THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE
Menjelang Pernikahan


__ADS_3






Setelah makan siang bersama Sean, Gilsya pun kembali ke kantor dengan diantar oleh Sean.


Gilsya segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya, Gilsya berjalan sembari mengotak-ngatik ponselnya, hendak membuka pintu tapi dari dalam Arka pun ingin membuka pintu.


Tubuh Gilsya oleng terdorong dari belakang, Arka yang kaget langsung menangkap tubuh Gilsya tapi karena tidak siap, tubuh Arka pun oleng.


Bruukkk...


Gilsya dan Arka jatuh dengan posisi Gilsya di atas tubuh Arka, Gilsya membelalakan matanya karena bibir keduanya menempel. Sesaat jantung keduanya berdetak dengan cepatnya, hingga akhirnya Gilsya tersadar dan langsung berdiri.


Begitu pun dengan Arka, keduanya salah tingkah untung tidak ada yang melihat. Gilsya langsung duduk dan mengotak-ngatik laptopnya.


Keduanya tampak canggung, hingga waktu pulang pun mereka berdua tidak saling bicara satu sama lain.


"Nona Gilsya, kok aku gak pernah melihat Hawa ya?" tanya Fatur di sela-sela perjalanan pulangnya.


"Hawa lagi sibuk, akhir-akhir ini banyak kasus yang dia tangani," sahut Gilsya.


"Oh."


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah. Hari ini mereka pulang lebih awal dan mereka pun makan malam bersama tanpa Gibran dan Livia.


Setelah selesai makan malam, Arka dan Fatur duduk di pinggir kolam renang.


"Kamu kenapa diam, Ar?"


"Aku bingung Tur, entah kenapa perasaanku semakin tidak enak. Pernikahan Gilsya dan Demir kurang dari satu bulan lagi, tapi aku belum bisa merebut hati Gilsya."


"Yang sabar, kalau kalian berjodoh aku yakin kalian akan bersatu."


"Tapi sebenarnya aku bingung dengan Tuan Gibran, aku pikir Tuan Gibran membawaku ke sini karena beliau sudah merestui hubungan aku dan Gilsya, tapi pada kenyataannya pernikahan Gilsya dan Demir akan tetap berjalan."


"Aku juga tidak mengerti dengan pemikiran Tuan Gibran, masa iya beliau membawa kamu ke sini untuk melihat pernikahan Gilsya dan Demir, itu lebih kejam dibandingkan membuat perusahaan kamu bangkrut, Ar," seru Fatur.


Arka menghela nafasnya, tidak lama kemudian Arka melepas kaos yang dipakainya.


"Mau ngapain kamu?" tanya Fatur.

__ADS_1


"Gerah Tur, ngomongin pernikahan Gilsya dan Fatur membuat aku gerah," sahut Arka.


Arka pun langsung menceburkan diri ke dalam kolam renang itu dan berenang dengan santainya.


"Dasar gila."


Fatur pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan Arka berenang sendiri. Arka tampak melamun, hingga pandangannya mengarah ke kamar Gilsya yang tepat berada di atas kolam renang itu.


Terlihat Gilsya sedang duduk di samping jendela dengan mengotak-ngatik laptopnya, Gilsya tidak tahu kalau Arka sedang memperhatikannya dari bawah.


"Saat ini aku begitu dekat denganmu Gilsya, tapi kenapa sangat sulit untuk menggapaimu," batin Arka.


Arka terus saja memperhatikan Gilsya, hingga akhirnya sebuah ide muncul di otak Arka.


"Kita lihat, apa kamu masih mencintaiku apa tidak," batin Arka dengan senyumannya.


Tiba-tiba Arka berpura-pura tenggelam dan meminta tolong.


"Tolooong...toloooong!!" teriak Arka.


Gilsya yang sedang sibuk dengan laptopnya, mendengar suara minta tolong membuat dia celingukan. Gilsya melihat ke bawah, dan betapa terkejutnya Gilsya saat melihat Arka sedang meminta tolong.


"Astaga, Mas Arka."


Gilsya segera berlari ke bawah, begitu pun Fatur yang langsung keluar kamarnya saat mendengar teriakan Arka, tapi Arka langsung mengedipkan matanya ke arah Fatur membuat Fatur mendelikan matanya.


"Dasar sinting, aku pikir kamu beneran tenggelam."


