
❤
❤
❤
❤
❤
Malam pun tiba...
Malam ini adalah resepsi pernikahan Arka dan Gilsya, resepsi di selenggarakan di Hotel milik Sean.
Resepsi pernikahan Arka dan Gilsya sangat mewah, bahkan malam ini Gilsya sangat cantik dengan menggunakan gaun seperti princes dan Arka pun terlihat sangat tampan dengan jas yang senada dengan gaun milik Gilsya.
Keduanya sangat bahagia, bahkan senyuman tidak pernah luntur dari wajah keduanya. Saat ini Arka dan Gilsya sedang berdansa di hadapan para tamu undangan, membuat semuanya iri.
"Malam ini kamu cantik banget, sayang."
"Gombal."
"Itu bukan gombal tapi kenyataan, aku jadi tidak sabar ingin cepat-cepat menerkam kamu, sayang."
Gilsya memukul dada Arka. "Apaan sih."
"Astaga, kok aku iri sih melihat mereka berdua, aku juga ingin seperti mereka," seru Hawa dengan antusiasnya.
Saking senangnya melihat Arka dan Gilsya, Hawa tidak sadar kalau seorang pelayan yang membawa minuman berjalan ke arahnya, Hawa menabrak pelayang itu dan tubuhnya seketika oleng tapi dengan sigap Fatur menangkap tubuh Hawa membuat seketika kedua mata mereka bertemu.
"Kali ini, aku yang menangkap kamu bukan kamu yang menangkapku," seru Fatur dengan senyumannya.
Saking terpananya akan senyuman Fatur, Hawa sampai bengong lama.
"Nona Hawa bisa berdiri tidak? soalnya aku pegal kalau posisinya seperti ini," seru Fatur.
Seketika Hawa tersadar dan langsung membenarkan posisinya.
"Terima kasih Mas Fatur."
"Sama-sama."
Di saat keduanya saling canggung dan salah tingkah, tiba-tiba semua tamu undangan tampak berlarian ke depan membuat Hawa tersenggol ke kanan dan ke kiri, hingga Hawa pun kembali oleng dan jatuh ke pelukan Fatur.
"Hati-hati Nona, nanti jatuh."
"Ah iya. Mereka kenapa lari-lari seperti itu ya?" seru Hawa mengalihkan pembicaraan.
"Tuh, pengantin mau melempar bunga, kita ikutan yuk!" ajak Fatur.
Belum juga Hawa menjawab, Fatur sudah menarik tangan Hawa untuk maju ke depan.
"Oke, siap semuanya!" teriak Gilsya.
"Siap."
"Satu, dua, tiga."
Gilsya pun melempar bunganya dan pluk, bunga itu jatuh di tangan Hawa membuat Hawa melotot.
"Yeayyy, Hawa akan menyusul aku!" teriak Gilsya dengan senangnya.
Hawa hanya bisa tersenyum canggung dengan menoleh ke arah Fatur.
Pesta resepsi pernikahan Arka dan Gilsya berjalan dengan meriah, hingga akhirnya pesta selesai tepat di pukul dua belas malam. Semuanya pulang ke rumah masing-masing, sedangkan Gilsya memilih menginap di salah satu kamar VVIP yang sudah Sean siapkan.
__ADS_1
"Mas, untuk malam ini jangan buat dede dulu ya, soalnya aku capek," seru Gilsya dengan polosnya.
"Ehhmmm..."
Arka langsung berdehem saking gugupnya, ada wanita yang kaya Gilsya ceplas-ceplos di malam pertama. Biasanya wanita yang baru menikah, akan malu-malu di malam pertama tapi berbeda dengan Gilsya.
"Aku ke kamar mandi dulu," seru Arka.
Arka pun masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Gilsya melepas semua gaunnya yang sangat ribet itu.
"Astaga, nih gaun berat banget."
Gilsya mengganti pakaiannya dengan hot pants dan juga tangtop, Gilsya memang biasa tidur memakai pakaian seperti itu. Beberapa saat kemudian, Arka pun keluar dari kamar mandi, dilihatnya gaun Gilsya berserakan di mana-mana.
Setelah itu, Arka melihat Gilsya sudah tertidur dengan lelapnya. Arka melihat penampilan Gilsya yang memang tidak memakai selimut itu, tubuh Gilsya benar-benar putih mulus membuat Arka lagi-lagi harus menelan salivanya dengan susah payah.
Perlahan Arka naik ke atas tempat tidur, lalu menutupi tubuh Gilsya dengan selimut. Arka memperhatikan wajah cantik wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya itu.
"Nakal sekali kamu sayang, katanya tidak mau buat dede dulu tapi kamu selalu saja menggodaku, mana tahan aku melihatmu seperti ini," gumam Arka dengan senyumannya.
Arka menarik tubuh Gilsya ke dalam dekapannya dan memeluk Gilsya, tidak lama kemudian Arka pun ikut memejamkan matanya.
***
Keesokan harinya....
"Pagi Mas Arkanya Gilsya," seru Gilsya dengan menciumi seluruh wajah Arka.
Arka mulai membuka matanya dan terlihat Gilsya sudah duduk di atas perutnya.
"Pantas saja terasa berat, ternyata kamu duduk di perutku," seru Arka dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mas Arka mau buat dede sekarang gak? kalau gak mau, aku mandi saja," seru Gilsya tanpa basa-basi.
