THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE
Joya Kembali Berulah


__ADS_3






 


Di kediaman Arka...


Pagi ini Arka dan Fatur sedang membantu Kanaya membuat kue, sedangkan Joya masih tidur begitupun dengan Jonathan. Jonathan baru pulang tadi subuh mengantarkan pesanan matrial jadi dia sangat kelelahan.


“Bunda, Arka merasa curiga sama Joya.”


“Curiga apa Ar?” tanya Kanaya.


“Bunda sadar ga, kalau saat ini Joya sering sekali beli barang-barang mahal? Baru saja minggu kemarin dia ganti ponsel dengan ponsel keluaran terbaru dan Arka tahu itu harganya sangat mahal, terus kemarin dia pulang dengan membawa tas, sepatu limitied edition keluaran luar negeri dan itu barang Ori loh Bun, bukan Kw,” sahut Arka.


“Jangan-jangan Joya pacaran sama Om-om lagi,” celetuk Fatur.


Pletakk...


Arka memukul kepala Fatur dengan alat penggiling adonan kue.


“Sembarangan kalau ngomong.”


“Sebenarnya Bunda juga curiga sih sama Joya dan Bunda penasaran sekali Joya dapat darimana barang-barang mahal itu. Ar, kamu sebagai Kakak tolong cari tahulah Bunda sangat takut Joya terlibat dalam hal-hal yang membahayakan dirinya.”


“Iya Bunda, nanti Arka cari tahu.”


Mereka bertiga pun kembali fokus membuat kue, Arka dan Fatur disaat hari libur memang suka membantu Kanaya membuat kue.


 


***


Sementara itu di kediaman Gilsya ...


Gilsya sedang mencari sesuatu sampai-sampai kamarnya terlihat sangat berantakan.


“Astaga, tas aku kemana sih perasaan semua tas aku itu aku simpan tertata di lemari ini tapi kok tiba-tiba hilang, masa iya aku lupa nyimpan,” gumam Gilsya.


Livia yang masuk ke dalam kamar Gilsya merasa terkejut dengan keadaan kamarnya yang seperti kapal pecah itu.


“Ya ampun sayang, kok kamar kamu berantakan sekali sih?” tanya Livia.


“Mami, Mami lihat tas Gilsya ga yang dibeliin Papi dari Perancis itu loh? Yang samaan sama Mami.”


“Enggak, bukanya kamu selalu menyimpanya di lemari itu.”


“Iya, Gilsya juga memang ingatnya menyimpan tas Gilsya disana tapi kok sekarang ga ada.”


“Cari dulu yang benar, kali aja kamu lupa simpan.”


Gilsya pun duduk di pinggir ranjangnya dan mengingat-ngingat dimana dia menyimpan tasnya.


“Gilsya merasa aneh deh Mami, perasaan akhir-akhir ini barang-barang Gilsya banyak yang hilang. Pertama jam tangan, kedua heels kesayangan Gilsya hadiah ulang tahun dari Papi, dan sekarang tas juga, masa iya ada maling yang masuk ke rumah ini,” seru Gilsya.


“Kalau maling ga mungkin masuk sayang, lihat saja penjagaan rumah kita begitu ketatnya. Tapi walaupun ada maling yang berhasil masuk ke rumah ini, ga mungkin tuh maling ngambilnya satu persatu barang kamu memangnya maling itu ga takut ketahuan apa?”


“Justru itu aneh kan Mami.”


“Ya sudah sekarang kamu sarapan dulu sudah siang, pakai yang lain aja dulu, nanti Mami bantu cari.”

__ADS_1


“Okelah.”


Akhirnya dengan perasaan dongkol, Gilsya pun memakai tas dan heels yang lainnya. Gilsya menuruni anak tangga dengan wajah cemberut.


“Wajah puteri Papi kenapa? Kok cemberut kaya gitu?” tanya Gibran.


“Sekarang giliran tas Gilsya yang hilang.”


“Hilang lagi?” tanya Gibran.


Gilsya menganggukan kepalanya. “Aneh banget deh Pih, kok akhir-akhir ini banyak banget barang Gilsya yang hilang.”


“Ya sudah jangan cemberut, nanti Papi belikan lagi tasnya.”


“Papi, itu tas limitied edition. Dibuat hanya beberapa unit saja, dan disini yang punya hanya Gilsya dan Mami ga ada yang punya tas seperti itu,” rengek Gilsya.


“Ya sudah jangan cemberut lagi, nanti Papi belikan lagi kamu tas kebetulan minggu depan Papi ada perjalanan bisnis ke Itali bersama empat serangkai.”


