
" Vit, Ayo pulang sayang! " Kata Elis kepada anaknya ketika acara selesai.
" Mama duluan aja ya! Vita masih pengen ngumpul bareng sama teman-teman yang lain. " Kata Vita pada mamanya.
" Ya udah kalau begitu, mama sama papa pulang duluan ya! " Elis pergi meninggalkan Vita.
Setelah mamanya pergi Vita celingak-celinguk mencari sosok sahabat-sahabatnya, namun tidak menemukannya.
Kemana sih mereka, gumam Vita sembari mencari kedua sahabatnya.
Vita menyusuri setiap koridor yang ada di sekolahnya dan akhirnya menemukan Viola dan Melati yang sedang berpose di tengah-tengah lapangan basket.
Hmmm, Rupanya mereka di sini.
Vita berjalan mendekati mereka.
" Hai Vit! Kamu ke mana aja sih, dari tadi kami cariin kamu tapi tidak ketemu-temu juga. " Kata Melati.
" Sorry guys tadi aku mesti pamit dulu sama mama. " Kata Vita kemudian bergabung dengan mereka.
" Ayo sini kita foto bersama sebagai kenang-kenangan karena sebentar lagi kita akan berpisah. " Kata Viola.
Mereka berpose dengan berbagai gaya tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Mereka tampak begitu bahagia.
" By the way, selamat ya buat kalian berdua. " Kata Melati menyadari kalau dia belum sempat mengucapkan sama sekali selamat kepada kedua sahabatnya.
" Iya, terima kasih. " Kata Vita dan Viola bersamaan lalu mereka kembali mengambil beberapa gambar dengan wajah yang berseri-seri.
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang memandang mereka dari sisi yang berbeda.
★★★
Dilain sisi seorang cowok yang sangat tampan sedang tersenyum memandang tiga orang gadis yang sedang berpose dengan wajah berbinar-binar di tengah lapangan basket.
Aku tidak bisa menahan perasaan aku lagi, aku harus mengungkapkannya sekarang sebelum semuanya terlambat.
" Aku ke toilet dulu ya. " Kata Melati.
" Aku ikut dong. " Viola mengikuti Melati dari belakang.
Vita yang di tinggalkan sendiri di tengah-tengah lapangan akhirnya berjalan ke taman sekolah lalu duduk di bawah pohon sembari meluruskan kakinya. Tiba-tiba Andi sudah berdiri di sampingnya.
" Hai Vit, selamat ya. " Katanya lalu duduk di samping Vita.
__ADS_1
" Andi! Terima kasih. " Vita terlonjak kaget karena tidak menyadari kehadiran Andi.
" Hhhh, sorry ya rupanya aku mengagetkan mu. " Andi tersenyum simpul.
" Tidak apa-apa. "
" Kamu kok sendiri aja, yang lain mana? " Tanya Andi.
" Viola sama Melati lagi ke toilet. " Vita menengok ke belakang berharap melihat kehadiran ke dua temannya.
Sepertinya ini waktu yang pas, gumam Andi.
Andi menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.
" Kamu kenapa? " Tanya Vita mendengar Andi menghembuskan napasnya dengan keras.
" Aku mau ngomong sesuatu. " Andi merasa sangat gugup, tapi untungnya Vita tidak menyadarinya.
" Ngomong aja nggak apa-apa kok. " Kata Vita dengan senyuman termanis membuat Andi semakin gugup.
" Aku... Aku suka sama kamu Vit. " Ucap Andi gugup. Andi menatap Vita lekat-lekat sehingga gadis itu tidak tahu harus bersikap bagaimana dihadapannya.
" Ndi, maaf banget selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat tidak lebih. " Vita merasa bersalah pada Andi, tapi Vita juga tidak bisa membohongi perasaannya sendiri.
Tiba-tiba Viola dan Melati sudah berdiri di belakang mereka, Viola sangat sakit hati menyaksikan adegan yang sedang terjadi di depannya, lalu berlari meninggalkan mereka dengan air mata berlinang.
" Vio! Tunggu. " Kata Melati mengejar Viola.
Seketika Vita membalikkan tubuhnya dan melihat Viola yang sudah menjauh dari mereka, Vita tahu hati Viola pasti sangat hancur saat ini, tapi Vita tidak melakukan apa-apa dia tetap dengan posisi duduknya dan tidak bergerak sama sekali begitupun dengan Andi dia masih menunggu jawaban Vita.
" Andi, aku benar-benar tidak bisa membalas perasaan kamu. " Ujar Vita pelan.
Andi membalas dengan senyuman pahit kepadanya.
