THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE
Kemarahan Gilsya


__ADS_3






Hawa dan ketiga cogan asyik ngegym sedangkan Gilsya malah asyik melamun, Gilsya masih tidak rela tas kesayangannya hilang bukan karena harganya yang fantastis tapi itu merupakan tas pertama yang diberikan oleh Papinya di hari ulang tahunnya.


"Ah, gak asyik datang kesini bukannya ngegym malah melamun, kalau mau melamun di rumah saja," ledek Hawa.


"Aku lagi ga mood, sudah kalian fokus saja jangan pikirin aku," sahut Gilsya.


Hawa pun kembali melakukan aktivitasnya bersama para cogan.


Sementara itu, mobil Libra sampai di sebuah mall begitu pun mobil Arka yang dari tadi sudah mengikuti Joya. Joya dan Libra pun keluar dari dalam mobil, keduanya masuk ke dalam mall dengan Joya yang merangkul lengan Libra.


Sedangkan Arka dan Fatur tampak membelalakan matanya.


"Ar, bukannya itu adiknya Gilsya?" seru Fatur.


"Jadi selama ini Joya pacaran sama adik Gilsya, dan itu artinya barang-barang yang Joya punya itu pasti pemberian dia. Gawat Tur, keluarga kita bisa kena masalah lagi kalau begini caranya," sahut Arka cemas.


"Ayo Ar, kita ikutin mereka."


Arka dan Fatur pun segera turun dari dalam mobil dan segera mengikuti Joya dan Libra. Joya begitu sangat manja kepada Libra membuat Arka merasa geram.


"Gawat Ar, aku takut Tuan Gibran mengetahuinya apalagi kalau sampai tahu adiknya Gilsya itu selalu memberikan barang-barang mewah kepada Joya, bisa habis keluargamu," seru Fatur.


"Joya memang keterlaluan," gumam Arka.


Arka dan Fatur terus saja mengikuti Joya dan Libra, bahkan Arka melihat Joya banyak maunya dan Libra selalu memberikan apa yang diinginkan oleh Joya.


"Sayang, kita ke kedai es krim dulu yuk!" seru Joya dengan manjanya.


"Siap."


Keduanya pun masuk ke kedai es krim itu, Arka dan Fatur pun ikut masuk dan duduk di pojokan. Keduanya memakai topi dan juga masker supaya Joya tidak mengenal mereka.


Joya dan Libra pun memesan es krim, sedangkan Arka dan Fatur memesan coffee. Di saat Arka dan Fatur sedang mengawasi Joya, tiba-tiba Fatur tersedak.


"Uhuk..uhuk..uhuk.."


"Kamu kenapa Tur?" tanya Arka.


Fatur menepuk-nepuk dadanya dengan mata yang melotot saking syoknya.


"I-itu Ar, a-ada Gilsya," seru Fatur terbata dengan menunjuk ke pintu masuk.


Betapa terkejutnya Arka, saat melihat Gilsya datang bersama Hawa dan juga tiga Abang-abangnya.


"Gawat, Joya dalam bahaya," seru Arka.


"Mati kita Ar, kali ini entah apa yang akan terjadi," sahut Fatur pasrah.


Hawa dan ketiga cogan memutuskan mengajak Gilsya pergi ke mall dan membawanya ke kedai es krim karena biasanya mood Gilsya langsung kembali setelah memakan es krim.

__ADS_1


Hawa tidak sengaja menoleh ke arah tempat duduk dekat jendela kaca.


"Loh, itu bukannya Libra ya!" seru Hawa.


Gilsya dan ketiga Abang-abangnya pun reflek menoleh.


"Hah, itu kan si petasan tahun baru, kok bisa sama Libra?" seru Gilsya kaget.


Gilsya pun memperhatikan keduanya, dan tatapan Gilsya tertuju ke tas yang Joya simpan di atas meja.


"Itu kan tas aku, kurang ajar jadi yang ngambil tas aku dia," geram Gilsya.


Gilsya pun dengan sangat emosi menghampiri meja Joya dan Libra, disusul oleh Hawa dan ketiga cogan.


Gilsya langsung mengambil tas itu dan mengeluarkan isi dalam tas yang Joya bawa, membuat Joya dan Libra terkejut.


"Ka-kakak," lirih Libra.


"Jadi kamu yang sudah mengambil tas aku!" kesal Gilsya.


"Apaan, siapa juga yang ngambil tas kamu sembarang kalau ngomong. Kembalikan tas aku," sentak Joya dan hendak mengambil tas itu tapi Gilsya segera menghindar.