Seketika mata Arka yang awalnya masih mengantuk langsung melotot mendengar ucapan Gilsya.
"Tidak, aku sudah sehat."
Arka tidak menunggu apa-apa lagi, dia langsung menerkam Gilsya dengan buasnya.
"Ya Allah Mas, sabar kenapa? jangan terburu-buru," keluh Gilsya.
"Aku sudah tidak sabar, sayang. Sudah jangan banyak protes."
Arka sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia sudah tidak mau menunggu lagi, sudah cukup dia menahan hasratnya semalaman dan sekarang tujuannya harus tersalurkan bagaimana pun caranya.
Tidak terasa sudah tiga jam berlalu dan Arka masih istiqomah dengan kegiatannya.
"Mas, sudahan ya, capek tahu," rengek Gilsya di sela-sela kegiatan panasnya.
"Bentar, masih tanggung."
"Tanggung mulu dari tadi."
Hingga beberapa saat kemudian, lenguhan panjang pun keluar dari mulut Arka membuat Gilsya bernafas lega. Saat ini keduanya tidur bersebelahan, nafas keduanya masih ngos-ngosan.
"Mas Arka gak kira-kira, kaya gak ada besok aja," keluh Gilsya.
"Kan, biar cepat dapat Dede, sayang."
Gilsya mendelikan matanya ke arah Arka, Arka pun bangun dan mengangkat tubuh Gilsya masuk ke dalam kamar mandi.
***
Sementara itu, di sebuah restoran Hawa dan Fatur sama-sama tidak sengaja bertemu.
__ADS_1
"Mas Fatur lagi ngapain di sini?" tanya Hawa.
"Aku lagi bosen aja di rumah, soalnya si Arka kan lagi bulan madu. Kamu sendiri?"
"Sama, libur kerja malah gak ada teman biasanya aku ngajak Gilsya buat jalan-jalan."
"Tapi aku senang melihat mereka akhirnya bisa bersatu setelah sekian lama hubungan mereka dilanda berbagai masalah tapi Alhamdulillah mereka bisa menjalaninya dan berakhir dengan bahagia," seru Fatur.
"Iya, mereka pokoknya the best couple banget deh, bisa tetap setia pada satu orang walaupun masalah datang silih berganti."
"Wa, aku ingin ngomong sesuatu sama kamu."
"Mau ngomong apa, Mas?"
"Sejak pertama aku melihatmu, sebenarnya aku sudah jatuh cinta kepadamu tapi aku tidak berani mengungkapkan cintaku karena aku malu. Aku bukan siapa-siapa, perusahaan tak punya, bahkan rumah pun masih menumpang sama Arka. Kamu tidak usah menjawabnya karena aku tidak sedang menembak kamu, aku hanya mengeluarkan isi hati aku saja supaya tidak mengganjal," seru Fatur.
Awalnya Hawa terkejut dengan ucapan Fatur, tapi beberapa saat kemudian tiba-tiba Hawa menggenggam tangan Fatur dan kali ini Fatur di buat sport jantung.
"Aku juga suka kok sama Mas Fatur," sahut Hawa.
Seketika tangan Fatur bergetar hebat, bahkan meja pun ikut bergetar saking dahsyatnya getaran yang Fatur pancarkan, sampai-sampai Hawa terkejut.
"Astaga, Mas Fatur kenapa? kok bergetar kaya gini?" tanya Hawa panik.
"A-aku, a-aku..."
Fatur sangat gugup, untuk berbicara pun sungguh sangat sulit saking gugupnya.
"To-long, le-paskan ta-nganmu," sahut Fatur terbata.
Hawa kaget dan langsung melepaskan genggaman tangannya, dan seketika tangan Fatur pun berhenti bergetar.
"Aku suka bergetar kalau di sentuh wanita cantik," seru Fatur.
Hawa tersenyum saking kagetnya, dia pikir Fatur kenapa-napa. Tiba-tiba Fatur meraih tangan Hawa dengan cepatnya membuat Hawa terkejut.
"Jadi mulai sekarang kita pacaran?" tanya Fatur.
"Ah, boleh."
Fatur langsung berdiri dan berjingkrak-jingkrak saking bahagianya, membuat Hawa menutup wajahnya dengan tas tangannya karena malu dilihat semua pengunjung.
***
Saat ini Arka dan Gilsya sudah berada di Bandara, mereka akan bulan madu ke Hawaii soalnya di sana ada pulau pribadi milik 4 serangkai jadi Arka dan Gilsya akan merasa tenang dan nyaman tanpa diganggu banyak orang.
"Kalian hati-hati ya, mudah-mudahan pulang dari sana ada kabar baik," seru Kanaya dengan memeluk Gilsya.
"Amin, terima kasih Bunda."
Arka dan Gilsya berpamitan kepada semuanya dan mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Indonesia untuk berbulan madu.
❤
❤
❤
❤
❤
Note Author :
Reader : "Thor, bagaimana dengan kisah cinta Demir, kasihan dia belum punya pasangan?"
__ADS_1
Author : "Demir ada kisahnya sendiri ya, di novel yang baru jadi gak akan di ceritakan di sini."
Jadi, bagi yang penasaran dengan kisah Demir yang berusaha mencari cinta sejatinya tetap stay di karya Author ya, biar tahu kapan launchingnya🤗🤗