Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Rumah Tante Rima


__ADS_3

Setelah mereka kembali Vita merasa sangat lelah karena seharian belum istirahat dari perjalanannya yang jauh.


" Wan! Aku ke kamar dulu ya, mau istirahat sebentar aku capek banget. " Katanya dengan lesu. " Ya udah kamu istirahat yang cukup ya!. "


Vita berjalan ke kamarnya, lalu berbaring di kasurnya. Tidak butuh waktu yang lama akhirnya Vita tidur terlelap karena sangat kelelahan setelah perjalanan yang panjang.


Setelah merasa cukup dengan tidurnya, Vita bangun lalu berjalan ke ruang tamu. " Bibi! " Sambil berjalan ke lantai bawah. " Iya Non, ada apa? "


" Bi, Riswan di mana? " Mencari-cari sosok Riswan namun tidak menemukannya.


" Den Riswan sudah pulang dari tadi Non. " Kata Bibi Ina.


Vita melirik jam tangannya ternyata sudah jam tujuh malam. " Pantas saja Riswan sudah pulang. " Bergumam. " Terima kasih Bi. " Kembali ke kamarnya, mengambil handuk lalu melangkah masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai mandi Vita kembali ke lantai bawah. " Bibi! " Panggilannya.


" Iya Non. " Bi Ina muncul dari dapur. " Vita pamit dulu ya, mau pergi ke Rumah Tanta Rima sebentar. "


" Iya Non, apa perlu Bibi temani Non? " Kata Bi Ina.


" Tidak usah repot-repot Bi, lagian rumah Tante Rima kan dekat banget dari sini. " Menolak tawaran Bi Ina sambil menunjuk rumah Tante Rima yang jaraknya memang sangat dekat.


Vita berjalan ke rumah Tante Rima yang merupakan mama Riswan, lalu mengetuk pintu. Kalau dulu Vita tidak pernah mengetuk pintu, dia langsung menyelonong masuk ke dalam rumah itu, tapi sekarang Vita harus mengetuk pintu dulu, takut dikira maling yang tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam rumah.


Tidak lama kemudian Ceklek! Pintu terbuka dari dalam. " Vita! " Tante Rima muncul dan langsung memeluk Vita dengan erat. " Kamu apa kabar sayang? " Tanyanya sambil melepas pelukannya dari Vita. " Vita baik-baik saja Tante. " Kata Vita tersenyum riang.

__ADS_1


Wanita itu tidak berubah sama sekali, dia masih tetap cantik seperti dulu walaupun umurnya sudah mendekati kepala empat, dia sangat mencintai Vita seperti dia mencintai anaknya Riswan.


" Ayo masuk sayang! " Menggandeng tangan Vita masuk ke dalam rumah. " Papa, mama kamu mana? "


" Mereka tidak datang Tante, lagi pada sibuk katanya. "


" Mama juga titip salam sama Tante. " Lanjut Vita. " Ah, Tante jadi kangen masak bareng sama mama kamu lagi. " Tante Rima tersenyum mengingat, mereka dulu sering masak bersama untuk suami mereka dan anak-anak mereka.


Tante Rima memperhatikan Vita secara detail,


" Kamu makin cantik aja sih. " Puji Tante Rima membuat Vita tersenyum malu-malu. " Terima kasih Tante. " Katanya dengan pipi semerawut.


" Kamu kok nggak bilang-bilang kalau mau datang? " Tanya Tante Rima. " Iya Tan, biar jadi kejutan. " Tersenyum.


" Kamu sudah ketemu Riswan? "


" Oh, baguslah kalau begitu. "


" Tante ke dapur dulu ya sayang, mau masak untuk makan malam. " Kata Tante Rima lalu beranjak dari kursinya ke dapur.