Gilsya melihat ke pergelangan tangan Joya yang melingkar jam tangan milik Gilsya, lalu tatapan Gilsya pun mengarah ke heels yang dipakai Joya yang ternyata milik dia juga.


"Libra, jawab dengan jujur, sejak kapan kamu jadi pencuri? apa gara-gara dia kamu mencuri barang-barang Kakak!" bentak Gilsya dengan menunjuk ke wajah Joya.


Joya menepis tangan Gilsya. "Jangan sembarangan kalau ngomong, memangnya yang punya tas seperti itu cuma kamu doang," ketus Joya.


" Barang-barang punyaku semuanya limitied edition, jadi orang lain tidak akan ada yang punya barang-barang sepertiku. Jam tangan dan heels itu juga semuanya milikku, kamu memang keterlaluan Joya sudah memanfaatkan Libra demi mendapatkan apa yang kamu mau!" bentak Gilsya.


Gilsya sangat marah dengan apa yang sudah dia lihat, bahkan Libra hanya bisa diam dan menundukan kepalanya. Libra mengaku salah karena sudah mencuri barang-barang milik Kakaknya sampai Kakaknya marah besar seperti ini.


Libra tampak membelalakan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang sudah Joya katakan. Libra mencengkram lengan Joya dan tatapan Libra tajam membuat Joya terkejut.


"Jadi selama ini kamu hanya memamfaatkanku, Joya!" teriak Libra.


"Bu-bukan be-gitu Libra," sahut Joya gelagapan.


Arka yang melihat Joya terpojok pun merasa kasihan karena bagaimana pun Joya adalah adiknya. Arka pun menghampiri semuanya disusul oleh Fatur.


"Joya."


Semuanya menoleh. "Mas Arka."


"Tolong maafkan adikku, dia memang salah jadi aku mohon maafkan Joya," seru Arka.


Albi yang mendengar itu menghampiri Arka dan berdiri tepat di hadapan Arka.


"Oh, jadi dia adik kamu? orang yang dulu pernah mencelakakan Gilsya, dan sekarang dia memanfaatkan Libra untuk balas dendam, kurang ajar."


Bughh...


Albi langsung memukul Arka sehingga Arka tersungkur ke lantai, Gilsya langsung menghampiri Arka dan membantunya bangun.


"Bang, jangan pukul Mas Arka karena Mas Arka tidak salah apa-apa," seru Gilsya.


"Kamu masih saja membela dia Gilsya, apa kamu tidak ingat waktu itu dia yang sudah membuat kamu masuk rumah sakit!" bentak Albi.


"Dan sekarang kalian mau membuat masalah lagi dengan kami? apa kalian sudah bosan hidup di dunia ini!" bentak Adam.

__ADS_1


Adam menghampiri Arka dan hendak memukul Arka tapi Hawa menahannya.


"Adam hentikan!" seru Hawa.


Di saat semua orang sedang fokus kepada Arka, Joya justru memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur. Joya pun segera berlari dari tempat itu tapi sayang, Gilsya mengetahuinya.


"Joya, mau ke mana kamu!" teriak Gilsya.


Gilsya pun segera mengejar Joya, semua orang pun panik dan langsung menyusul Gilsya.


"Joya, berhenti kamu!" teriak Gilsya.


Joya tidak mendengarkan teriakan Gilsya, dia terus saja berlari hingga tibalah Joya berada di luar mall, Joya hendak menyebrang jalan tapi Gilsya keburu menangkap lengan Joya.


Di pinggir jalan itu, Joya terus saja berontak. "Lepaskan aku."


"Tidak, kamu harus ikut aku ke kantor polisi," sahut Gilsya.


"Tidak mau."


"Gilsya!"


Joya melihat semuanya sedang berlari ke arahnya dan dia yakin kalau mereka akan membawanya ke kantor polisi. Akhirnya dengan sekuat tenaga Joya pun mendorong tubuh Gilsya hingga tubuh Gilsya pun terhunyung ke tengah jalan.


Tiiiiiiiiiiiiinnnn....


Suara klakson truk terdengar sangat nyaring membuat Gilsya terkejut.


"Aaaaaaaaaaa......"


Bruuuuuaaaaakkkkk....


Suara benturan itu sangat keras, tubuh Gilsya terpental sampai beberapa meter. Seketika darah segar mengalir dari kepala, hidung, dan telinga Gilsya membuat wajahnya penuh dengan darah.


"Gilsyaaaaaaaaa....."







Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2