Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Bagaimana Caranya?


__ADS_3

×TETAPLAH BERSAMAKU×


PART 22


"Kau ini bodoh atau apa hah? Kau tertidur di bath up kamar mandi dengan air yg masih mengalir? Apa kau ingin mengakhiri hidup mu?" tanya Ragini dengan nada marah.


Laksh masih mengusap rambutnya dengan handuk. Dan menatap datar ke arah Ragini.


Ragini benar benar tak menyangka dengan apa yg di lakukan Laksh tadi.


"Kau pikir aku tertidur semalaman? Aku baru memejamkan mata ku, baru juga 15 menit, lalu kau datang tadi, kau terlalu mendramatisir keadaan saja" ucap Laksh santai.


"Apa maksud mu? Aku hanya mendramatisir keadaan? Lihatlah diri mu Laksh? Kau pikir aku tak khawatir saat kau dari kemarin tak mengangkat telpon ku? Kau pikir aku tak khawatir melihat apartement mu berantakan seperti ini? Jadi wajar jika aku berpikiran seperti itu! Apa lagi dengan kejadian semalam, aku sangat takut Laksh, saat aku membuka pintu kamar mandi dan melihat kau tertidur di bath up aku benar benar takut, aku pikir kau berniat ingin mengakhiri hidup mu. Tapi ternyata kekhawatiran aku salah. Kau memang tak mencintai ku, tak peduli lagi kepadaku" ucap Ragini sambil terisak.


Ragini ingin membalikkan tubuhnya dan pergi, tapi tangan Laksh menahannya untuk pergi.


"Jangan pergi, ku mohon" ucap Laksh pelan dan masang wajah bersalahnya.


Ragini pun melirik Laksh iba, tak tega meninggalkan Laksh seperti itu. Ragini lalu duduk di samping Laksh, menatap lekat ke arah wajah Laksh. Laksh merebahkan kepalanya di tubuh Ragini.


'Sangat nyaman' batin Laksh.


Ragini hanya terdiam dan mengelus lembut rambut Laksh.


"Ragini, maafkan aku" ucap Laksh pelan.


"iyah Laksh aku sudah memaafkan mu" jawab Ragini.


Laksh lalu menatap lekat ke arah Ragini.


"Bukan maksud ku untuk melukai perasaan mu Ragini, tapi aku memiliki kenangan buruk tentang pernikahan, makanya aku sangat takut untuk menikah" jelas Laksh dengan mengambil nafas dalam.


Ragini langsung menatap tajam ke arah Laksh.


"Apa kau mau menceritakan nya kepada ku, apa alasan kau menjadi seperti ini?" tanya Ragini penasaran.


Laksh hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Kau jadi seorang Psikolog dulu, baru kau bisa tau semua hal tentangku" goda Laksh.


"Lakshhhh" teriak Ragini.


"Aku akan menceritakan semua tentang ku kepada mu, tapi kau harus bersabar menunggu nya ya" ucap Laksh santai.


Ragini hanya menganggukan kepalanya.


"Laksh, aku lapar, ayo kita makan" ajak Ragini.


"Perasaan setiap kau kesini kau selalu lapar Ragini hahahaha" ejek Laksh.

__ADS_1


"Laksh kau ini, aku kan manusia yg membutuhkan banyak makanan" ucap Ragini bersemangat.


"Dasar gembul" ledek Laksh.


Ragini mengerucutkan bibirnya. Laksh mendekat ingin menciumnya. Ragini langsung ketakutan dan menghindar.


"Hahahaha kau ini, harusnya kau bersyukur karena pria tampan ini akan mencium mu, mengapa kau malah menghindar" ucap Laksh.


Ragini hanya mendengus kesal.


***


"Laksh" ucap Ragini yg kini tidur di paha Laksh.


"Hmmmm" jawab Laksh singkat.


"Aku sangat nyaman bersama mu, aku ingin selama nya kita seperti ini yah" pinta Ragini sambil menatap lekat Laksh.


Laksh menatap lekat mata Ragini dan tersenyum. Laksh mendekatkan kepalanya ke wajah Ragini, Laksh menempelkan hidungnya dan mencium hidung Ragini. Ragini memejamkan matanya, Laksh lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir Ragini.


"LAKSHHHHH" teriak seorang wanita.


Ragini langsung bangun dan duduk, dia memperhatikan wanita yg datang ke apartement Laksh.


Ragini dan Laksh saling menatap. Wanita itu menghampiri Laksh dan memeluk erat tubuh Laksh. Ragini yg menyaksikannya pun geram dan cemburu. Dia mengepalkan tangannya menatap ke arah Laksh yg sedang di peluk wanita itu. Wanita itu hanya menatap sinis ke arah Ragini.


Anchal membelai lembut wajah Laksh. Ragini amat geram di buatnya, dia semakin menguatkan kepalan di tangannya. Hatinya panas melihat kekasihnya di goda secara terang-terangan di depan matanya. Anchal lalu mendekat dan mengecup pipi Laksh. Dan berbisik ke telinga Laksh.


"Kau belum menepati janji mu Laksh, kau sudah berjanji untuk memberikan seorang anak yg seperti mu untuk diri ku bukan?" bisik Anchal.


