THE BEST COUPLE

THE BEST COUPLE
Getaran-getaran Aneh


__ADS_3






Awalnya Arka yang ingin sekali ke toilet tiba-tiba menghilang begitu saja akibat rasa syok yang baru saja dia alami.


Arka pun akhirnya memilih pergi ke kantin karena memang sekarang sudah memasuki jam makan siang, sedangkan Gilsya masih terduduk di closhet merenungi nasib sialnya.


“Astaga, bagaimana aku bisa bertemu dengan Mas Arka sedangkan saat ini aku benar-benar sangat malu dan tidak punya muka untuk bertemu dengannya,” gerutu Gilsya.


Hawa yang dari tadi menunggu Gilsya di ruangannya merasa sangat kesal karena Gilsya tak kunjung kembali juga, hingga akhirnya Hawa pun memutuskan untuk ikut bersama Fatur ke kantin dan kebetulan perutnya juga sudah sangat lapar.


Hawa pun menghubungi Gilsya dan dengan suara yang lemas, Gilsya pun mengiyakan perintah Hawa untuk menemuinya di kantin.


“Mati aku, apa yang harus aku lakukan di depan Gilsya?” batin Arka.


“Ar, kamu kenapa kok diam saja?” tanya Fatur.


“Hmm, aku merasa tidak lapar jadi lebih baik sekarang aku kembali ke ruanganku saja,” sahut Arka gugup.


Arka bangkit dari duduknya dan tidak disangka kalau Gilsya pun sudah sampai disana. Arka dan Gilsya hampir tabrakan, keduanya langsung menundukan kepalanya.


Tapi sayangnya, disaat Arka melangkah ke sebelah kiri, Gilsya pun ke sebelah kanan dan begitu sebaliknya membuat keduanya salah tingkah.


“Kalian itu kenapa sih? Kok tingkah kalian aneh banget?” seru Hawa.


“Tidak apa-apa,” sahut Arka dan Gilsya bersamaan.


“Cie..cie..jawabnya barengan,” ledek Fatur.


“Sudah kalian duduk saja,” seru Hawa.


“Tapi Wa---“


Hawa langsung menarik tangan Gilsya untuk duduk, begitu pun dengan Fatur yang ikut menarik tangan Arka juga.


Penjaga kantin pun membawakan makanan untuk mereka berempat dan mereka langsung melahap makanannya.


Fatur melirik ke setiap orang dan ketiganya terlihat fokus dengan makanan mereka masing-masing.


“Nona bule, kok aku lihat wajah Nona bule itu kaya orang susah ya,” seru Fatur memecahkan keheningan.


“Maksud Mas Fatur apa? Kaya orang susah gimana?” sahut Hawa dengan mengerutkan keningnya.


“Iya kaya orang susah, susah dilupain maksudnya,” sahut Fatur.

__ADS_1


“Astaga, Mas Fatur mau menggodaku dengan rayuan gombalmu,” seru Hawa.


“Namanya juga usaha Nona, kali aja Nona bule mau gitu jadi pelipur lara Babang Fatur,” sahut Fatur dengan cengirannya.


“Mmmpppfffttt....”


Gilsya dan Arka terlihat menahan tawanya mendengar ucapan-ucapan konyol dari Fatur.


“Aku punya pantun buat Nona bule, RUMAH JOGLO ADA DI JOGJA, KALAU NONA BULE JOMBLO, KABARI BABANG FATUR YA!”


“Buahahaha.... “


Seketika tawa Gilsya pun pecah. “Kamu lucu banget Mas Fatur, asalkan Mas Fatur tahu si Hawa ini sudah jomblo dari orok jadi Mas Fatur tidak usah menunggu Hawa jomblo karena dia memang lagi jomblo,” ledek Gilsya.


“Ih Gilsya, apaan sih kalau ngomong suka benar deh,” sahut Hawa dengan tawanya.


“Hah, seriusan Nona bule jomblo?” tanya Fatur antusias.


“Lah, memangnya kenapa kalau aku jomblo?”


Fatur langsung mengulurkan tangannya ke arah Hawa, awalnya Hawa bingung tapi akhirnya Hawa pun membalas uluran tangan Fatur.


“Berarti kita berjodoh kalau gitu, sama-sama jomblo dari orok dan bertemu sudah dewasa, tanpa sadar kita itu sudah ditakdirkan bersama,” seru Fatur.


Arka langsung menoyor kepala Fatur dengan gemasnya. “Gombal aja terus,” kesal Arka.


“Ya ampun Arka, kalau iri bilang Bos. Tuh di samping kamu ada wanita cantik jangan dianggurin terus, sudah ada yang ambil baru tahu rasa kamu,” sindir Fatur.


Setelah selesai makan siang, Hawa pun berpamitan karena harus kembali bekerja dan Gilsya juga kembali ke ruangannya.


Selama bekerja, Arka dan Gilsya tampak fokus dengan kerjaannya. Gilsya yang suka sekali menggoda Arka, entah kenapa tiba-tiba saja jadi pendiam.


Gilsya pura-pura mengotak-ngatik laptopnya padahal tidak ada yang dia kerjakan justru dia malah cari tahu mengenai identitas Arka.


"Hah, nama Ayahnya kok Rama Krismawan bukannya Pak Jonathan?" batin Gilsya.


Kemudian Gilsya ingat, saat Arka memohon kepada Papinya waktu itu Arka bilang kalau pabrik itu warisan dari almarhum Ayahnya dan itu artinya Jonathan adalah Ayah sambung Arka.


"Sekarang aku ngerti, kenapa sifat Joya sangat berbeda ternyata si petasan tahun baru itu beda Ayah sama Mas Arka," batin Gilsya.


Setelah kepo dengan identitas Arka, Gilsya pun merasa bosan dan dia mulai menguap hingga akhirnya Gilsya pun tertidur dengan posisi menopang dagunya.


"Tumben Gilsya diam, biasanya dia akan gencar menggodaku," batin Arka.


Perlahan Arka pun mengintip Gilsya dari balik laptopnya dan ternyata Gilsya sudah tertidur.


"Astaga, mana ada Bos tidur di tempat kerja kaya gitu," gumam Arka dengan geleng-geleng kepala.


Arka melihat kalau Gilsya mulai oleng, kepalanya tidak bisa diam dan hendak jatuh hingga akhirnya disaat Gilsya sudah tidak bisa menopang wajahnya lagi, kepala Gilsya hampir terbentur meja tapi dengan sigap Arka bangkit dan menyimpan tangannya di atas meja sehingga kepala Gilsya jatuh di atas tangan Arka.


"Ya ampun ceroboh banget," batin Arka.

__ADS_1


Arka memperhatikan wajah Gilsya yang saat ini sedang terlelap tidur itu, mata, hidung, dan terakhir bibirnya tak luput dari perhatian Arka.


Deg..deg..deg..


Jantung Arka berdetak tak karuan, apalagi melihat bibir merah jambu Gilsya yang sangat menggoda itu membuat hati Arka semakin dibuat tak karuan.


Perlahan Arka mengangkat kepala Gilsya dan menyingkirkan tangannya kemudian menggantinya dengan tumpukan berkas. Dengan cepat Arka kembali ke meja kerjanya dan memegang dadanya.


"Astaga, bisa kena serangan jantung aku kalau terus-terusan seperti ini. Gilsya-gilsya, pinter banget sih kamu memporak-porandakan hatiku," batin Arka.


***


Sementara itu...


Joya terus saja memanfaatkan Libra, apalagi saat ini Libra sudah mengendarai mobil sendiri. Bahkan disaat Libra menyatakan cintanya pun, Joya langsung menerimanya tanpa berpikir terlebih dahulu.


"Joy, sekarang kamu mau beli apa lagi?" tanya Libra.


"Apa ya? sepertinya untuk hari ini sudah cukup segini saja," sahut Joya.


Saat ini Joya dan Libra sedang jalan-jalan di sebuah Mall, Joya sempat mengeluh karena baju-bajunya sudah ketinggalan zaman maka dari itu Joya meminta Libra untuk membelikannya baju baru, tentu saja Libra mengabulkannya.


Libra yang memang selalu dapat uang bulanan di atas rata-rata itu dengan mudahnya memberikan apa yang Joya inginkan, padahal sebelumnya Libra itu rajin menabung.


"Terima kasih ya Libra, hari ini aku senang banget," seru Joya dengan merangkul lengan Libra dengan manjanya.


"Sama-sama, buat kamu apa sih yang enggak."


"Yes, Libra ternyata bodoh juga mau aku manfaatin begitu saja. Lihat saja, Papi kamu sudah membuat keluargaku jatuh miskin karena ulah Kakakmu yang menyebalkan itu dan sekarang aku akan membalas perlakuan kalian lewat Libra, aku akan buat Libra bertekuk lutut mengemis cintanya kepadaku dan setelah itu, aku akan meninggalkan Libra," batin Joya dengan senyumannya.







Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2