
❤
❤
❤
❤
❤
Waktu pulang sekolah pun tiba...
Joya menunggu jemputan di depan sekolah, begitu pun dengan Libra yang sedang menunggu Kakaknya jemput.
"Joya, kamu ga pegal berdiri terus? sini duduk sama aku," seru Libra.
Joya pun dengan wajah yang masih masam menghampiri Libra dan duduk di samping Libra.
"Kamu lagi nungguin pacar kamu yang jemput ya?" tanya Joya.
"Pacar? aku ga punya pacar."
"Bukanya perempuan yang tadi antar kamu sekolah dia pacar kamu?"
"Astaga, dia Kak Gilsya Kakak aku bukan pacar aku," sahut Libra.
"Apa?"
Libra hanya tertawa mendengar ucapan Joya itu, tidak lama kemudian mobil Gilsya pun datang.
"Hai bocah, buruan naik!" teriak Gilsya dari dalam mobil.
"Joya, itu Kakakku sudah datang aku pulang duluan ya."
Joya pun hanya menganggukan kepalanya dengan masih memperlihatkan wajahnya yang masam.
"Kak, bisa tidak kita antarkan Joya pulang? kasihan dia kan anak baru dan pastinya dia belum tahu jalan," seru Libra.
Gilsya melirik ke arah Joya. "Libra, dia sudah besar punya mulut juga lagipula teknologi sudah canggih, dia tinggal pesan taksi online kan beres. Sudah buruan masuk, kalau tidak Kakak tinggal nih," seru Gilsya.
"Jangan Kak."
Libra pun segera masuk ke dalam mobil Gilsya. "Joya, aku duluan ya maaf Kak Gilsya ga bisa antarkan kamu pulang," seru Libra.
Joya hanya memperlihatkan senyum yang dipaksakan, Gilsya pun dengan gayanya yang dibuat judes segera meninggalkan Joya.
"Ih, nyebelin banget sih tuh perempuan. Kak Arka mana lagi, lama banget," gerutu Joya.
Sementara itu di pabrik, Arka dan Fatur begitu sangat sibuk maklum hari pertama kerja banyak yang harus Arka dan Fatur pelajari.
__ADS_1
"Astaga Bos, ini sudah lewat waktunya Joya pulang," seru Fatur.
Arka melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kamu hubungi Joya dan suruh dia pulang naik taksi saja karena kita tidak mungkin jemput dia soalnya pekerjaan kita banyak banget," sahut Arka.
"Baik Bos."
Fatur pun segera menghubungi Joya, terlihat Fatur menjauhkan ponselnya dari telinganya sudah dipastikan Joya marah dan berteriak kepada Fatur.
Setelah selesai menghubungi Joya, Fatur pun duduk kembali.
"Heran deh, dulu Bu Bos ngidam apa ya? sampai-sampai anaknya doyan banget teriak-teriak," seru Fatur.
"Joya sifatnya memang kaya gitu, entahlah kadang-kadang aku juga kesal sama dia tapi mau bagaimana lagi meskipun begitu, Joya tetap adikku," sahut Arka.
Gilsya dan Libra dalam perjalanan...
"Libra, kita mampir ke rumah Mommy Bee dulu yuk soalnya Kakak sudah lama ga ketemu sama Mommy Bee, rasanya rindu sekali," seru Gilsya.
"Libra juga rindu sama Mommy Bee."
Gilsya pun dengan semangat segera melajukan mobilnya menuju rumah Tantenya Bee. Gilsya dan Libra memang sudah terbiasa memanggil Bee dengan sebutan Mommy, apalagi Gilsya yang sempat diasuh oleh Bee paska Maminya meninggal.
Sesampainya di rumah Bee, Gilsya dan Libra pun segera masuk.
"Mommy...Gilsya yang cantik dan imut datang!" teriak Gilsya.
"Astaga Mommy, Mommy samakan Gilsya sama burung?"
"Jadi perempuan itu harus yang kalem dan anggun dong Gilsya jangan teriak-teriak kaya tarzan nanti laki-laki malah takut kalau mau deketin kamu."
"Lah, Gilsya kan kaya gini akibat didikan Mommy Bee."
"Hah...iyakah?" seru Bee.
"Ishh..ishh..ishh..Mommy ini, Mommy masak apa? Gilsya lapar."
"Kebetulan sekali Mommy baru saja selesai masak, ayo kalian makan dulu."
Gilsya dan Libra pun tanpa malu-malu langsung melahap makanan yang sudah tersaji di atas meja makan. Bee hanya memperhatikan kedua anak itu makan dengan lahapnya.
"Kalian sepertinya bertukar jiwa deh," seru Bee.
"Memangnya kenapa Mommy?" tanya Libra dengan mulut penuh makanan.
"Lihatlah Libra yang notabene seorang laki-laki tapi sifatnya lemah lembut, ramah, dan juga baik beda halnya sama Kakak kamu, sudah bar-bar, petakilan pula ga ada manis-manisnya jadi perempuan," seru Bee.
"Mommy mah gitu mulu ngomongnya, memangnya Mommy Bee sama Mami Alsya dulu manis gitu? kalian juga sama kali, memangnya Mommy tidak pernah dengar kata pepatah, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya? nah, jangan salahkan Gilsya seperti ini karena sifat dan kelakuan Gilsya menurun dari kalian," sahut Gilsya.
__ADS_1
Bungkam sudah Bee tidak bisa berkata apa-apa lagi, memang benar sifat Gilsya menurun dari Almarhumah Maminya dan juga meniru kelakuannya.
"Mommy, Bang Albi kapan pulang sih?" tanya Gilsya.
"Bulan depan Abang kamu pulang, soalnya dua minggu lagi Mommy sama Daddy beserta Om Rayyan dan Tante Erika mau kesana untuk menghadiri wisuda Albi dan juga Adam."
"Wah, berarti Bang Albi sama Bang Adam bakalan pulang dong," seru Gilsya antusias.
"Iyalah."
"Kok Bang Albi sama Bang Adam sudah wisuda aja sih Mommy? bukanya kuliahnya hampir sama dengan Kak Gilsya?" tanya Libra.
"Kalau Albi jangan ditanya lagi, sudah jelaslah turunan Daddy kamu tidak akan ada yang gagal. Untung Albi nurun sama Daddy kalian genius, coba kalau nurun sama Mommy bisa jadi Mahasiswa abadi tuh Albi."
"Hooh, buktinya Gilsya yang nurun sama Mommy susah banget rasanya mau wisuda bahkan skripsi Gilsya selalu saja gagal," sahut Gilsya.
"Idih, itu mah kamunya aja yang males belajar jangan nyalahin Mommy," seru Bee.
"Mommy jangan banyak ngeles, Gilsya tahu kok Mommy bisa wisuda karena dapat bantuan dari Daddy Alta, iya kan?"
Seketika wajah Bee memerah menahan malu, dia tidak menyangka kalau Gilsya tahu masalah masa lalunya.
"Sudah-sudah jangan banyak bicara, cepetan habiskan makanan kalian."
Setelah kenyang makan siang di rumah Bee, Gilsya dan Libra pun memutuskan untuk pulang karena Livia dari tadi sudah menghubungi Gilsya karena merasa khawatir sudah sore kedua anaknya belum pulang.
❤
❤
❤
❤
❤
Bagi kalian yang tidak tahu Bee, bisa baca novel Author yang berjudul CINTA DOSEN GENIUS, dijamin kalian bakalan ngakak dan kalian bakalan tahu darimana sifat bar-bar Gilsya muncul😁😁
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU