Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Astaga, Laksh!


__ADS_3

×TETAPLAH BERSAMAKU×


PART 21


"Jadi ini Laksh, gadis yg telah memikat hati mu" tanya Durga dengan lantang.


Laksh hanya tersenyum datar namun Ragini dia tersenyum malu dan wajahnya langsung memerah.


Laksh hanya melotot dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ragini.


'Gadis ini mengapa sangat mudah sekali tersanjung saat di puji, lihat wajahnya langsung memerah seperti udang rebus jika di puji' batin Laksh.


Ibu Laksh yg sedari tadi memperhatikan Ragini hanya tersenyum. Anna lalu memegang pipi Ragini, Ragini pun langsung menatap ke arah Anna.


"Sayang besok kita fitting baju pengantin yah" ucap Anna lembut. Membuat Ragini makin tersipu malu.


"APAAHHHHH???" teriak Laksh langsung berdiri dari tempat duduknya.


Anna, Durga dan Ragini pun menatap Laksh heran. Mereka saling melirik bingung karena sikap Laksh.


"Kenapa kau berteriak Laksh?" tanya Anna bingung.


Ragini dan Durga pun menatap tajam ke arah Laksh.


"Ibu, aku dan Ragini tidak akan menikah" jawab Laksh.


Ragini, Anna dan Durga pun kaget mendengar perkataan Laksh. Ragini yg amat terkejut dengan perkataan Laksh itu. Hatinya sesak saat mendengar perkataan Laksh. Ragini mengatur nafasnya berusaha untuk menahan tangisnya.


"Apa maksud mu Laksh? Bukankah sudah ibu katakan jika kau dan Ragini harus secepatnya menikah, ibu tak mau jika kau tak bertanggung jawab kepada Ragini, kau anak ibu Laksh kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu, ibu tak mau kau jadi pria pecundang Nak" ucap Anna lantang.


Laksh lalu terkekeh menatap sinis ke arah Durga.


"Aku dan Ragini belum pernah melakukan apapun ibu, jadi ibu jangan berpikiran yg macam macam, yg waktu itu ibu lihat itu hanya kesalah pahaman saja bu. Dan untuk masalah tanggung jawab, aku sangat bertanggung jawab bu, tidak seperti pria di hadapan ku ini".


"CUKUP LAKSH" teriak Anna.

__ADS_1


Anna langsung menampar Laksh.


PLAAKK..


Laksh hanya memegang pipi nya dan menatap tajam ke arah Durga.


"Kenapa ibu? Kenapa kau menampar ku? Apa aku mengatakan hal yg salah? Aku mengatakan hal yg benar bukan?" ucap Laksh lantang dengan menatap sinis ke arah Durga.


Ragini menarik tangan Laksh, mencoba untuk menenangkannya.


"Sudah cukup Laksh, ayo kita pergi" bujuk Ragini.


Laksh yg masih emosi langsung menghempaskan tangan Ragini, tak sengaja Ragini pun jatuh tersungkur.


Ragini meringis kesakitan namun Laksh tak memperdulikan nya ia masih menatap tajam ke arah Durga.


"Jangan samakan aku dengan pria brengsek ini ibu, ingat ibu, aku dan Ragini tidak akan pernah menikah" ucap Laksh langsung pergi berlalu meninggalkan rumah itu.


Ragini hanya menatap lirih kepergian Laksh.


Ragini pun terisak, Anna menghampiri Ragini langsung memeluknya.


"Maafkan Laksh, sayang, dia pasti sangat emosi" ucap Anna gemetar.


Durga langsung pergi meninggalkan Anna dan Ragini.


Ragini hanya tersenyum "Ibu tak usah minta maaf, ibu Ragini pulang dulu ya bu"


"Hati hati yah Nak" ucap Anna mengelus pipi Ragini


Ragini pun bangkit dan tersenyum ke arah Anna.


****


"AAARRGGHH" teriak Laksh, dia membanting seluruh barang di apartement nya. Dia terus menangis dan berteriak. Dia lalu menjatuhkan tubuhnya dan memukul mukul tanganya ke lantai. Dia sangat membenci pria itu.

__ADS_1


'Mengapa ibu selalu bertahan dengan pria brengsek itu' lirih Laksh.


Laksh pun hanya menangis histeris.


Ponsel Laksh sedari tadi berbunyi, namun Laksh tak menghiraukan.


****


Ragini mondar mandir di kamar, memikirkan kejadian hari ini di rumah calon mertuanya. Ia lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, dia memejamkan matanya. Menatap atap kamarnya lekat.


'Apa Laksh benar benar mencintaiku?' batin Ragini


'Aku ragu dengan Laksh setelah apa yg terjadi hari ini' lanjutnya.


****


"Kemana Laksh? Kenapa dia tak menjawab telepon ku dari semalam" gumam Ragini khawatir.


"Kau kenapa Ragini?" tanya Mrunal yg memperhatikan Ragini yg sedang gelisah.


"Laksh, dari kemarin dia tak mengangkat telpon ku" jawab Ragini dengan nada sedih.


"Apa ada hal yg tak beres dengan Laksh? Atau mungkin dia sakit? Sebaiknya kau jenguk saja dia di apartement nya mumpung kau libur Ragini" ucap Mrunal memberikan solusi.


Ragini lalu mengangguk, ia pun bersiap untuk menemui Laksh di apartement nya.


Ragini pun memencet bel apartement Laksh namun tak ada jawaban, sudah berkali kali Ragini memencet bel, Ragini kesal, ia lalu memasukkan pin dan memasuki apartement Laksh.


Mata Ragini memperhatikan sekitar dan alangkah terkejut nya ia saat melihat barang barang berserakan di lantai. Perasan Ragini pun menjadi tak karuan, ia langsung berlari mencari keberadaan Laksh. Ragini benar benar sangat khawatir. Awalnya Ragini ingin marah karena sikap Laksh kemarin. Namun rasa khawatir Ragini mengalahkan segalanya. Ragini pun memasuki kamar Laksh.


Ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi itu. Ragini pun dengan perlahan membukanya, dan dia pun menangis dan menutup mulutnya dengan kedua tanganya. Airmatanya pun terjatuh karena melihat apa yg di saksikannya.


"LAKSHHHHH" teriak Ragini.


jangan lupa like dan komen yah..

__ADS_1


__ADS_2