Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Hari Kelulusan Part 1


__ADS_3

Sehari sebelum kelulusan sebelum Vita tidur malam itu.


" Ma besok kan Vita akan terima hasil kelulusan, Mama datang ya! " Vita menatap mamanya penuh harap.


" Iya sayang mama pasti datang. " Mengelus rambut anaknya.


" Terima kasih ma. "


" Sama-sama sayang. "


Vita masuk ke kamarnya dengan ceria setelah mamanya berjanji akan datang ke sekolahnya demi mendengarkan hasil kelulusannya.


" Vita... Vita tanpa kamu pun bilang mama sama papa pasti akan pergi. " Kata Elis ketika anaknya sudah menghilang di balik pintu.


Ya, Pak Ivan pasti akan datang ke sekolah itu karena dia mendapatkan undangan sebagai donatur tetap di sekolah itu.


★★★


Pagi-pagi Vita sudah siap, dia benar-benar sudah tidak sabar ingin secepatnya sampai di sekolah. Vita berjalan dengan riang menuju lantai bawah.


" Ma! Mama di mana? " Vita sedikit berteriak mencari sosok mamanya.


Tidak ada jawaban akhirnya Vita mendekati kamar ke dua orang tuanya. Tok...tok! Vita mengetuk pintu.


" Ada apa sayang! "


" Ma ayo berangkat, mama kan sudah janji mau nemanin Vita ke sekolah. "


" Sayang, kamu duluan aja ya sama pak Mur, nanti mama nyusul sama papa. " Kata mamanya dari dalam kamar tanpa membuka pintu.


" Oke ma. "


Vita berjalan dengan semangat di sepanjang koridor sekolah, tanpa menyadari begitu banyak pasang mata yang sedang memandangnya dengan kagum. Vita memang kelihatan sangat anggun dengan dress selutut berwarna hitam yang dia gunakan.


" Hai Vit! Apa kabar? " Viola tiba-tiba muncul di sampingnya membuat Vita terlonjak kaget. " Vio! Aku baik-baik saja. " Kata Vita seraya memeluk Viola.

__ADS_1


" Aku kangen banget tahu sama kamu, Melati mana? " Tanya Vita.


" Paling juga lagi di kantin, katanya lupa sarapan tadi pagi. "


" Aww, Vio aku toilet dulu ya, kebelet banget nih. " Tiba-tiba Vita sakit perut dan langsung berlari meninggalkan Viola.


" Ufgh... Leganya. " Vita memegang perutnya setelah selesai bertapa di toilet kurang lebih lima menit.


Vita kembali ke kelas dengan sedikit berlari, tiba-tiba tubuhnya yang ramping menubruk seseorang yang ada di depannya.


" Aduh, maaf ya aku tidak sengaja. " Kata Vita lalu melihat siapa yang dia tabrak.


" Vito!, Maaf banget ya aku tidak sengaja. " Vita merasa gugup.


" Tidak apa-apa. " Katanya sembari memperhatikan Vita dari atas sampai bawah.


Kenapa dia bisa kelihatan memesona begitu walaupun hanya dengan sebuah dress yang sederhana, gumam Vito.


" Kenapa liatin aku kayak gitu. " Vita semakin gugup ketika Vito memperhatikannya.


" Ah, terima kasih ke aula yuk sebentar lagi acara akan di mulai. " Vita mengalikan pembicaraan dan mulai melangkah dengan kikuk.


Kenapa aku jadi gugup gini setiap kali bertemu Vito.


Tepat sebelum acara di mulai mereka sampai di aula yang sudah di penuhi oleh ratusan orang. Vita celingak-celinguk mencari keberadaan mamanya di tengah keramaian.


" Vit! Mama di sini. " Elis melambai-lambaikan tangannya ke arah anaknya yang sedang mencarinya.


" Vito, aku ke sana dulu ya. " Akhirnya mereka berpisah karena setiap para siswa harus duduk berdampingan dengan orang tuanya.


" Sayang! Kamu ke mana aja sih? Dari tadi loh mama cariin kamu. " Kata Elis kepada anaknya.


" Maaf ma tadi Vita kebelet, jadi Vita ke toilet dulu. " Kata Vita lalu duduk di samping mamanya.


" Selamat pagi hadirin sekalian! Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh siswa-siswi yang telah mengikuti ujian Nasional dan sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang yang selanjutnya..." Suara pemandu acara yang membuat semua orang dalam ruangan itu menjadi hening.

__ADS_1


Setelah melalui beberapa susunan acara, akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba.


" Baik para hadirin sekalian, acara selanjutnya adalah pengumuman hasil kelulusan para siswa-siswi yang akan di sampaikan langsung oleh Bapak kepala sekolah kita tercinta. Waktu dan tempat kami berikan kepada Bapak Lukman Suroso selaku kepala sekolah. " Kepala sekolah naik ke atas mimbar dengan penuh wibawa dan mulai berbicara.


" Baik anak-anakku sekalian, puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena anak-anakku sekalian dinyatakan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. " Riuh tepuk tangan para hadirin seketika menggema memenuhi ruangan itu.


" Baik para hadirin, saya mengumumkan siapa-siapa diantara anak-anak kita yang berhasil meraih prestasi yang terbaik selama ini. " Kata kepala sekolah yang membuat suasana kembali tenang. Semua siswa-siswi merasa sangat gugup ketika mendengar perkataan kepala sekolahnya, berharap mereka yang mendapat nilai terbaik.


" Baik peringkat ketiga diraih oleh..." Kepala sekolah sengaja menggantung perkataannya membuat semua siswa-siswi semakin gugup.


" Viola Engelina. " Viola langsung menghela napas lega di tengah-tengah riuh gemuruh tepuk tangan orang-orang yang ada di ruangan itu. Lukman sekilas menatap putrinya dengan senyuman bangga.


" Selanjutnya juara dua diraih oleh. " Ada jeda waktu yang lebih panjang membuat semuanya orang yang ada di ruangan itu sedikit kesal.


" Lama banget sih. " Kata seseorang yang sudah tidak sabar mendengar kelanjutan dari perkataan kepala sekolah.


" Diraih oleh..." Lagi-lagi ada jeda yang sengaja dilakukan oleh Lukman supaya orang-orang semakin penasaran.


" Vita Laurensia Handoyo. " Kata kepala sekolah akhirnya. Sontak Vita memeluk mamanya dengan erat disertai air mata terharu.


" Ma, aku peringkat dua ma. " Kata Vita hampir tidak percaya sembari menghapus air matanya.


" Selamat ya sayang. " Kata mamanya sambil memeluk anaknya.


" Saya rasa kalian semua pasti bisa menebak siapa yang meraih juara pertama. " Kata Pak Lukman.


Ya, tentu saja tidak diragukan lagi siapa yang meraih juara pertama, semua orang tahu bahwa Vito adalah siswa yang paling cerdas yang ada di sekolah itu.


" Juara pertama diraih oleh Vito Putra Suhartono. " Kata kepala sekolah yang disambut oleh tepuk tangan semua hadirin, lalu turun dari mimbar.


Vina Rahayu Suhartono yang ada di samping Vito langsung memeluk Vito dengan air mata yang berlinang.


" Selamat ya sayang, Mama bangga sama kamu. " Kata Vina yang disambut dengan senyuman hangat Vito pada mamanya.


" Baiklah sekian penyampaian hari ini, selamat buat kalian semua yang akhirnya lulus semoga kalian semua sukses kedepannya. Selamat siang dan selamat berjuang. "

__ADS_1


__ADS_2