“Awas saja, kalau sampai Gilsya tahu siapa yang ngambil barang-barang Gilsya, Gilsya ga akan kasih ampun tuh orang,” geram Gilsya.


Libra hanya diam saja, dia fokus dengan makanannya. Gilsya pun melirik ke arah Libra.


“Tumben kamu bocah diam saja?” tanya Gilsya.


“A—pa, memangnya Libra harus ngomong apa?” sahut Libra gugup.


“Kok kamu gugup? Jangan-jangan kamu yang ngambil ya.”


“Idih apaan sih Kak, jangan asal nuduh deh. Lagipula memangnya Libra cowok apaan ngambil barang-barang Kakak,” sahut Libra.


Pagi ini Gilsya sudah ada janji bersama Hawa dan ketiga Abang tampannya mau nge-gym bersama dan Gilsya harus bawa baju ganti karena sehabis nge-gym, mereka akan langsung jalan-jalan.


Tiba-tiba Hawa dan ketiga Abang-abangnya datang.


“Pagi semuanya!”


Mereka pun ikut duduk dan mengambil sandwich buatan Livia itu.


“Kamu kenapa Sya, manyun gitu?” seru Hawa.


“Tahu ah, mood aku lagi jelek pagi ini,” kesal Gilsya.


“Si bontot kenapa Onty?” tanya Sean.


“Tas kesayangannya hilang, baru saja kemarin heels sama jam tangannya hilang dan sekarang sudah hilang lagi,” sahut Livia.


“Yaelah gitu aja kok manyun, nanti Abang belikan lagi yang baru,” seru Sean.


“Itu tas kesayangan Gilsya Bang, hadiah ulang tahun dari Papi dan Gilsya suka banget sama tas itu,” sahut Gilsya dengan mata yang berkaca-kaca.


Hingga airmata Gilsya tak terbendung lagi dan akhirnya Gilsya pun menangis.


“Lah, kok malah nangis? Tas yang kaya gimana? Nanti Abang pesankan buat kamu,” seru Albi.


“Itu tas limitied edition Bang, ga dibuat lagi,” sahut Gilsya sesegukan.


Hawa pun memeluk Gilsya. “Sudah, cup-cup jangan nangis lagi nanti kita cari tas-tas yang lucu lagi ya,” seru Hawa.


Libra yang melihat Kakaknya sampai menangis itu merasa sangat bersalah, sebenarnya yang mengambil barang-barang milik Gilsya adalah Libra.


Libra terpaksa mengambil barang-barang sang Kakak karena Joya menginginkan barang-barang itu sedangkan di pasaran sudah tidak ada karena memang terbatas dan dibuat khusus hanya beberapa unit saja.


“Maafkan Libra Kak,” batin Libra.


Akhirnya setelah drama di pagi hari itu, Gilsya pun berangkat menuju tempat gym bersama Hawa dan ketiga Abangnya.


Sedangkan Libra pun pamit kepada orangtuanya karena hari ini Libra akan mengajak jalan-jalan Joya.

__ADS_1


Joya pun keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi.


“Mau kemana kamu Joya?” tanya Arka.


“Mau jalan-jalanlah Kak, ini kan hari libur.”


“Sama siapa?”


“Teman.”


“Teman apa?”


“Teman sekolahlah, Kakak ini kenapa sih sudah kaya Nenek-nenek saja bawel banyak tanya.”


“Joya, kamu tidak boleh berkata seperti itu bagaimana pun dia ini Kakak kamu,” seru Kanaya.


“Sudahlah, pagi ini mood Joya lagi bagus tidak mau merusaknya dengan berdebat dengan Kakak.”


Tin..tin..


Suara klakson mobil Libra pun berbunyi dan Joya.


“Teman Joya sudah datang, Bunda Joya pergi dulu ya. Kak, Kak Fatur, Joya pergi dulu.”


“Hati-hati Sayang, jangan pulang malam,” seru Kanaya.


“Iya Bunda.”


Joya pun segera keluar dan masuk ke dalam mobil Libra, Arka mengintip dari balik jendela lalu dengan cepat Arka mengambil jaket dan kunci mobil.


“Tur, mau ikut ga?”


“Ikut dong.”


“Bunda, Arka pergi dulu mau ikutin Joya.”


“Baiklah, kamu hati-hati ya sayang.”


“Iya Bunda, Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Arka dan Fatur pun segera masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Libra. Arka sangat penasaran banget siapa pemilik mobil itu, semoga apa yang Arka pikirkan tidak terjadi dan adiknya itu tidak membuat ulah lagi.







NOTE : UNTUK 2-3 KE DEPAN AUTHOR OFF DULU MAU BUAT NASKAH UNTUK EVENT JADI MOHON DIMENGERTI🙏🙏


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2