Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku
Ch. 61 Hasrat Yang tak Bisa Dibendung


__ADS_3

**Komentar dan kritik readers sangat berharga bagi Author agar Author tahu dimana titik kelemahannya😇🙏


Terimakasih😊**


🌼 🌼 🌼 🌼 🌼


Vylen memandang wanita itu dengan meneguk vodka hanya denga sekali teguk. Dan ia memintanya lagi dan lagi.


Vylen tercengang. Kenapa ada wanita sehebat itu meminum vodka? Itu bisa memabukkan dirinya. Sepertinya wanita itu terlihat dalam masalah. Vylen bisa melihat ada mata yang sembab disana


“Hi, nona” tegur Vylen dengan agak berteriak pasti tahulah gimana sebaiknya ngobrol di klub malam.


“Hi juga” balas wanita itu acuh dengan memegang gelas yang keempat


“Anda kelihatan lagi dalam masalah” ucap Vylen


“Tepat sekali. Anda memang tidak begitu bodoh sekali, tuan” sahut wanita itu diselingi tawa


“Hahaha anda bisa saja” ucap Vylen ikut tertawa


“Bolehkah aku tahu apa masalahmu, nona?”


“Biasa masalah cinta. Zaman sekarang para pria sudah pada tidak ada yang setia, semua bajing*n, br*ngsek, dan tidak tahu malu” teriak wanita itu menangis. Ia terlihat begitu kacau


“Hei nona, tidak semua pria itu semua sama. Mungkin pacar anda begitu, tapi beda dengan orang lain” ucap Vylen agak tersinggung dengan perkataan wanita itu

__ADS_1


“Bullshit!” ucap wanita itu ketus, “Buktinya apa? Semua pria hanya manis diawal saja, lalu akhirnya mengkhianati.” Ucapnya lagi


“Anda salah besar, nona. Anda tidak boleh mengklaim semua pria itu sama”


“Hah? Apakah kamu pria yang tidak sama itu? benarkah?” ucap wanita itu tertawa. Ia mulai mabuk berat. Ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Vylen. Lalu merangkul lehernya begitu mesra. Dengan spontan ia ******* bibir Vylen.


Vylen begitu terkejut saat bibirnya dan bibir wanita itu bersatu. Wanita itu begitu lincah melakukan aksinya. Vylen pun ikut membalas ******* bibir wanita itu. air liur mereka pun menyatu. Mereka berpeluk begitu erat tak ingin melepaskan diri tanpa menyadari berada ditengah keramaian.


Malam pun semakin larut. Vylen berniat pulang. Namun, ia juga tidak rela meninggalkan gadis itu yang begitu mabuk berat tidur di klub malam. Ia pun membawa gadis itu bersamanya. Ia membopong gadis itu keluar dari klub malam dan meletakkannya dibangku depan mobil.


*****


Sampai dirumah Vylen. Vylen membawa wanita yang bersamanya keluar dari dalam mobil dan membopongnya masuk kedalam rumah miliknya.


Cekklek


Pelayan wanita itu menatap majikannya begitu heran dengan wanita yang ia bawa masuk kerumah.


Pintu kembali ditutup dan tak lupa dikunci.


“Bi, apa kamar tamu sudah dirapiin?”


“Sudah, tuan”


Vylen langsung membawanya ke kamar dan meletakkan tubuh itu begitu pelan di tempat tidur. Ia hendak beranjak dari duduknya, namun ada tangan yang menggenggam pergelangan tangannya begitu erat, seakan tak mau melepaskannya.

__ADS_1


“Jangan tinggalin aku. Aku mohon” isak wanita itu dan duduk. Ia masih dalam keadaan mabuk. Tidak tahu apa yang ia lakukan.


Vylen yang merasa iba melihat wanita itu pun mengurungkan niatnya meninggalkan kamar wanita itu.


“Temani aku ya” ucap wanita itu dan memeluk Vylen. Vylen tidak tahu harus gimana lagi menghibur wanita ini.


Wanita itu tiba-tiba melepaskan pelukkannya.


“Aku mencintaimu.” Ucapnya menganggap Vylen kekasihnya, lalu meraba bibir Vylen dan menciumnya begitu lahap. Vylen yang tak tahan lagi dengan ciuman yang lama itu pun ikut ******* bibir. Mereka saling bertukar air liur dan memainkan lidah disana.


Ciuman yang begitu panas pun terjadi


Wanita itu membuka pakaiannya satu persatu, dan membuangnya sembarangan disegala tempat.


Brummm


Wanita itu tidak memakai busana sama sekali, tubuhnya yang mulus dan putih bersih pun terlihat begitu indah. Vylen hanya bisa menelan ludahnya. Sebenarnya ia sudah menahan wanita itu untuk melepaskan pakaian, namun wanita itu ngotot melepasnya.


Vylen melihat kedua gundukan yang begitu padat dan besar itu dengan begitu tegang. Mata gundukan itu memiliki kelereng bulat yang berwarna merah jambu. Ingin sekali ia merabanya dan memasukkannya didalam mulut. Tapi sayang, wanita itu bukanlah orang yang ia cintai.


Wanita itu pun memaksa Vylen melepas pakaiannya. Vylen pun tidak bisa menolak lagi. Hasratnya sudah tak bisa di bendung lagi. Keduanya pun tak memakai busana sehelai benang sedikitpun. Wanita itu meniduri Vylen, ia berada diatas dan saling berpelukan dan menyatukan tubuh satu sama lain.


Vylen merasa wanita itu bukanlah wanita yang sudah berpengalaman, jadi permainannya kurang begitu lincah. Vylen pun menukarkan posisinya yang dari bawah menjadi di atas. Yah ternyata wanita itu masih perawan.


“Argh. Aku akan memuaskanmu seperti apa yang dikatakan oleh gadis-gadis iblis itu” ucapnya mendesah

__ADS_1


“hmmm” Vylen berdeham dan begitu menikmati tubuh wanita itu. bagaimanapun ia lelaki, ia tidak bisa menahan nafsunya lagi. Kesempatan adalah kesempatan. Lagipula wanita ini yang memaksanya melakukan hal itu. pikir Vylen


__ADS_2