
Vita memandang layar ponselnya sembari tersenyum ketika nama Vito muncul di layar ponselnya.
Vito Suhartono:
Hai!! Aku baru saja sampai tapi rasanya aku sudah sangat merindukanmu.
Vita Handoyo:
Hai! Kamu itu gimana sih baru pergi aja udah rindu?
Balasnya seolah-olah tidak merindukan pria itu, padahal dia sudah rindu setengah mati.
Vito Suhartono:
Emang kamu tidak kangen ya?
Vita Handoyo:
Tidak!
Vita membalas pesan dari Vito sambil cekikikan karena dia sadar betul apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan kenyataan.
Vito Suhartono:
Vit, Udah dulu ya! Aku mau istirahat sebentar.
Aku mencintaimu 😘😘😘
Vita Handoyo:
Ok. Selamat beristirahat, aku juga mencintaimu.
Vita meletakkan ponselnya di atas meja lalu menghempaskan tubuhnya yang ramping ke atas ranjangnya.
Tidak berselang beberapa menit, Vita kembali meraih ponselnya lalu mulai mengetik sebuah pesan.
Vita Handoyo:
Hai guys! Kalian apa kabar?
Melati:
Aku sangat baik-baik saja.
Viola:
Aku baru saja sampai di kota B.
__ADS_1
Melati:
Really? Kamu kok nggak bilang-bilang sih mau berangkat?
Vita Handoyo:
Iya, kok nggak bilang-bilang?
Viola:
Maaf🙏, soalnya aku juga tidak tahu tiba-tiba papa sudah mengambil tiket pesawat. Aku bahkan belum sempat pamit pada Andi.
Melati:
What? Jangan bilang kamu sudah jadian sama Andi sampai harus pamit gitu?
Kebiasaan Melati yang suka kepo mulai keluar.
Viola:
Hehe 🤗🤗🤗 aku belum bilang ya?
Vita tersenyum membaca pesan group dari kedua sahabatnya, dari awal dia sudah tahu tentang hubungan Viola dan Andi. Bagaimana mungkin dia tidak tahu, tepat setelah Andi mengutarakan perasaannya pada Viola. Sorenya pria itu langsung menghubunginya untuk mengucapkan terima kasih padanya, karena berkatnya Andi bisa menyandarkan perasaan pada orang yang tepat, orang yang benar-benar mencintainya dengan tulus.
Melati:
Vita Handoyo:
Maksud kamu?
Dia ingat betul, dia belum memberitahu kedua sahabatnya tentang hubungannya dengan Vito. Lantas mengapa Melati mengatakan bahwa tinggal dia yang jomblo?
Melati:
Nggak usah ditutup-tutupi aku udah tahu kok hubungan kamu dan Vito.
Vita Handoyo:
Kamu tahu dari mana?
Viola:
What? Serius nih Vit, kamu udah jadian sama Vito?
Vita Handoyo:
Iya😊😊😊
__ADS_1
Melati:
Apa sih yang nggak aku ketahui? Aku bahkan bisa menembus pikiran kamu, kamu pasti sedang berpikir kalau Vito yang memberitahuku?
Tepat banget aku baru saja memikirkannya, kenapa bisa ketebak gini sih, gumam Vita pada dirinya sendiri.
Vita Handoyo:
Nggak kok, sudah ya guys udah malam nih aku mau istirahat.
Sebenarnya Melati memang mengetahui hubungan Vito dan Vita dari Vito, tapi dia sudah berjanji untuk tidak pada Vito untuk menutupi dari Vita.
★★★
Vita sedang duduk di balkon rumahnya seraya menyesap kopi yang ada di hadapannya, matanya tidak pernah lepas dari benda mungil yang sedang digenggamnya, di situ terpampang dirinya dan Vito yang sedang menikmati sunset tepat ketika Vito mengutarakan perasaannya pada dirinya. Seketika bayangan ketika Vito mencium bibirnya dengan lembut bermunculan dalam benaknya, membuatnya semakin merindukan pria itu yang sudah meninggalkannya selama seminggu belakangan ini.
Tanpa dia sadari air matanya mulai menetes satu persatu dari pipinya yang putih mulus tanpa hiasan make up.
"Kenapa aku jadi cengeng begini? Aku harus kuat ini baru saja permulaan" Katanya sembari menghapus air matanya lalu kembali menyesap kopinya.
Tiba-tiba ponselnya yang berada di atas meja berdering dengan keras membuatnya terlonjak kaget, tapi dengan cepat dia meraih ponselnya dengan wajah yang berbinar-binar berharap yang menghubunginya adalah Vito. Namun dia harus membuang angan-angannya karena orang yang menghubunginya adalah Riswan.
"Halo Vit, kamu apa kabar"? Tanya Riswan.
"Aku baik-baik saja, kamu gimana?"
"Puji Tuhan aku sangat baik, aku punya kabar gembira buat kamu?"
"Kabar gembira apaan?" Tanyanya antusias.
"Besok aku akan segera berangkat ke situ, tadi papa kamu menghubungiku untuk segera ke situ." Kata Riswan senang.
"Ha! Kamu nggak bercanda kan?"
Vita tidak bisa menyembunyikan perasaannya, dia sangat senang setidaknya dengan kehadiran sahabatnya bebannya akan berkurang, apalagi dengan kehadiran Riswan dia pasti bisa melewati hari-harinya dengan semangat walaupun tanpa kehadiran Vito karena Riswan tidak akan pernah membiarkan sahabatnya itu untuk berlarut dalam kesedihan.
"Ya nggaklah, kapan sih aku berbohong."
"Baiklah aku percaya padamu, segeralah datang aku sudah sangat merindukanmu."
"Baiklah Nona, aku bahkan sudah mulai menyiapkan barang-barang yang akan kubawa."
"Ya udah kalau gitu, kamu siapkan biar tidak ada yang ketinggalan." Kata Vita.
" Ok, terima kasih." Vito mengakhiri panggilannya.
Mendengar sahabatnya akan datang membuat Vita langsung bersemangat dan mulai melupakan sedikit kesedihan yang sedang melandanya.
__ADS_1
Aku harus bangkit, aku tidak boleh terus-terus bersedih sepeti ini, gumamnya lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamarnya dengan ceria.