Setelah Tante Rima pergi ke dapur, Vita berjalan ke kamar Riswan yang ada di lantai dua. Sudah menjadi kebiasaan Vita untuk segera ke kamar Riswan apabila dia datang di rumah itu. Vita mengetuk pintu kamar Riswan tapi tidak ada jawaban, akhirnya Vita membuka pintu kamar Riswan yang tidak di kunci. Vita berjalan masuk ke kamar Riswan dan mengedarkan pandangannya. " Tidak banyak yang berubah, masih sama seperti dulu. " Gumam Vita.


Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka. " Ahhhkk. " Teriak Vita dengan mata terbelalak, melihat Riswan yang keluar dari kamar mandi dengan telanjang, hanya bagian bawahnya yang di tutupi oleh handuk kecil. Riswan terlonjak kaget mendapati Vita yang tiba-tiba ada di kamarnya, tadinya Riswan tidak berpikir kalau Vita akan datang. Riswan benar-benar kaget dan merasa sangat malu karena sahabatnya harus melihatnya dalam keadaan seperti itu.


" Cepat pakai pakaian kamu! " Perintah Vita dengan tangan menutupi wajahnya.

__ADS_1


Riswan mengambil pakaiannya lalu menggunakannya.


" Nih, udah selesai, kamu sih main masuk-masuk aja. " Katanya Riswan.


" Biasanya juga gitu kan, aku langsung masuk. " Kata Vita. " Iya sih, tapi aku lupa kalau kamu sudah kembali jadi aku pakai handuk saja dari kamar mandi. Masih untung tadi aku pakai handuk biasanya juga telanjang. " Kata Riswan terkekeh.


" Ih, mesum. " Vita mencibir.


" Dulu aja kamu sering lihat punyaku, tapi sekarang kenapa tiba-tiba malu gitu. " Kata Riswan menggoda Vita. " Itu kan kita masih kecil, sekarang kita udah besar. " Katanya menjitak kepala Riswan lalu tertawa.


Tidak lama kemudian Tante Rima memanggil mereka untuk makan malam. " Riswan, Vita! Ayo makan sayang. " Vita dan Riswan langsung turun ke lantai bawah untuk makan malam.


" Tante masak apa? " Tanya Vita. " Tante masak makanan kesukaan kalian. " Kata Tante Rima lalu menuangkan nasi ke piring kedua anaknya.


" Mama ma gitu kalau ada Vita aja langsung masak makanan enak. " Kata Riswan dengan wajah yang di buat-buat murung.


" Iya dong, kan Vita sudah tidak pernah makan masakan mama, jadi mumpung Vita ada jadi mama buatkan makanan kesukaannya. " Kata Tante Rima sambil tersenyum.


" Om mana? " Tanya Vita ketika tidak melihat papa Riswan. " Papa lagi keluar kota. " Kata Riswan.


" Tante! Besok Vita rencana mau pergi ke perusahaan papa, boleh ya Riswan temani. " Vita memohon dengan penuh harap. " Boleh dong. " Kata Tante Rima. " Siapa bilang aku mau temani kamu ke sana. " Riswan menggoda Vita, walaupun dia tahu dia tidak akan pernah bisa menolak permintaan adiknya itu. " Tante, lihatlah kakakku yang tampan ini, tidak mau menanami aku besok. " Vita mengadu pada Tante Rima mama. "


Ya itulah Vita, dia akan selalu mengadu pada Tante Rima kalau Riswan menggodanya.


" Riswan jangan begitu ah. " Kata mamanya.

__ADS_1


" Iya adikku sayang nan bawel besok kakak tampanmu ini akan mengantar kamu ke perusahaan besok. " Kata Riswan sambil terkekeh.


Dari kecil Vita sangat senang kalau berada di rumah itu. Selain karena sahabatnya ada di sana, Tante Rima juga sangat memanjakannya, sehingga membuat Vita betah berada di rumah Tante Rima. Apalagi kedua orang tuanya jarang berada di rumah, mereka selalu sibuk dengan pekerjaan mereka membuat Vita juga tidak betah berada di rumahnya sendiri hingga akhirnya dia akan pergi ke rumah Tante Rima.


__ADS_2