Laksh langsung melotot ke arah Anchal, menatap nya tajam. Anchal hanya terkekeh geli dan mendekatkan bibirnya untuk mencium Laksh.


"Hei kau ini berani sekali kau menggoda kekasih ku di depan mataku hah?" ucap Ragini kesal, mendorong Anchal menjauh dari Laksh, Ragini menatap tajam ke arah Anchal, dia menyembunyikan Laksh di belakang tubuhnya. Lalu menatap geram ke arah Anchal. Anchal hanya tersenyum melihat kelakuan Ragini.


"Dasar wanita penggoda, kau tak lihat jika ada aku disini? Daritadi kau selalu menganggu kesabaran ku!" jawab Ragini geram.


"Sekali lagi kau berani menyentuh dan menggoda kekasih ku, awas kau!" ucap Ragini marah dan mengarahkan telunjuknya ke wajah Anchal.


Anchal hanya tersenyum dan menghampiri Ragini.


"Aku hanya meminta hak ku saja" jawab nya santai.


Ragini mengerutkan dahi nya, berpikir dengan apa yg di bicarakan Anchal.


"Apa maksud mu hah? Hak apa yg kau bicarakan?" tanya Ragini geram.


"Laksh, dia sudah berjanji untuk memberikan aku anak yg mirip seperti nya, di rahim ku ini" jawab Anchal dengan nada santai nya sambil memegangi perutnya.


Ragini langsung membulatkan matanya seolah tak percaya dengan apa yg di dengarnya, ia lalu menatap tajam ke arah Anchal dan melirik ke arah Laksh. Laksh hanya tertunduk dan membuat Ragini semakin tak mengerti apa yg di maksud Anchal.

__ADS_1


"Apa maksud mu hah?" tanya Ragini benar benar geram.


Dia mengepalkan tangannya, menahan emosi nya yg ingin sekali dia ledakan.


"Laksh sudah berjanji akan menanamkan benihnya di rahim ku, dan aku hanya menagih janji nya dan meminta hak ku" jelas Anchal.


Hati Ragini terasa sakit, seperti teriris saat mendengar perkataan Anchal, dia tak dapat lagi membendung airmatanya. Airmatanya lolos dan mengalir deras. Ragini melirik ke arah Laksh yg masih tertunduk, Ragini menghampiri Laksh, menggoyangkan tangan Laksh. Tapi Laksh hanya diam dan tak berani menatap Ragini.


"Laksh apa benar yg dia katakan Laksh? Laksh jawab!" teriak Ragini dengan menggoyangkan tangan Laksh.


Namun Laksh tak bergeming, Ragini menangkup pipi Laksh hingga wajah Laksh kini menatap ke arahnya. Ragini masih terisak, Laksh hanya menatap nya lirih, mata Laksh sudah berkaca-kaca.


Laksh lalu mengedipkan matanya, seolah memberikan jawaban 'IYA'. Ragini kesal, dia langsung melepaskan tangannya di pipi Laksh. Dia berlari mengambil tasnya, lalu melangkahkan kakinya keluar dari apartement Laksh. Laksh hanya menatap lirih kepergian Ragini. Tapi Anchal dia tersenyum dengan senang.


"RAGINIIII" teriak Laksh berusaha mengejarnya.


Namun Ragini terus berlari dan menangis meninggalkan Laksh.


***


"Hihhhh aku benar benar geram dengan apa yg di lakukan Laksh, dia benar benar telah mempermainkan mu Ragini, ini tak bisa di biarkan! Aku harus memberinya pelajaran" ucap Mrunal kesal.


Saat Mrunal ingin pergi tangan Ragini mencegahnya. Ragini menggelengkan kepalanya dan menatap Mrunal lirih. Mrunal tak tega langsung memeluk erat tubuh sahabatnya itu dan menenangkannya.


'Kau jahat Laksh! Kau tega melakukan semua ini kepadaku' batin Ragini lirih.


***


Laksh mengusap kasar wajahnya, dia *** rambutnya. Kejadian hari ini benar benar mengusik pikirannya. Ragini pasti akan sangat membencinya karena hari ini.


Laksh lalu menyalakan TV nya yg sedang memutar adegan dewasa, Laksh memegang tempat cup kecil di tangannya, dia terus memandang adegan panas itu. Laksh lalu mematikan TV nya.


'Tidak bisa, aku benar benar tak bisa melakukannya' teriak Laksh dengan *** rambutnya.


***


Esok harinya...


Laksh termenung, dia menatap layar ponselnya, berulang kali dia mencoba untuk menelpon Ragini, namun Ragini tak juga mengangkat telponnya.


Laksh kesal sangat geram. Dia menatap ke photo yg terpajang di meja kerjanya. Lalu menatapnya lirih.


'Jangan marah kepada ku Ragini, semua ini tidak seperti yg kau pikirkan' batin Laksh.


"Bagaimana cara aku memberikan anak kepadanya tanpa menyentuhnya, aku benar benar tak ingin menyentuhnya dan melukai perasaan Ragini" gumam Laksh.


Laksh mengusap wajahnya, merebahkan tubuhnya di kursi dan memejamkan matanya.


jangan lupa like dan komen..

__ADS_1


__ADS_2