Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Tidak terasa Vita sudah satu Minggu berada di rumah lamanya dan hari ini Vita harus kembali karena sebentar lagi hasil kelulusan akan diumumkan.


" Tante terima kasih banyak ya sudah membantu Vita selama di sini, sekarang Vita harus balik lagi. "


" Sayang! Apakah secepatnya ini, Tante masih kangen sama kamu sayang. " Tante Rima merasa sedih karena Vita harus kembali lagi. " Maafkan Vita Tante tapi Vita harus pergi sekarang karena sebentar lagi Vita akan mendengarkan hasil kelulusan Vita. " Kata Vita sembari memeluk Tante Rima. " Kamu sering-sering ke sini ya sayang, Kalau lagi liburan! " Memeluk Vita dengan penuh kasih sayang. " Pasti Tante, Vita pasti akan ke sini lagi kalau liburan. " Kata Vita.


" Ya udah Tante, Vita ke kamar kak Riswan dulu ya. " Vita beranjak dari samping Tante Rima menuju ke kamar Riswan. Ceklek! Pintu terbuka dari luar. Vita dapat melihat dengan jelas wajah murung Riswan yang sedang duduk di kasurnya. " Hai kakakku sayang! Murung amat sih. " Vita menggodanya. " Siapa bilang kalau aku lagi murung? Aku biasa-biasa aja kok. " Riswan berusaha tersenyum, tapi raut wajahnya tidak bisa berbohong kalau dia lagi sedih. " Nggak usah sedih kak! Kan kamu udah janji mau kuliah bareng aku nanti. " Kata Vita menghibur kakaknya. " Iya, aku udah nggak sedih kok. " Riswan sudah mulai ceria. " Nah gitu dong baru kakak aku yang tampan. "


" Anyway, pesawat kamu berangkat jam berapa? "


" Jam sepuluh. " Riswan melirik jam tangannya.


" Ha! Yang benar aja ini kan udah jam 9 Vit, kenapa belum berangkat? Nanti kamu ketinggalan pesawat loh. " Kata Vita sembari beranjak dari kasurnya. " Aku udah siap kok tinggal berangkat aja. " Vita ikut berdiri di belakang Riswan. " Kalau udah siap kenapa belum berangkat? "


" Emang kamu nggak mau ngantar aku ke Bandara gitu? " Tanya Vita penuh harap. " Oh iya aku hampir lupa, ayo berangkat nanti kamu telat. " Riswan berjalan ke lantai bawah.


" Tante Vita berangkat dulu ya. " Pamit Vita.


" Iya sayang kamu hati-hati ya di jalan! " Tante Rima memeluk Vita lalu mencium pucuk kepala gadis itu. " Iya Tante, terima kasih. " Vita melepaskan pelukannya lalu berjalan ke mobil yang sudah di siapkan pak Budi.


Lima belas menit sebelum keberangkatan Vita baru sampai ke bandara, karena jalanan cukup padat hari ini.


" Pak Budi! Terima kasih ya. " Vita turun dari mobil diikuti oleh Riswan. " Kak Vita pamit dulu ya! " Kata Vita menatap Riswan. " Iya, kamu hati-hati ya. " Kata Riswan.


" Apakah kamu tidak mau memeluk kakakmu ini. " Kata Riswan pada Vita. " Tentu saja aku tidak suka dengan bau badan kamu. " Tapi perkataan tidak sesuai dengan perbuatan, dengan cepat Vita menghambur ke pelukan Riswan yang langsung merengkuhnya sebagai salam perpisahan.


★★★

__ADS_1


Tepat pukul sebelas siang, Vita sampai di bandara. Vita berjalan ke ruang tunggu untuk menunggu pak Mur yang akan menjemputnya. Belum sempat Vita mendaratkan pantatnya ke sofa yang ada di ruang tunggu pak Mur lebih dulu memangilnya. " Non Vita. " Teriak pak Mur sembari berlari ke arahnya. " Pak Mur! Papa, mama mana? " Vita mencari keberadaan kedua orang tuanya.


" Maaf Non! Bapak dan ibu tidak bisa datang, mereka lagi pada sibuk. " Kata pak Mur yang menyadari kalau Vita sedang mencari kedua orang tuanya.


" Ah iya, tidak apa-apa pak Mur kita langsung pulang ke rumah aja ya. " Kata Vita mulai berjalan ke parkiran diikuti oleh pak Mur dari belakang.


Vita Handoyo :


Hai guys aku udah balik!!


Melati :


Wow gimana di sana menyenangkan nggak?


Vita Handoyo :


Tentu saja di sana sangat menyenangkan, tahu nggak di sana untuk pertama kalinya aku pergi ke perusahaan dan ternyata tidak seburuk yang ku pikirkan.


Melati :


Viola :


Hai guys maaf aku baru dari kamar mandi, Vit! Sekarang kamu di mana?


Vita Handoyo :


Aku baru di perjalanan dari Bandara menuju ke rumah.

__ADS_1


Melati :


Kamu nggak lupakan bawa oleh-oleh?


Vita Handoyo :


Tenang saja aku bawa kok.


Viola :


Otak kamu tuh Mel.


Vita Handoyo :


Guys sudah dulu ya! Aku udah mau nyampai rumah nih.


Vita memasukkan ponselnya ke dalam tasnya, tapi belum beberapa detik Vita memasukkannya ponsel itu kembali berdering.


Tanpa melihat siapa yang menelponnya Vita langsung mengangkatnya.


" Halo Mel! Ada apa lagi sih? " Vita sedikit kesal.


" Halo Vit! " Mata Vita membelalak ketika mendengar suara yang berasal dari seberang adalah seorang pria. Vita menjauhkan ponsel dari telinganya dan melihat siapa yang menelponnya. " Eh Andi! Ada apa Ndi? Sorry tadi saya pikir Melati. " Kata Vita sedikit gugup.


" Tidak apa-apa Vit lagi kangen aja. " Kata Andi.


" Ada-ada aja sih, udah dulu ya aku udah nyampe rumah. " Tanpa menunggu jawaban Vita langsung mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Vita melangkah keluar dari mobil menuju ke dalam rumah. " Selamat siang ma! " Sapaan Vita ketika masuk ke dalam rumah sembari mencari keberadaan mamanya.


" Selamat siang sayang, kamu sudah sampai rupanya. Bagaimana kabar kamu sayang? " Mamanya muncul dari dapur dan merengkuhnya Vita ke dalam pelukannya. " Vita baik-baik saja ma. " Vita memeluk mamanya dengan erat. " Ma Vita ke atas dulu ya, mau istirahat sebentar. " Kata Vita sambil melepas pelukannya dari mamanya. " Iya sayang! " Vita berjalan ke kamarnya lalu berbaring di kasurnyav Vita terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2