THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE
Wisuda Gilsya Dan Hawa


__ADS_3






Tidak lama kemudian Arka pun selesai, tapi sekembalinya dari toilet Arka kembali dibuat kesal dengan kedekatan Fatur dan Gilsya.


"Si Fatur ternyata makin ngelunjak ya," batin Arka.


Arka pun kembali duduk dengan wajah yang ditekuk, tapi kedua orang yang berada di hadapannya tampak acuh dan sibuk dengan urusan mereka.


"Ehmm...Fatur, saatnya kembali ke pabrik," seru Arka.


"Yaaahhh...jangan dulu pergi dong Mas tampan, soalnya Mas Fatur lagi bantuin aku dulu."


"Bodo, itu bukan urusanku yang penting saat ini Fatur harus segera kembali ke pabrik karena pekerjaannya sangat banyak."


"Loh, bukanya pekerjaanku sudah beres Arka jadi sekarang aku lagi nyantai," sahut Fatur.


"Astaga si Fatur ga bisa diajak kompromi," batin Arka.


"Kalau Mas tampan mau pergi, pergi saja nanti Mas Fatur biar aku yang anterin, benar kan Mas Fatur!"


"Cakep," sahut Fatur dengan mengacungkan jempolnya.


Arka pun menueruput kopinya dengan mengotak-ngatik ponselnya sembari sekali-kali melirik ke arah Gilsya. Fatur tampak serius mengajari Gilsya dan Gilsya hanya mengangguk-ngangguk.


"Bagaimana kamu sudah ngerti?" tanya Fatur.


"Enggak," sahut Gilsya dengan cengirannya.


"Astaga, dari tadi aku jelasinnya pelan-pelan loh masa ga ngerti-ngerti," seru Fatur heran.


"Pusing Mas."


Arka tampak menahan senyumannya melihat wajah Gilsya yang polos dan tampak kebingungan itu.


"Terus kelebihanmu apa? kalau IQ kamu jongkok," ledek Arka.


"Kelebihan aku cuma satu yaitu cantik," sahut Gilsya dengan senyumannya.


"Cih...percaya diri sekali kamu."


"Memangnya Mas tampan tidak mau mengakui kalau aku cantik?"


"Cantikan juga kucing tetangga dibandingkan kamu."


"Ih Mas tampan nyebelin, masa aku disamakan dengan kucing sih," kesal Gilsya.


Arka akhirnya menyunggingkan senyumannya, wajah cemberut Gilsya sangat menggemaskan bagi Arka.


Tiba-tiba seorang perempuan cantik nan seksi menghampiri Arka.

__ADS_1


"Arka, ya ampun Arka ini beneran Arka kan?"


Wanita itu langsung memeluk Arka membuat Gilsya dan Fatur tampak menganga, begitu pun dengan Arka yang merasa terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu.


"Sania," gumam Arka.


Sania adalah mantan Arka waktu SMA, dulu mereka bertemu saat acara study tour dan SMA mereka sama-sama study tour di tempat yang sama.


Cinta sesaat itu memang mampu membuat Arka jatuh cinta kepada sosok Sania, tapi disaat study tour berakhir Arka dan Sania langsung menjalani hubungan jarak jauh karena keduanya sama-sama saling jatuh cinta dan tidak mau putus.


Hingga akhirnya menjelang kuliah, mereka berdua sama-sama sibuk dan akhirnya hilang kontak tanpa ada kata putus sama sekali.


Sania pun duduk di samping Arka dan tampak merangkuk lengan Arka dengan sangat possesif.


"Arka, selama ini kamu kemana saja? aku rindu sekali tahu sama kamu," seru Sania.


"Kamu yang kemana Sania, hilang kontak begitu saja padahal dari dulu sampai sekarang nomor ponsel aku masih tetap sama tidak pernah berubah," sahut Arka.


"Maafkan aku Arka, ponsel aku hilang dan aku kehilangan nomor kamu juga," seru Sania dengan wajah sedihnya.


Gilsya dan Fatur hanya diam saja memperhatikan interaksi keduanya.


