Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Ch. 68 Yang Terbaik Sedang Menantimu


__ADS_3

Maaf baru update 🙏 karena Author sibuk bulan ini😊


Semoga tetap setia menjadi pembaca TB❤🔥


Jangan lupa dukung Author biar tetap semangat :


Vote dan Like-nya👍


Thank you


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sesampai didepan koridor rumah Dwi, Cycan segera turun dari taksi. Ia membayarnya, lalu taksi meninggalkannya. Ia menekan bel dan ada pembantu yang membuka pintu untuknya.


Rosha dan Reyna sangat ramah menerima siapa tamu yang datang, sahabat Dwi.


“Eh Cycan” sapa Rosha yang sedang membolak-balik majalah


“Eh iya tan” balas Cycan dan menyalami mamanya Dwi


“Wah tumben nih kakak kemari lagi” ucap Reyna senang

__ADS_1


“Iya nih baru ada waktu” ucap Cycan tersenyum dan duduk disofa


“Ini minumannya, nona Cycan” ucap pelayan yang meletakkan segelas jus dimeja.


“Makasih, bi”


“Iya, non” pelayan pun berlalu meninggalkan ruang tamu


“Hmm Kakak tahu gak kak Dwi kenapa? Kemarin dan hari ini beda banget, tidak seperti hari-hari biasanya.” ucap Reyna kepo


“Iya Can, Dwi kenapa ya?” timpal Rosha


Cycan hanya menggeleng tidak tahu.


“Tante pikir kamu tahu, nak Cycan. Hmm tante khawatir dengan dia. Dia murung sekali. Tante ajak bercerita, dia juga gak kunjung mau cerita. Tidak biasanya ia berdiam diri seperti itu” ucap mama Rosha sedih dengan keadaan Dwi


“Boleh Cycan menemuinya?”


“Tentu saja boleh, nak Cycan. Mungkin dia akan bercerita sama kamu, bila kamu datang ke kamarnya” seru mama Rosha. Cycan tersenyum dan menaiki tangga menuju kamar Dwi


*****

__ADS_1


“Mata kamu bengkak, kamu sepertinya nangis dari semalamkan? Apa yang terjadi? Ceritalah” ucap Cycan prihatin


“Can,,,” Dwi langsung berhambur dipelukan Cycan dan menangis sejadi-jadinya. Cycan tahu banget, Dwi pasti punya masalah.


Cycan mencoba menenangin Dwi dan tidak ingin menanyakan masalah Dwi lagi. Jika Dwi sudah tenang, Dwi pasti akan menceritakannya. Itulah Dwi.


“Cycan, selama ini aku sudah setia. aku sudah baik. Aku sudah sabar. Tapi, kenapa Deian bisa-bisanya menyakiti dan menghancurkanku? Kesalahan apa yang aku perbuat selama ini?” ucap Dwi saat melepas pelukannya dan air mata yang terus bercucuran.


“Dia bermain dengan wanita dipartementnya tanpa busana dan melakukan hal diluar dugaanku, tepat depan mataku. Sakit, Can. Sakit banget” ucap Dwi memukul dadanya. Cycan pun menahan tangan Dwi.


“Stop it, Wi. Cukuplah. Aku tahu sakit, wi. Tapi, setidaknya jangan menyakitimu hanya karena dia yang tak pantas untuk wanita sebaik dan sesetia kamu. Kamu tidak salah, tapi dia yang salah. Dia telah menyia-nyiakan yang terbaik demi wanita murahan. Kamu tidak boleh sedih. Kamu harus bersyukur karena yang diatas sudah memperlihatkan Deian yang sesungguhnya padamu.” ucap Cycan bijak sembari memegang kedua pundak Dwi dan menatapnya lekat


“Tapi, aku mencintainya” ucap Dwi lirih


“Aku tahu. Tapi, semua sudah terlanjur. Kita tidak bisa memutar waktu kembali. Apa yang terjadi, itulah yang harus kita terima. Tapi, aku yakin, Deian bukanlah yang terbaik untuk kamu, dan yang terbaik sedang menantimu. Percayalah” ucap Cycan menyemangati Dwi


Iya! yang terjadi sudah terjadi. Kita tidak bisa memutar waktu kembali. Seperti halnya yang terjadi malam itu bersama pria asing itu. Semua karena kecerobohannya. Menyesali? Ya sangat, tapi, semua telah terlambat. Dwi hanya bisa berlapang dada. Dimana letak kesalahan tidak semuanya pada pria itu, namun dirinyalah yang patut disalahi. Renungan Dwi


*****


“Tan dek, Cycan pamit pulang. Lain kali main kesini lagi” ucap Cycan setelah berjam-jam dirumah Dwi. Ia takut telat pulang ke rumah majikannya dan tidak memasak makan malam untuk Kygu. Apalagi hari sudah sore.

__ADS_1


__ADS_2