Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Handoyo Groups


__ADS_3

Sudah beberapa hari Riswan tinggal di rumah Vita, hari ini dia diajak papa Vita berkunjung ke perusahaannya dengan senang hati dia menerimanya.


"Wan nanti ikut papa ke kantor ya!" Ucap pak Ivan yang kini juga di panggilnya sebagai papa.


"Serius pa?" Tanyanya.


"Iya, kamu nggak mau ya?"


"Tidak! Tentu saja Riswan mau pa." Katanya penuh semangat.


"Tuh kan papa cuma sayang kak Riswan, sekarang ngajak kakak pergi tapi saya nggak diajak sama sekali." Ucap Vita dengan bibir di monyong.


"Emang kamu mau ikut kalau papa ajak?" Tanya Ivan pada Putrinya.


"Tentu saja, apalagi ada kak Riswan." Ucapnya sambil menatap Riswan.


"Haha, sekarang papa ngerti kamu hanya tidak mau ditinggalkan Riswan di rumah." Katanya pada putrinya.


"Jadi Vita diajak nggak?"


"Ok, sekarang kalian siap-siap kita berangkat jam delapan.


"Ok pa." Jawab Vita dan Riswan serentak.


★★★


Setengah jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di perusahaan pak Ivan. Riswan memandang gedung bertingkat 15 itu dengan tulisan yang tertera di atasnya " Handoyo Groups".


"Wow! Ini keren banget" kata Vita sambil mengikuti papanya di belakang.


Riswan dan papanya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Vita yang sedang terkagum-kagum dengan perusahaan papanya.


"Makanya kalau papa ngajak kamu ke sini, sekali-kali nurut nggak usah sok jual mahal gitu! Sekarang kamu baru tahu kan bagaimana bagusnya di sini."


"Hehe iya pa lain kali deh." Ucap Vita.


Ketika pak Ivan memasuki lobby perusahaan semua karyawannya serentak berdiri lalu menunduk dengan sopan.

__ADS_1


Begini ya rasanya kalau jadi direktur akan dihormati oleh semua orang. Gumam Vita.


"Selamat pagi semuanya!" Pak Ivan menyapa karyawannya.


"Selamat pagi pak!" Jawab mereka serentak.


Seketika semua karyawan memandang Vita dan Riswan dengan penuh tanda tanya tapi tidak berani untuk bertanya. Pak Ivan sangat mengerti dengan tatapan karyawannya, akhirnya ia angkat suara untuk memperkenalkan kedua anaknya.


"Hari ini saya tidak datang sendiri dan saya tahu kalian pasti sedang bertanya-tanya siapa kedua orang ini kan? Saya akan memperkenalkan mereka mereka kepada kalian. Gadis cantik ini adalah anak kandung saya Vita Laurensia Handoyo sedangkan pria tampan ini adalah sahabat anak saya dari kecil, dan saya juga sudah menganggap dia sebagai anak saya sendiri namanya Riswan Sanchez" Kata Pak Ivan.


"Oh ternyata mereka sahabat dari kecil ya, tadi aku sempat berpikir mereka mungkin tunangan soalnya kalau dilihat-lihat mereka sangat serasi yang satu cantik dan yang satunya lagi tampan." Ucap salah satu karyawan setelah mereka pergi.


Setelah setengah hari berada di kantor papanya, akhirnya Vita memutuskan untuk kembali ke rumah karena dia sudah sangat lapar awalnya papanya menawarkan agar makan di kantornya saja tapi Vita menolak dengan alasan masakan mamanya pasti lebih enak.


"Pa Vita balik ke rumah sekarang ya, Aku sudah sangat lapar." Katanya.


"Kenapa nggak makan di sini saja sayang? Kan tinggal pesan ke bawah makanannya bisa diantar ke sini." Kata papanya


.


"Nggak usah pa! Masakan mama pasti lebih enak, apalagi tadi pagi mama sudah berjanji akan memasak makanan kesukaan Vita sebelum mama berangkat ke butik, jadi kasihan kan kalau Vita tidak makan." Ucap Vita.


"Ok papa sayang, terima kasih." Ucap Vita senang.


"Tapi pa Riswan masih mau di sini, Riswan mau belajar dari papa cara berbisnis." Kata Riswan.


"Nggak apa-apa nak kan besok-besok kamu bisa ke sini lagi, atau nggak kalau papa di rumah kamu sering-seringlah main ke ruang kerja papa." Ucap Ivan pada Riswan yang kelihatan masih enggan untuk pulang ke rumah.


"Nggak apa-apa pa, kalau kakak masih mau di sini aku pulang sendiri aja." Ucap Vita tidak keberatan.


"Tidak, aku juga pulang betul kata papa masih ada hari esok, lagian aku juga pengen makan masakan mama." Kata Riswan lalu bangkit berdiri.


"Pa kami pulang dulu ya." Kata Riswan lalu menggandeng tangan Vita keluar dari kantor papanya.


"Iya, kalian hati-hati di jalan."


★★★

__ADS_1


Tidak terasa hari sudah malam, Vita menghempaskan tubuhnya ke atas kasurnya lalu mengambil ponselnya berharap seseorang yang jauh di sana menghubunginya namun lagi-lagi dia harus berlapang dada karena orang yang di tunggunya beberapa Minggu terakhir ini tidak memberi kabar sama sekali.


Vita meletakkan ponselnya di sampingnya lalu menajamkan matanya, namun tiba-tiba notifikasi chat WhatsApp masuk di ponselnya dengan enggan dia membuka matanya lalu melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya.


*Melati:


Selamat malam Vit! Apa kabar? Besok kita ke kampus B ya untuk lihat-lihat situasi sebelum kita benar-benar kuliah di sana.


Vita Handoyo:


Ok deh, sekalian aku juga mau daftarin kakak aku.


Melati:


What? Bukannya kamu anak tunggal kenapa sekarang kamu punya kakak?


Vita Handoyo:


Bukan kakak kandung, dia sahabat aku dari kecil tapi aku sudah anggap dia sebagai kakak sendiri.


Melati:


Oh cowok atau cewek?


Vita Handoyo:


Cowok, aku yakin kamu pasti jatuh hati padanya kalau kamu ketemu.


Melati:


Nggak mungkin ah.


Vita Handoyo:


Terserah deh besok baru di lihat, anyway aku udah ngantuk nih, aku tidur dulu ya sampai jumpa besok*.


Vita meletakkan ponselnya di meja belajarnya lalu kembali ke kasurnya untuk melanjutkan kembali tidurnya yang sempat tertunda.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian akhirnya Vita tertidur pulas dengan harapan hari esok akan lebih baik dari hari-hari sebelumnya.


__ADS_2