
Happy reading😊
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Didapur seseorang sedang asyik memasak sarapan, tiba-tiba saja ada suara bel yang terdengar. Cycan merasa aneh, kok sepagi ini ada tamu, masih juga pukul enam pagi. Entahlah. Mungkin ada tetangga yang sakit minta pertolongan. Pikir Cycan.
Cycan mematikan kompor gas dan melangkah menuju pintu depan. Saat ia membuka pintu ia melihat tidak ada siapa-siapa diluar yang masih kelihatan gelap. Ia melihat kiri kanannya, tapi tak juga ada sesuatu yang nongol hingga membuat bulu kuduk Cycan merinding dan tegang.
Happ!
Ada benda yang terlempar ditubuh Cycan. Saking kagetnya dia melompat, dengan mata terbuka lebar ia histeris kaget dan menjerit seketika
“Arghhh! Kyguuuuuuu” pekiknya dan lari terbirit-birit. Demi Tuhan ini sangat menakutkan. Ada kepala manusia yang sudah dipenggal dan dilempar ke tubuhnya hingga darah menempel dibajunya.
Saking takutnya ia menabrak tubuh kekar Kygu. Hampir Kygu terjatuh ke belakang karena dorongan Cycan yang begitu cepat
“Kyguuu” Cycan menangis dengan sekejap Kygu yang kesakita berubah menjadi khawatir saat melihat gadis didepannya menangis dan pakaiannya dilumuri darah.
__ADS_1
“Kamu kenapa? Apa yang sakit?” Kygu memeriksa tubuh Cycan dari mana darah itu berasal. ia sangat cemas. Ia berpikir pisau mengenai perut Cycan. Kygu menyentuh kedua pipi Cycan kwatir. “Tidak, kita harus segera membawamu kerumah sakit. Ayo” dengan mata berkaca-kaca Kygu menggendong Cycan dan membawanya ke rumah sakit.
Cycan menolak tetapi tidak bisa melakukan perlawanan, Kygu lebih kuat. Mau menjelaskan tapi Kygu sudah sangat kwatir dan tidak memberi kesempatan buat Cycan bercerita. Tiba didepan pintu keluar Kygu bisa melihat ada kepala boneka.
“Siapa yang melakukan ini?” geram Kygu. Dengan cepat Cycan langsung melompat turun. Akhirnya ia terjatuh.
“Aku tidak apa-apa, tapi kepala ini terlempar dihadapanku dan mengenai bajuku. Ini bukan darahku” ucap Cycan masih menangis
“Ini bukan kepala manusia, tapi kepala boneka. Dan ini bukan darah” ucap Kygu sembari menyiumi baju Cycan
“Ayo masuk.” Kygu menarik tangan Cycan dan mengunci pintu. Ia menuntun Cycan diruang tamu, Cycan menurut saja. Mereka duduk. Kygu menatap Cycan dan membelai pipinya lembut. Tiba-tiba saja air matanya jatuh. Ia tak bisa membendungnya lagi. Ia sangat mengkhawatirkan Cycan. Ia benar-benar ketakutan, ia tidak siap kehilangan gadis itu.
“Kenapa menangis?” tanya Cycan polos
“Oh ti-tidak” elak Kygu menyeka air matanya, “Aku mohon sama kamu jangan sesekali buatku khawatir seperti ini lagi. Aku tidak mampu melihatmu terluka. Rasanya aku ingin mati seketika bila sesuatu terjadi padamu. Berjanjilah kamu akan baik-baik saja” ucap Kygu dengan perasaan khawatir
“Kamu kenapa sih? I’m oke, Kygu. Plis jangan mengkhawatirkanku seperti itu” ucap Cycan menyentuh jemari Kygu yang masih menempel dipipinya
__ADS_1
“Tolong aku, aku mau kamu berjanji” ucap Kygu sembari meletakkan telunjuk dibibir Cycan
“Iya aku janji” jawab Cycan
“Terima kasih” tib-tiba saja Kygu memeluk Cycan dengan erat, rasanya ia tak mau melepaskannya
“Aduh”
“Ada apa?”
“Sesak. Plis jangan terlalu erat peluknya, aku bisa mati” ucap Cycan.
“Sorry sorry” Kygu sadar dan melepaskan peluknya, “Sekali lagi kamu jangan keluar kalau masih pagi buta begini” tegur Kygu
Cycan pun menjelaskan kalau dia keluar karena ada yang menekan bel, namun tidak ada orang, yang ada malah kepala boneka.
“Baiklah. Sekali lagi jangan seperti itu. kamu harus waspada” nasehat Kygu. Kygu bisa menebak perbuatan siapa yang telah meneror Cycan. Sepertinya keberadaan Kygu dan Cycan telah diketahui. Orang itu sudah melewati batas kesabaran Kygu. Kygu sudah siap memberi peringatan pada orang itu.
__ADS_1