
×TETAPLAH BERSAMAKU×
PART 9
kerumunan org masih menyaksikan "pertarungan sengit" antara Ragini dan Ratan. Ragini terus berteriak sementara Ratan hanya diam menundukkan kepalanya, meratapi dirinya.
Tak sengaja Laksh yg sedang lewat di Mall itu melihat kerumunan itu langsung menghampirinya.
"HEI RATAN JAWAB HAH!" teriak Ragini, teriakannya amat kuat sehingga membuat siapa saja yg disana mendengarnya.
'Itu suara Ragini kan? Ratan? Apa dia disini? Tp mana mungkin? Bukankah dia bilang dia akan pergi?' batin Laksh.
Namun rasa penasaran Laksh mengalahkan semuanya, Laksh lalu 'menyerobot' masuk melewati kerumunan itu.
Alangkah terkejutnya ia saat melihat Ragini sedang memegang kerah Ratan dengan sangat kuat, dan Ratan hanya pasrah dan diam saja. Laksh langsung berlari saat ia melihat Ragini akan memukul Ratan.
Laksh langsung mendorong Ratan. Dan yah, Laksh yg terkena pukulan 'bogem mentah' yg diberikan Ragini. Rasanya amat sakit, benar benar sakit. Karena Ragini sangat emosi dan kau tau kan jika org sedang emosi kekuatannya bertambah menjadi berkali kali lipat.
Tubuh Laksh terhempas ke bawah. Mereka yg menyaksikan memandang iba ke arah Laksh. Ragini memukul Ratan dengan memejamkan matanya. Karena sejujurnya ia pun sangat tidak tega memukul Ratan.
Namun untuk saat ini Ratan memang sangat keterlaluan. Ia sudah melewati batasannya. Sehingga membuat Ragini amat geram. Setelah memukul Ragini tersenyum ke arah Mrunal sahabatnya. Dia menaikkan alisnya dan menepuk dadanya. Membanggakan dirinya karna dia menggangap sudah memukul Ratan.
Namun Mrunal langsung memberi kode mata kepada Ragini. Mata Mrunal membimbing Ragini untuk melihat ke arah belakang. Dan...
SHITT...
'Ya Dewa, aku salah sasaran' batin Ragini.
__ADS_1
Ragini melihat Laksh yg tersungkur ke bawah, dasar segar mengalir dari sudut bibir Laksh dan warna merah lebam itu amat kentara.
'Ya Dewa, mati aku, dasar bodoh' Ragini mengutuk dirinya sendiri.
Laksh berusaha bangun dengan perlahan, dia masih memegangi luka di pipi dan bibirnya, perih amat perih. Laksh melirik ke arah Ratan dan menatapnya kesal.
Ratan menatapnya lirih seolah ia meminta maaf dan berterimakasih setidakknya Laksh menyelamatkan nya dari 'bogem mentah' Ragini itu.
Ragini memejamkan matanya. Ia berpikir harus mulai dari mana. Harus melakukan apa dulu.
Ragini lalu membuka matanya menghampiri Laksh lalu menatap lekat ke arahnya.
Ragini memejamkan matanya sekali lagi dan memegang kupingnya "Maaf, aku benar benar meminta maaf, aku tidak melihat jika itu kau, aku pikir yg tadi aku pukul dia (menunjukk Ratan) aku mohon maafkan aku" lirih Ragini.
Perlahan kerumunan orang pergi.
Mrunal pergi membeli obat untuk Laksh.
Ragini menatap tajam ke arah Ratan, seoalah tidak suka dengan kehadirannya.
Laksh memperhatikan Ragini dan sesekali melirik Ratan.
Mrunal berlari datang membawa obat P3K dan memberikan kepada Ragini. Perlahan Ragini mulai mengobati luka Laksh, setidaknya sudut bibir Laksh tidak mengeluarkan darah lagi.
Ratan melirik ke arah Laksh, meminta ijin untuk dirinya pergi dari tempat itu. Lalu laksh menganggukkan kepala dan mengedipkan matanya.
Ragini tidak menyadarinya, ia merasa amat bersalah pada Laksh maka dari itu yg dia pikirkan hanya Laksh, Iya bagaimana ia akan meminta maaf kepada Laksh.
__ADS_1
Mrunal pun pergi meninggalkan Laksh dan Ragini berdua saja. Laksh sesekali merintih saat Ragini memegang luka lebamnya itu.
"Ragini" panggil Laksh pelan.
"Hhmmm" Ragini masih mengobati luka Ratan.
"Dia sudah pergi" ucap Laksh.
"Ohhh (Ragini mencari keberadaan Ratan dan benar Ratan sudah kabur darisana) biarlah, biarkan saja dia pergi, dari pada dia disini akan memancing emosi ku saja" jawab Ragini sekenanya.
"Bukan itu maksudku Ragini, lanjut Laksh
"Ratan dia sudah pergi sekarang dari hidupmu, Ratan sekarang orang asing di hidupmu, kau dan dia sudah tidak memiliki sebuah ikatan lagi dalam hubungan mu dengan nya, dia sudah memilih untuk berpisah darimu, dia sudah memilih untuk melupakan mu, dan td kau lihat bukan dia bahkan sudah memiliki pengganti dirimu, bebaskan dirimu dari hubungan yg sudah berakhir Ragini, jangan terus menerus meratapi kesedihanmu, lihat Ratan dia sudah bahagia apa kau juga tidak ingin bahagia sepertinya? Lihat dia, dia bisa bermesraan dengan wanita lain td sementara kau masih meratapi kepergiannya, mungkin Ratan memang bukan takdirmu Ragini, ikhlaskan dia, jika kau ikhlas kau pasti akan mendapatkan kebahagiaan lebih dari apa yg Ratan rasakan saat ini, untuk kali ini dengarkan ucapanku Ragini, semua demi kebaikanmu" saran Laksh.
Ragini terngiang dengan ucapan Laksh, Laksh memang seorang Psikolog handal ia bahkan mampu memenangkan hati ragini yg terbakar emosi, ia terus meresapi kata kata yg Laksh ucapkan, ia memejamkan matanya.
Laksh melihatnya pun tersenyum, setidaknya Ragini mau mendengarkannya. Dan biaya konsultasi "GRATIS"
"Hei Ragini mengapa kau malah memejamkan matamu?" ucap Laksh yg membuat Ragini reflek membuka kedua matanya.
"Ragini ingat kau tadi mendapatkan saranku dan itu berarti kau berhutang kepadaku atas biaya konsultasinya, besok kau urus ke klinik ku ya, urus administrasinya" goda Laksh.
"Isshhh kau ini" Ragini memukul bahu Laksh.
"Aawww" Laksh merintih.
"Maaf" Ragini dan Laksh pun tersenyum.
__ADS_1
Jangan lupa like..