
Maaf baru update 🙏 karena Author sibuk bulan ini😊
Semoga tetap setia menjadi pembaca TB❤🔥
Jangan lupa dukung Author biar tetap semangat :
Vote dan Like-nya👍
Thank you
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
“Hei, gimana dengan kekasihmu yang hilang itu? sudah ketemukah?” tanya Kygu pada Vylen saat dilift beranjak pulang.
“Belum” ucap Vylen menggeleng lesu, “Aku masih berusaha mencarinya. Aku ingin meminta maaf padanya dan mengajaknya kembali seperti dulu lagi”
“Kamu yakin dia masih dibandung?”
“Entahlah. Aku juga bingung”
Tidak lama kemudian mereka keluar dari lift. Dilobby masih ada aja wanita yang mencuri-curi pandang ke mereka, siapa yang tidak mau melihat ketampanan keduanya? Ah ini akan merugikan staf disana jika tak sedikitpun melihatnya.
“Aku heran, kenapa kamu belum move on padahal kalian sudah lama berpisah. Dan aku yakin tidak sedikit wanita yang menyukaimu” ucap Kygu sembari melangkah
“Tidak semudah itu” ucap Vylen tertawa nyengir, dimana hal itu adalah mustahil baginya.
“Wah, beruntung sekali wanita itu bisa mendapatkan cinta yang utuh darimu” ucap Kygu berdecak kagum
“Haha bisa saja. Gimana hubungan kalian Helone? Apa tidak ada rencana untuk ke jenjang pernikahan?” tanya Vylen membuat Kygu menyipitkan mata menatap Vylen disampingnya. Vylen merasa ada yang salah dengan perkataannya.
“Itu hanya terjadi dalam mimpi” gumam Kygu
*****
Taksi yang ditumpangi Cycan begitu lambat saat ia tahu ada kemacetan, bukan mobil tapi orang-orang yang sedang ramai ditengah jalan yang sedang mengerebungi sesuatu.
“Pak, ada apa ya didepan?” tanyanya heran
“Sepertinya kecelakaan, nona” tebak supir taksi
__ADS_1
Cycan membuka jendela mobil. Ia mendongak ke arah keluar jendela, ia bisa melihat motor yang tak asing lagi baginya.
Astaga. Itukan motor Bobby. Tidak, aku harus segera keluar dan melihatnya. Bathin Cycan
“Pak, berhenti sebentar. Aku ingin melihat siapa yang kecelakaan itu” ucapnya dengan nada cemas
“Baik, nona”
Cycan langsung keluar. Ia berlari ke arah yang kecelakaan. Ia bisa melihat Bobby yang kesakitan dan ada darah yang bercucuran disekitar lengannya dan kepalanya. Yah Bobby terluka tidak cukup parah.
“Bobby!” teriak Cycan spontan membuat orang-oarng yang mengerumuni Bobby melihatnya. Tak terkecuali Bobby pun menoleh kearah suara yang mendekatinya.
“Pak, tolong bantu angkat teman saya ditaksi itu” mohon Cycan sembari menunjuk taksi yang ia tumpangi.
*****
Rumah sakit XXX,
“Tidak perlu cemas, nona. Teman kamu baik-baik saja, hanya goresan kecil” ucap Dokter
“Terimakasih, Dok. Apa kami bisa pulang?”
Setelah itu, Cycan menemui Bobby diruang rawat
“Hei” sapa Cycan dengan senyum manis
“Terimakasih sudah menolongku” ucap Bobby tulus
“Hehe tidak apa-apa” sahut Cycan
“Jika tidak ada kamu, entahlah aku tidak tahu. Kamu tahu orang-orang yang mengerumuniku ditempat kejadian bukan menolongku malah keenakan mengambil dokument dan mengupdate dimedia sosial. Kan payah!” ucap Bobby berdecak kesal pada orang-orang yang memotretynya disaat kecelakan tadi.
“Hehehe sabar. People zaman now kebanyakan begitu, gak heran lagi” seru Cycan dengan gelak tawa melihat Bobby yang cemberut
Setelah itu, Cycan dan Bobby pulang. Mereka naik taksi, tiba-tiba saja Bobby menghentikan taksi didepan restaurant.
“Kita ngapain, Bob?” tanya Cycan
“Ya makanlah, tidak mungkin manjat pohon, Cycan” Bobby mengoceh dengan diselingi tawa
__ADS_1
“Jangan bilang kalau kamu berutang budi padaku karna sudah bayar biaya rumah sakit kamu. Aku pulang aja deh kalo gitu” katanya comel
“Gak kok. Aku hari ini sudah gajian, jadi aku mau traktir kamu. Ayo” ucap Bobby melebarkan senyum
“Cie cie cie sudah jadi orang kaya baru nih rupanya” Cycan menggurau. Keduanya pun terbahak dan memesan makan. Tidak lama kemudian pesanan mereka datang. Mereka menikmati makan diselingi tawa dengan setiap ada obrolan lucu yang terungkap
“Kamu kerja dimana sekarang?” tanyanya kemudian
“Aku kerja sebagai pembantu” jawab cycan jujur
“Really?” tanya Bobby gak kaget
Cycan mengangguk. “Yang penting halal, Bob”
“Dimana? Dan siapa majikanmu sekarang?” tanyanya menginterogasi Cycan
Hmmm jawab apa ya? Tidak mungkin aku bilang kalo majikanku pria yang menyebalkan waktu itu yang bertengkar denganku ditempat kerja sebelumnya. Iya sih dulu menyebalkan, tapi sekarang kan menyaenangkan. Gumam Cycan dalam hati sembari membayangkan wajah Kygu
“Hei” Bobby mengibaskan tangannya depan Cycan
“Eh Bob. Ada apa?” tanyanya baru sadar
“Kok senyum-senyum? Jangan bilang kalau majikanmu masih lajang dan kamu punya perasaan ke dia” sindir Bobby membuat Cycan cengar-cengir
“Ih ngaco deh kamu” sahut Cycan tersipu malu
“Haha ketahuan kamu”
“Ih kaga ah”
“Haha sudahlah ngaku saja”
“Ngaku apa coba?”
“Ngaku kalau ada dosa”
“Ya tentu saja aku ada dosa”
“Iya dosa tidak mengakui kalau kamu punya perasaan dengan majikan kamu” Bobby semakin menggoda Cycan yang menmbuat Cycan semakin salah tingkah
__ADS_1