Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Takdir


__ADS_3

Tok...tok pintu kamar Riswan di ketuk dari luar.


"Hmmm, siapa sih pagi-pagi udah ganggu?" Ucap Riswan sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.


Setelah kesadaran sudah stabil akhirnya Riswan beranjak dari kasurnya untuk membuka pintu.


"Vita! Ada pagi-pagi udah gangguin aku?" Tanyanya sedikit serak suara khas orang baru bangun tidur.


"Astaga kak! Ini udah mau jam tujuh, cepat sana mandi! Hari ini aku akan ngantar kamu ke kampus B untuk daftar sekalian untuk ngecek situasi di sana." Kata Vita sembari mendorong Riswan ke dalam kamarnya untuk segera mandi.


Setelah setengah jam akhirnya Riswan keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan segera turun ke lantai bawah untuk mencari Vita.


"Vit, aku udah siap nih ayo berangkat!" Ucap Riswan tapi orang yang ajak bicara tidak ada.


Riswan mencari-cari keberadaan Vita di ruang tamu tapi tidak menemukan akhirnya dia memutuskan untuk mencarinya di dapur.


"Ma! Vita di mana?" Tanya Riswan pada Elis ketika sampai di dapur karena orang yang di carinya juga tidak ada.


"Dari tadi dia belum turun, paling juga lagi make up di atas kamu tahulah bagaimana sifat perempuan." Ucap Elis sembari tersenyum lalu melanjutkan masakannya.


"Terima kasih ma, kalau gitu Riswan cari di atas dulu." Kata Riswan.


"Iya nak, eh ngomong-ngomong kalian mau ke mana kok kamu rapi banget sih?"


"Tadi Vita ngajak aku ke kampus B untuk daftar kuliah ma."


"Oh, okelah sayang semoga sukses ya." Ucap Elis bangga.


Riswan hendak kembali ke lantai dua untuk mencari Vita tapi orang yang di cari ternyata sudah duduk di ruang tamu.


"Vit, lama amat sih dari tadi aku cariin kirain sudah turun ternyata kamu masih di atas." Kata Riswan.

__ADS_1


"Hehe maklumlah cewek kan mandinya lama." Ucap Vita terkekeh.


Riswan melongo melihat style Vita yang sangat sederhana hanya menggunakan baju kaos dan celana jeans tapi tetap kelihatan cantik beberapa dengan dirinya yang berpakaian sangat rapi.


"Kamu kok nggak bilang kalau boleh pakai pakaian santai sih? Kan jadinya aku pakaian yang rapi gini." Ucap Riswan sedikit kesal.


"Kamu juga nggak tanya kok kirain kamu tahu, tapi nggak apa-apa kamu kelihatan sangat keren kok pakai pakaian itu." Ucap Vita sambil memperhatikan Riswan dari atas sampai ke bawah.


"Nggak ah, aku mau ganti pakaian dulu." Kat Riswan sambil berbalik hendak kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya, tapi tiba-tiba Vita menggenggam tangannya lalu bangkit berdiri.


"Tidak usah, kita hampir terlambat nih lagian kamu sangat keren pakai itu kok. Ayo kita berangkat!" Ucap Vita sambil menarik Riswan ke luar rumah.


"Ma kami berangkat dulu ya, mungkin agak telat pulangnya soalnya aku ada janji dengan Melati." Kata Vita sedikit berteriak kepada mamanya ketika melewati dapur.


"Iya nak kalian hati-hati ya!" Ucap mamanya.


Vita mengambil kunci mobil yang digantung di samping bagasi lalu menyerahkannya pada Riswan.


"Tidak masalah yang penting nona bersedia menjadi penunjuk jalan buat saya." Ucap Riswan berlagak sebagai seorang supir.


★★★


Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kampus B.


"Kak aku ke toilet dulu ya, kebelet nih." Ucap Vita lalu berlari meninggalkan Riswan yang masih berdiri di depan mobil.


"Ya aku ditinggalin, mending aku nunggu di sana aja deh." Kata Riswan lalu berjalan ke kursi merah yang ada di depan kampus.


Sementara itu Melati baru saja turun dari mobil, lalu menelpon sahabatnya.


"Vit! Kamu di mana kok nggak kelihatan sih." Ucap Melati sembari mencari keberadaan Vita.

__ADS_1


"Tunggu aja di dekat parkiran tadi aku ke toilet, sekarang aku menuju ke situ kok." Ucap Vita lalu mengakhiri panggilannya dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


"Ya udahlah mending aku tunggu di sana aja."


Melati tiba-tiba mendadak berhenti ketika melihat pria yang selama beberapa hari ini selalu terlintas dibenaknya.


"Hai Mel, kamu kok berdiri di situ aja sih? Ke sana yuk aku mau kenalin kamu sama kakak aku." Ucap Vita sambil berjalan ke arah Melati.


Vita berjalan dengan semangat diikuti oleh Melati dari belakang ke tempat di mana Riswan sedang menunggunya.


"Kak aku mau kenalin seseorang ke kamu." Ucap Vita lalu menarik Melati yang masih bersembunyi di belakangnya.


"Ini sahabat aku selama di sini."


"Kamu!" Kata Riswan sambil menatap Melati yang masih tertunduk.


"Eh ada apa nih, kalian sudah saling kenal ya?"


"Perkenalkan nama saya Riswan." Kata Riswan sembari menyodorkan tangannya kepada Melati untuk bersalaman tanpa menghiraukan pertanyaan Vita.


Melati menyambut tangan Riswan masih dengan posisi sedikit tertunduk.


"Saya Melati." Ucapnya.


"Hmm." Vita berdehem melihat Riswan dan Melati yang masih tetap bersalaman, dengan spontan mereka melepaskan tangan mereka dengan salah tingkah.


"Jadi kalian sudah bertemu sebelumnya ya?" Tanya Vita penasaran.


"Iya, dia pria yang sebelumnya pernah saya cerita ke kamu dan Viola." Ucap Melati malu-malu.


"Oh, aku udah ngerti sekarang. Masuk yuk!" Ucap Vita.

__ADS_1


Hmmm, rupanya takdir benar-benar mempertemukan mereka kembali, gumam Vita sembari tersenyum.


__ADS_2