Sania menoleh ke arah Gilsya dan Fatur. "Eh, kalau ga salah kamu Fatur kan sahabatnya Arka?"


"Iya, apakabar Sania," sahut Fatur dengan melambaikan tangannya.


"Perempuan ini siapa? pacar kamu ya Tur?" tebak Sania.


Gilsya pun langsung mengulurkan tangannya dan Sania pun membalas uluran tangan Gilsya.


"Apa? Mas tampan?"


"Maksud aku Mas Arka."


Sania langsung melepaskan tangannya. "Arka, kamu pacaran sama dia?" tunjuk Sania.


"Belum, tapi sebentar lagi bakalan pacaran iya kan Mas tampan? terus, kamu siapa?" tanya Gilsya santai.


"Oh, jadi ceritanya kamu fansnya Arka kirain sudah pacaran beneran. Aku Sania orang yang pernah singgah di hati Arka dan sekarang aku akan kembali bersama Arka," sahut Sania dengan bangganya.


"Oh jadi dulu Mbak pernah singgah dihati Mas tampan, terus pergi meninggalkannya dan sekarang Mbak mau singgah lagi? hati-hati loh Mbak, itu hati Mas tampan bukannya rest area yang bisa singgah dan pergi seenaknya saja," sahut Gilsya dengan senyumannya.


"Mmmppppfffftttt...."


Fatur tampak menahan tawanya, Gilsya memang bisa saja. Sedangkan Arka hanya bisa diam saja berbeda dengan Sania yang tampak kesal dengan ucapan Gilsya.


Arka bangkit dari duduknya dan langsung menarik tangan Sania dan membawanya pergi dari restoran itu membuat Gilsya sedikit merasa kesal.


"Nona Barbie, kamu tidak apa-apa kan?"


"Ah, tidak apa-apa kok bisa kita lanjut Mas."


Gilsya pun melanjutkan buat skripsinya bersama Fatur.


***


Beberapa bulan kemudian....

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Gilsya dan Hawa karena hari ini akhirnya mereka wisuda juga.


Semua keluarga datang untuk menghadiri wisuda kedua gadis cantik itu tak terkecuali Albi, Adam, dan Sean yang justru menjadi pusat perhatian semua Mahasiswi.


"Selamat ya, gadis-gadis kesayangan kami sekarang sudah wisuda," seru Sean.


"Iya, tidak terasa kalian sudah besar," sambung Adam.


"Tapi tetap saja bagiku kalian masih kecil, awas saja kalau kalian pacaran dulu, pokoknya Bang Albi ingin kalian memanfaatkan gelar sarjana kalian soalnya sayang kalau ga dimanfaatin," seru Albi.


"Nah betul itu," sahut Sean.


"Ih, masa kita ga boleh pacaran sih? padahal kan kalau kita punya pacar, itu bakalan jadi penyemangat buat kita, iya kan Sya?" seru Hawa.


"Setuju banget."


"Pokoknya tidak boleh!" sentak Albi, Adam, dan Sean bersamaan membuat Gilsya dan Hawa terkejut sampai memegang dada mereka.


"Allahuakbar, biasa aja kali Bang sampai terkejut kita," seru Gilsya.


"Susah Sya, kalau kita sudah berhadapan dengan para jones sepertinya mereka takut kelangkah sama kita," seru Hawa.


"Yoi."


Untuk merayakan hari bersejarah Gilsya dan Hawa, para orang tua mereka pun membawa mereka ke hotel Seno karena di hotel Seno ada restoran milik empat serangkai.


Di restoran keluarga itu, mereka tampak sangat bahagia dengan kelulusan puteri mereka. Disaat Gilsya sedang asyik makan, Gilsya tidak sengaja melihat dari kejauhan ada Arka bersama Sania sedang makan siang bersama.


Gilsya tampak menyunggingkan senyuman yang dipaksakan.


"Ternyata mereka balikan lagi," batin Gilsya.


Ada perasaan sesak di dada Gilsya bahkan hatinya sedikit ngilu melihat kebersamaan Arka dan Sania tapi apalah daya, cinta memang tidak bisa dipaksakan.







Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2