Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Nona Ragini


__ADS_3

×TETAPLAH BERSAMAKU×


PART 5


Ragini berjalan memasuki sebuah "KLINIK PSIKOLOGI", dia menyusuri setiap tempat yg ia lewati. Matanya tertuju pada Receptionist. Ia langsung berlari menghampiri Receptionist itu. Dengan nafasnya yg tersengal Ragini langsung bertanya kepada Receptionist itu.


"Permisi, saya ingin bertemu dengan Laksh" tanya nya sambil mengatur nafasnya.


Receptionist ini mengernyitkan dahinya, lalu menatap ke arah Ragini.


"Maaf apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?" tanyanya dengan datar.


"Janji? Janji apa? Saya kesini hanya untuk bertemu dengan Laksh, mengapa saya harus membuat janji jika saya ingin menemuinya?" jawab Ragini sambil mendengus kesal.


"Nona kau lihat kesana (tunjuk Receptionist itu) disana sudah banyak pasien yg sudah lama mengantri dan mereka sudah mengisi formulir ini. Memangnya kau saja yg ingin bertemu dokter Laksh, mereka jg ingin menemui dokter Laksh untuk berkonsultasi dengannya, jika kau ingin menemui dokter Laksh, silakan isi formulir ini" jelasnya panjang lebar.


"Formulir ini? (Ragini langsung melihat formulir itu lalu matanya terbelalak saat ia melihat biaya administrasi yg di berikan, '1 sesi (60 menit) Rp. 300rb', astaga Ya Dewa apa apaan ini, untuk bertemu dengannya aku harus membayar sebanyak ini? Itu pun untuk satu jam saja" Ragini geram.


"Bagaimana nona apa kau masih ingin menemui dokter Laksh? Jika iya tolong isi formulir ini dan urus biaya administrasi nya, jika sudah kami akan memberikan nomor antrian kepadamu" jelasnya.


"Antrian?"

__ADS_1


"Iya nona pasien dokter Laksh banyak, jd kau harus mengantri"


"Baiklah sini formulir itu"


Ragini lalu langsung mengambil formulir itu dan mengisinya, ia pun merogoh kantongnya untuk melihat isi dompet di dalamnya.


'Ya Dewa ini mahal sekali, tapi ini semua aku lakukan demi Ratan, demi cintaku, Ragini anggap aja ini sebuah pengorbanan cintamu' batin Ragini


Setelah mengisi formulir dan mengurus administrasinya, Ragini mendapatkan nomor antriannya, namun Ragini kesal di nomer antriannya tertulis nomer 89. Ragini langsung melotot dan melihat ke layar atas depan pintu Psikolog itu. Astaga baru nomer 50. Ragini terus menunggu, sampai 5 jam lamanya.


"Nomor 89"


"Ya itu aku" (Ragini langsung berlari menuju pintu tempat Laksh praktek.


"Eeeheeemmm"


Pria itu pun berbalik lalu tersenyum sambil mengernyitkan dahinya, alisnya pun di naikkan pertanda dia bingung dengan apa yg di lihatnya saat ini. Dia langsung berjalan menuju ke kursinya. Dan masih menatap Ragini dengan senyum manisnya.


"Hei kau nona, siapa namamu aku lupa, oh iyah kau wanita bodoh itu, ohh ohh maaf maksudku kau kekasihnya si Ratan bodoh itu kan? Laksh terkekeh.


Ragini kesal, pria seperti ini menjadi seorang psikolog, astaga.

__ADS_1


Ragini mengerucutkan bibirnya. Laksh langsung menyadarinya lalu langsung menyuruh Ragini untuk duduk.


"Maaf maaf aku tidak bermaksud untuk seperti itu" ucap Laksh.


"Namaku Ragini, bisakah kau memanggil namaku dengan benar?" kesal Ragini.


"Oh ya nona Ragini, katakan kepadaku jadi apa alasanmu untuk menemui ku?" tanya Laksh dan Laksh langsung terbahak saat dia melihat Ragini ada di daftar pasien yg ingin berkonsultasi kepadanya.


"Hei mengapa kau tertawa?" kesal Ragini.


"Tidak tidak kau ini sengaja ingin menemuiku atau kau ingin berkonsultasi denganku? Sehingga ini (menunjuk formulir) kau bahkan mengisi nya dan mengurus administrasinya, baiklah kalau begitu katakanlah nona Ragini, hal apa yg ingin kau bicakan kepadaku?" tanya Laksh.


"A-a-ku, a-ku" Ragini gugup.


"Aku ingin bertanya kepadamu mengapa semalam kau yg mengantarkanku pulang bukannya Ratan" jawab Ragini.


Laksh terkekeh.


"Hahaha jadi hanya itu yg ingin kau tanyakan? Baiklah akan ku jawab" ekspresi Laksh berubah menjadi serius dan Ragini harap harap cemas dengan apa yg akan di jelaskan oleh Laksh selanjutnya.


GIMANA??

__ADS_1


MAU DI NEXT OR STOP?? 🤔🤔


__ADS_2