"Ya ampun Mas Arka, bagaimana ini aku tidak bisa berenang," seru Gilsya panik.


Gilsya tampak mondar-mandir di pinggir kolam.


"Gilsya, tolongin aku," seru Arka dengan mengulurkan tangannya.


Gilsya pun mulai berusaha menggapai tangan Arka.


"Ayo sini Mas, aku gak bisa berenang," seru Gilsya.


Arka pun mulai mendekat ke pinggiran kolam dengan terus berpura-pura butuh bantuan, hingga akhirnya Gilsya pun berhasil menggapai tangan Arka.


"Ayo Mas, sini naik aku bantuin."


Arka pun berhasil naik ke atas membuat Gilsya lega, tapi tanpa di duga Arka justru membawa Gilsya tercebur ke kolam membuat Gilsya panik.


Arka langsung mengangkat tubuh Gilsya, nafas Gilsya tampak ngos-ngosan karena panik.


"Kamu terlihat panik saat melihat aku tenggelam, padahal kamu sama sekali tidak bisa berenang tapi kamu sangat khawatir kepadaku, itu artinya kamu mencintaiku, kan?" seru Arka dengan menatap wajah Gilsya.

__ADS_1


"Kamu jahat Mas, jadi tadi kamu pura-pura?"


"Iya, aku hanya ingin melihat reaksi kamu apa kamu masih peduli sama aku atau tidak dan ternyata kamu masih peduli, bisakah kamu memaafkan aku dan memberiku kesempatan? aku sangat mencintaimu Gilsya, aku tidak bisa melihat kamu bersanding dengan pria lain," seru Arka.


Gilsya hanya terdiam, matanya sudah berkaca-kaca, kemudian Gilsya pun melepaskan diri dari Arka.


"Aku dari dulu sampai sekarang memang mencintaimu Mas, tapi sekarang apa yang bisa aku lakukan? Papi tetap akan menikahkan aku dengan Demir, lagipula itu merupakan janji aku juga kepada Papi, karena dulu Papi akan melepaskan kamu dari penjara dengan syarat aku harus menikah dengan Demir. Sekarang Papi sudah menepati janjinya bahkan sudah menurunkan egonya dengan memaafkan kamu Mas, maafkan aku aku sudah menyerah dengan keadaan ini dan aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi," sahut Gilsya.


Gilsya pun berjalan perlahan dari dalam kolam renang itu menuju pinggiran dan dengan cepat naik ke atas lalu pergi meninggalkan Arka. Lagi-lagi Arka hanya bisa terdiam, dan tanpa terasa airmata Arka pun menetes.


Saat ini Arka dan Gilsya sama-sama tidak bisa berbuat apa-apa, mereka saling mencintai tapi kenapa begitu sulit untuk mereka bersatu.


***


Keesokan harinya...


Gilsya menemui Demir di sebuah restoran, dia menyerahkan pekerjaannya kepada Arka.


"Ada apa Sya, tumben kamu ngajak ketemuan? kamu rindu ya, sama aku?" goda Demir.


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu, Mir."


"Apa?"


"Bisakah kamu bicara sama Papi supaya membatalkan pernikahan kita?"


Demir menatap Gilsya. "Kenapa aku harus membatalkan pernikahan itu?" tanya Demir.


Gilsya mengerutkan keningnya. "Loh, Mir, dari awal kita kan sudah sepakat kalau kita cuma pura-pura, kenapa sekarang kamu malah ngomong seperti itu?" seru Gilsya tidak percaya.


"Awalnya memang pura-pura, tapi setelah aku melihat bagaimana Arka, ternyata dia tidak pantas untuk mendapatkan kamu."


"Demir, aku mohon dengan sangat aku sangat mencintai Mas Arka, Mir. Tolonglah, aku tidak bisa menikah dengan kamu," bujuk Gilsya dengan deraian airmata.


Demir pun bangkit dari duduknya membuat Gilsya tersentak.


"Kalau kamu mengajak aku bertemu hanya ingin menbicarakan ini, lebih baik sekarang kamu kembali ke kantor kamu. Aku pergi duluan, karena pagi ini aku ada meeting."


Demir pun langsung pergi meninggalkan Gilsya, Gilsya hanya bisa menangis dengan keputusan Demir.





__ADS_1



Komen dong, Arka sama Gilsyanya lanjut tidak? soalnya mau Author di buat END😁😁


__ADS_2