
×TETAPLAH BERSAMAKU×
PART 8
Di sebuah Mall ternama di Mumbai...
"Mrunal" keluh Ragini menatap teman di sampingnya yg tengah berdiri di depan etalase sama seperti dirinya.
"Kenapa Ragini?" jawab Mrunal dengan berbisik namun pandangnya masih di arahkan ke depan, memberikan senyuman kepada para pengunjung mall yg datang.
"Aku lelah, rasanya kaki ku pegal sekali" keluh Ragini.
Mrunal melihat Ragini iba, ekspresi Ragini menujukkan klw ia memang benar benar sakit. Mrunal tersenyum ke arahnya.
"Kau duduklah dlu, istirahat lah dlu sebentar, biar aku yg menjaga disini" ucap Mrunal sambil tersenyum.
"Terimakasih Mrunal, kau memang yg terbaik" girang Ragini, ia langsung berlari menuju ke arah belakang toko dan menuju ke tempat duduk.
Sejenak ia menghela nafas dan ia memijat kakinya yg sangat sakit.
'Padahal baru sekali aku tidak masuk bekerja, mengapa semua ini terasa sangat sakit' keluhnya.
'Aarrgghh heels ini membuat kaki ku bengkak' ucapnya sambil memijat kakinya.
"Eheemm" deheman seseorang dari belakang membuat Ragini langsung menoleh ke asal suara.
Sontak Ragini pun berdiri mengabaikan rasa sakit di kaki nya. Jika tidak entah apa yg akan dia dapatkan. Ragini masih menatap wanita itu.
"Kau sedang apa disini? Kau disini malah bersantai, tidakkah kau merasa bersalah kepada temanmu itu (tunjuknya ke arah Mrunal) cepat kesana, bekerjalah dengan giat, jangan menjadi seorang pemalas, kau ini baru saja masuk bekerja langsung malas malasan" bentaknya.
"Maaf Miss (tertunduk) aku hanya istirahat sebentar saja" jawabnya lirih.
"Sudah jangan banyak alasan, kembali ke tempatmu, saat ini Mall ramai pengujung, kau harus melayaninya dengan baik" perintahnya.
__ADS_1
"Baik Miss" Ragini langsung pergi menghampiri Mrunal.
"Apa kau sudah baikkan Ragini?" tanya Mrunal heran.
"Ada Miss Pooja disana, aku akan di SP jika aku trus menerus diam disana" jawabnya memelas.
"Haha kau ini, ya sudah semangat ! (Menepuk bahu Ragini) sebentar lg istirahat koq" ucap Mrunal.
Ragini hanya memandang lurus ke depan dan menghela nafas, sangat panjang. Yg ada di pikirannya adalah pulang ke rumah. Benar benar melelahkan.
SKIPP...
Ragini dan Mrunal kini sedang menikmati makan siangnya. Setidaknya dia dapat duduk walau hanya satu jam saja. Dia melahap semua makanannya dengan cepat. Mrunal yg melihatnya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum.
Namun saat Ragini sedang asik menyatap makan siangnya. Matanya langsung melotot memandang lurus dan ia mendapatkan sosok yg tidak asing baginya. Seketika emosinya semakin meledak. Ia menegak minuman dengan sangat cepat.
'Pria bodoh itu ada disini? Bukannya dia pergi jauh?' batinnya.
Ragini menghampiri ke arah pria itu berada. Tidak jauh dari meja tempat dia dan Mrunal makan tadi. Ragini menggenggam jus itu dengan sangat kencang. Lalu ia menumpahkan isi jus itu ke kepala pria itu.
"Aaargghhhh" apa apaan ini? Apakah disini bocor" sontak pria itu berdiri dan berbalik, dan alangkah kagetnya saat pria itu melihat siapa yg menyiramnya.
"Ra-ra-gini" ucapnya gugup.
Ragini memasang muka sangarnya, ia melipat kedua lengan bajunya lalu mengepalkan jemarinya. Yg membuat Ratan sangat ketakutan melihatnya.
Ya, pria itu Ratan.
Pria itu yg menyita perhatian Ragini tadi. Dia tengah asik bermesraan dengan wanita di hadapannya. Dan hati Ragini panas seolah tidak terima dengan apa yg di lihatnya saat ini.
'Bisa bisanya dia bermesraan di atas penderitaanku' batinnya. Lalu menatap ke arah Ratan sinis.
"Kau, untuk apa kau kembali kesini hah? Bukankah kata temanmu kau pergi ke Rajasthan menemui bibimu hah? (Bentaknya sambil melotot dan masih mengepalkan tangannya) ohh jadi dia bibimu? (Tatap Ragini sinis ke arah wanita yg bersama Ratan) .
__ADS_1
Wanita itu heran dan langsung memegang tangan Ratan dengan erat.
"Hei kau siapa? Dia kekasihku" ucapnya.
"Hahaha dia kekasihmu? Sudah berapa lama kau bersama pria bodoh ini hah?" tanya Ragini dengan suara lantangnya.
"Aku sudah bersamanya selama 1 tahun ini" jawab wanita itu, nada suaranya tidak kalah tinggi dengan Ragini.
Ratan hanya menghela nafas, menelan ludah, dia memejamkan matanya dan menunduk, entah apa yg akan dia terima saat ini. Dia sangat takut karna Ragini akan bersikap sangat brutal jika dia marah.
Benar saja saat Ratan membuka matanya ia melihat Ragini masih melotot sambil mengepalkan tangannya. Sontak hal itu membuat Ratan ketakutan. Lebih tepatnya sangat ketakutan.
Mrunal langsung menghampiri Ragini berniat untuk membawa pergi Ragini karna keributan yg mereka buat membuat semua pengujung Mall beramai ramai menyaksikan pertarungan "sengit" ini. Ragini langsung menarik kerah baju Ratan.
"Dasar kau pria bodoh, jadi selama ini kau berselingkuh dengannya (tunjuk Ragini ke wanita itu) ohh jadi kau memang ingin menguji kesabaranku yah?" menatap lekat Ratan.
Ratan hanya diam dan menunduk. Dia seolah siap dengan apa yg akan di lakukan Ragini kepadanya. Wanita yg bersama Ratan pun berusaha untuk memisahkan Ratan dari cengkraman Ragini.
Namun hasilnya nihil, memang benar kata org jika sedang emosi, seseorang akan menjadi lebih kuat.
"Dasar kau, terima ini!" Ragini langsung memukul pria itu dengan sangat kencang.
Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Dan tanda merah lebam itu terlihat sangat jelas. Ya Ragini sudah meluapkan amarahnya.
Dan tunggu, mata Ragini seolah tak percaya dengan apa yg di lihat. Ternyata bukan Ratan pria yg Ragini pukul. Ratan ada di sebelah sana sedang memeluk wanita yg td bersamanya. Lalu siapa pria yg Ragini pukul?
"Astaga, Ya Dewa bagaimana ini? Matilah aku" batinnya dengan kaget.
Sang pria yg di pukul Ragini langsung meringis, menikmati pukulan yg Ragini berikan.
'Sial, sakit sekali' batinnya sambil memegangi sudut bibirnya.
jangan lupa tinggalkan like..
__ADS_1