
×TETAPLAH BERSAMAKU×
PART 7
Ckrekkk....
Suara pintu terbuka, Raglak yg tidak sengaja sedang berpelukan mengarahkan padangan mereka ke pintu itu.
"LAKSH" suara nyaring seorang wanita serasa menggema di ruangan Laksh. Reflek Laksh langsung melepaskan pelukannya di pinggang Ragini dan Ragini pun terjatuh.
"Aawwww" rintih Ragini sambil memegang pinggangnya.
Laksh menatap ragini sebentar, lalu mengalihkan pandangannya kepada wanita yg kini berdiri tepat di hadapannya.
"I-i bu" panggilnya, "mengapa ibu kesini?" lanjutnya.
Ya suara lantang itu adalah milik ibunya Laksh, Annapurna. Anna langsung tersenyum ke arah putranya namun sesekali pandangnya melirik ke arah Ragini dengan sedikit heran. Ragini yg di pandangi seperti itu langsung menundukkan kepalanya.
"Laksh, siapa dia?" tanya Anna.
"Di-a, dia pasienku bu" jawab Laksh sedikit gugup.
'Pasien? Aku pasiennya? Oh Dewa kalau bukan untuk mencari informasi tentang Ratan aku ga akan pernah mau jadi pasiennya' gumam Ragini.
__ADS_1
"Oh, Laksh kapan kau akan pulang? Ibu ingin membicarakan suatu hal penting kepadamu?" tanya Anna.
"Secepatnya ibu, setelah semua ini selesai, aku pasti akan pulang untuk menemui ibu, ibu sebaiknya tunggu saja di rumah" ucap Laksh sambil memegang bahu Anna.
"Baiklah Laksh (memegang pipi Laksh) ibu pulang dulu, jaga dirimu" Anna tersenyum lalu pergi.
Ragini yg sedari td tertunduk tidak menyadari jika ibunya Laksh sudah pergi. Laksh langsung menghampirinya, dan menepuk bahunya.
"Ragini? Apakah kau baik baik saja? Mengapa kau hanya berdiam di situ? Ada apa denganmu?" tanya Laksh heran dengan sikap Ragini.
"Kau?" Ragini geram, "kau dan ibumu sama saja, apa kau tidak tau tadi ibumu menatapku dengan sangat menakutkan" jelas Ragini.
"Hahahaha jadi kau takut kepada ibuku?" ucap Laksh.
"Maaf, maaf, nona Ragini Gadodia nampaknya waktu berkonsultasi mu dengan ku sudah habis, kau sudah menghabiskan waktu sesi pertamamu, atau kau ingin menambah lagi waktu untuk sesi kedua? Jika ya, silakan kau urus administrasi nya, hahaha" ucap Laksh menggoda Ragini.
"Kau" Ragini melotot ke arah Laksh, lalu ia langsung mengambil tasnya, dan pergi keluar ruangan dengan membanting pintu ruangan Laksh dengan sangat keras.
'Astaga, dasar wanita kasar, pantas tidak ada pria yg mau menikahinya' gumam Laksh
SKIP.....
"Apa? Apa maksud ibu?" ucap Laksh terkejut langsung berdiri mendengar perkataan ibunya.
__ADS_1
"Mengapa Laksh? Mengapa kau sangat terkejut? Laksh, dengarlah sekarang usia mu sudah 25 tahun, apa kau masih ingin terus menerus menyendiri? Laksh ibu pastikan jika kau memang sangat membutuhkannya" ucap Anna sambil memegang tangan Laksh, berusaha menenangkan anaknya yg mulai terbakar emosi.
"Apa maksud ibu? Ibu pikir aku sudah terlalu tua? Usiaku masihlah muda, bahkan di luar sana masih banyak pria dengan usia jauh lebih tua dariku, mereka tetap menyendiri. Dan apa ibu tau? Aku mati matian mempertahankan apartement itu dan kini ibu dengan seenaknya ingin menjualnya? Cukup ibu, aku sudah terbiasa untuk tinggal sendiri tanpa ada gangguan dari siapapun, dan aku lebih nyaman tinggal disana, dibandingkan tinggal disini, tinggal dengan seorang pengkhianat" jelas Laksh.
"Laksh" Anna meninggikan suaranya.
"Ibu, ibu tidak ada hak untuk mengatur hidupku, aku sudah dewasa dan aku bisa menentukan apa yg terbaik untuk diriku dan sudah aku putuskan jika aku tidak akan pernah menerima tawaran bodoh ibu itu" bantah Laksh.
"Laksh apa kau lupa jika sertifikat apartemen mu ada pada ibu?" tanya Anna "jadi ibu punya hak untuk melakukan apapun bahkan menjualnya kan? Sertifikat itu kan atas nama ibu" ucap Anna.
"Ibu egois, benar benar egois, baiklah jika ibu ingin menjual apartemen ku, berapa harga yg ibu minta? Biar aku yg membelinya!" ucap Laksh geram.
PLAKKK
Anna reflek langsung menampar Laksh, dia tidak terima dengan perkataan anaknya itu. Laksh memegangi pipinya lalu menatap ibunya tajam.
"Laksh maafkan ibu, ibu tidak bermaksud melakukan itu, ibu hanya ingin kau segera menikah, agar ada seseorang yg akan mengurus hidupmu, berhentilah hidup sendiri Laksh, ibu melakukan semua ini untuk dirimu, percayalah" ucap Anna dengan terisak.
"Ibu tau kan, aku tidak pernah tertarik dengan pernikahan. Pernikahan adalah awal dari sebuah pengkhianatan. Dengan menikah tidak akan menjamin bila sepasang suami istri itu akan bahagia. Malah pernikahan bisa menjadi sebuah awal bencana yg besar. DAN SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN PERNAH MENIKAH, AKU HARAP IBU INGAT ITU!!" ucap Laksh, lalu berlalu dan keluar dari rumah itu.
"Laksh" lirih Anna "sampai kapan kau akan seperti ini Laksh, sampai kapan" isaknya
"Maafkan ibu, karna ibu kau menjadi seperti itu" lirih Anna menatapi kepergian putranya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like..