" Ndi, kamu harus tahu satu hal Viola benar-benar mencintai kamu, dia bahkan rela melakukan apapun demi kamu. Tapi kenapa kamu tidak pernah mengerti perasaannya? Apakah kamu berpikir aku bisa mencintai kamu lebih dari Viola mencintai kamu? Tidak, sama sekali tidak bahkan aku tidak ada apa-apanya dibanding dengan Viola yang sangat mencintai kamu dengan tulus. Sebelum semuanya terlambat pergilah dan temui dia! Aku yakin saat ini dia sedang menangis di suatu tempat di sekolah ini. " Kata Vita akhirnya. Andi tertegun mendengar perkataan Vita, perlahan-lahan dia mulai mencerna perkataan Vita dan akhirnya dia sadar selama ini dia telah menyia-nyiakan seseorang yang benar-benar mencintainya, dengan cepat Andi berdiri lalu pergi mencari Viola di setiap sudut sekolah. Tapi Andi tidak menemukan keberadaan Viola.
Vio, kamu di mana? Maafkan aku yang tidak pernah mengerti perasaan kamu.
Kenapa aku begitu bodoh tidak bisa menyadari ketulusan dari Viola selama ini? Gumam Andi sembari mencari Viola.
Andi terus mencari keberadaan Viola, tiba-tiba kakinya berhenti di depan perpustakaan lalu melangkah masuk ke dalam.
Hati Andi seketika tergoncang dengan hebat ketika matanya menangkap sosok Viola yang sedang menangis dengan rapuh di meja pojok yang ada dalam perpustakaan.
__ADS_1
Andi melangkah mendekati Viola, lalu duduk di sampingnya.
" Vio, aku minta maaf ya. " Kata Andi.
Viola sontak menghapus air mata yang ada di pipinya tanpa memandang Andi, dia benar-benar masih belum mampu menatap Andi perasaannya masih sangat kacau.
" Ngapain kamu ke sini? " Kata Viola akhirnya.
" Aku pengen memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku lakukan. "
" Kamu tidak salah kok, aku yang terlalu mengharapkan hal yang tidak seharusnya aku harapkan. " Air mata Viola kembali terurai.
Hati Andi benar-benar hancur melihat bulir-bulir bening yang mengalir di pipi Viola, sehingga tanpa sadar Andi tiba-tiba merengkuh Viola ke dalam pelukannya. Seketika jantung Viola berdegup dengan kencang, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dia merasa nyaman berada dalam pelukan Andi.
" Andi, kenapa begini? " Tanya Viola seraya mendongakkan kepalanya menatap Andi.
" Tidak mau ya? Ya udah aku lepasin. " Kata Andi, tapi tiba-tiba Viola memeluk erat tubuhnya.
Kenapa aku jadi begini? Harusnya aku sadar dia itu sudah menjadi pacar sahabat aku, aku tidak pantas melakukan hal ini, walaupun aku masih sangat mencintainya. Gumam Viola lalu mengendorkan pelukannya.
" Maaf aku tidak seharusnya melakukan hal seperti ini kamu sudah jadi milik sahabat aku, harusnya aku mengerti itu. " Kata Viola menjauhkan tubuhnya dari Andi, tapi lagi-lagi Andi merengkuhnya kembali ke dalam pelukannya.
" Aku bukan milik siapa-siapa. " Kata Andi.
" Maksud kamu? " Viola tercengang mendengar perkataan Andi.
" Aku dan Vita tidak jadian, Vita berhasil menyadarkan aku bahwa kamulah orang yang benar-benar mencintaiku. " Kata Andi dengan muka semerawut.
" Vio, Maafkan aku ya! Selama ini aku terlalu banyak menyakiti kamu, aku benar-benar menyesal. " Ucap Andi menatap Viola dengan sungguh-sungguh.
" Tidak apa-apa, aku sudah memaafkan kamu. " Kata Viola sembari tersenyum tulus.
" Will you be my mine? " Andi menggenggam erat tangan Viola sembari menatap wajah cantiknya.
Seketika Viola merasakan ada hawa panas yang menjalar di wajahnya lalu menunduk dengan malu.
" Yes, I Will. " Kata Viola akirnya dengan wajah bersemu merah.
Sekali lagi Andi merengkuh Viola ke dalam pelukannya sembari mengecup puncak kepala gadis itu dengan penuh perasaan.
Terima kasih Tuhan! Akhirnya penantian ku selama ini tidak sia-sia.
Viola tersenyum bahagia akhirnya Andi membalas perasaannya yang selama ini bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1