan papanya karena dia tidak menyukai bisnis. Berbeda dengan Riswan, waktu mereka masih SMP Riswan sering ikut papa Vita ke perusahaannya apabila mereka libur, bahkan sekarang Riswan di percaya papa Vita untuk memantau perkembangan yang terjadi di perusahaannya itu.


Setelah tiga puluh menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di parkiran perusahaan. Wow ternyata perusahaan papa sangat besar. Vita berdecak kagum melihat gedung yang ada di hadapannya, gedung itu sangat megah.


Riswan dan Vita melangkah masuk ke dalam perusahaan sedangkan pak Budi menunggu di mobil. Semua mata tertuju pada Riswan dan Vita ketika mereka memasuki perusahaan. " Kak kenapa mereka memandangi kita seperti itu. " Kata Vita gugup. " Kakak juga tidak tahu. "


" Gadis itu siapa, kenapa dia bisa bersama tuan muda. " Bisik salah satu karyawan pada karyawan lainnya. " Mungkin dia calon tuan muda. " Kata yang lainnya. " Ah tidak! Dia memang sangat cantik tapi aku tidak ikhlas kalau tuan muda harus di ambil orang lain. " Kata seorang karyawan yang lain.

__ADS_1


Ketampanan Riswan memang tidak perlu di ragukan banyak karyawan yang ada di perusahaan papa Vita menyukainya, tapi mereka sadar diri. Mereka hanya bisa mengagumi Riswan dari jauh, tanpa berani mendekatinya. Apalagi setelah direktur utama Ivan Handoyo mengumumkan bahwa kelak Riswan Wijaya yang akan menggantikan kedudukannya di perusahaan itu.


" Selamat siang semuanya! Perkenalkan ini Vita adik saya, dia adalah anak dari bapak Ivan Handoyo. " Vita hanya mengangguk kepala sembari tersenyum pada karyawan papanya.


Para wanita yang mendengar penuturan Riswan sangat senang. " Ah, syukurlah ternyata cuma adiknya. " Kata seorang karyawan.


" Anak pak direktur ternyata sangat cantik ya, tapi aku baru pertama kali melihatnya datang ke perusahaan ini. "


" Bagaimana anaknya tidak cantik, bapaknya saja yang sudah menginjak kepala empat masih sangat tampan. " kata para karyawan sambil berbisik-bisik.


Riswan membawa Vita ke sebuah lift khusus direktur yang menuju lantai 9, ketika lift terbuka mereka berjalan ke ruangan papa Vita yang kelak akan menjadi ruangan Riswan.


" Wow ini sangat luar biasa, aku menyesal tidak pernah datang sebelum. " Mata Vita terbelalak melihat ruang kerja papanya. " Siapa suruh kamu tidak mau ke sini? Padahal aku kan sering banget ngajak kamu ke sini dulu tapi kamu selalu saja menolak. " Kata Riswan.


" Selamat siang tuan. " Kata Ani sekertaris pak Ivan. " Selamat siang mbak Ani. " Jawab Riswan sembari tersenyum pada mbak Ani. " Siapa gadis cantik ini? " Tanya mbak Ani kepada Vita yang ada di samping Riswan. " Perkenalkan saya Vita Handoyo anak pak Ivan. " Kata Vita memperkenalkan dirinya. " Maafkan aku Nona atas ketidak sopananku! Aku tidak tahu kalau kamu anak pak Ivan. " Kata mbak Ani gugup.


" Tidak apa-apa Mbak. " Kata Vita tersenyum.


" Bagaimana keadaan perusahaan dalam bulan ini. " Tanya Riswan pada mbak Ani. " Puji Tuhan semuanya berjalan lancar tuan. " Kata mbak Ani.


Tidak terasa mereka sudah berada di kantor selama dua jam. " Wan! Pulang yuk aku udah lapar. "

__ADS_1


" Ayo, aku juga sudah lapar. " Kata Riswan sembari memegang perutnya.


Setelah itu, mereka meninggalkan perusahaan dan kembali ke rumah Tante Rima untuk makan siang karena Tante Rima sudah menyiapkan makan siang untuk mereka.


__ADS_2